API Basisdata GeoDjangoLink to this heading
Backend SpasialLink to this heading
GeoDjango saat ini menyediakan backend basisdata spasial berikut:
django.contrib.gis.db.backends.postgis`
django.contrib.gis.db.backends.mysqldjango.contrib.gis.db.backends.oracledjango.contrib.gis.db.backends.spatialite
Batasan Spasial MySQLLink to this heading
Perpanjangan spasial MySQL hanya mendukung membatasi tindakan kotak (apa MySQL sebut minimum bounding rectangles, atau MBR). Khususnya, MySQL does not conform to the OGC standard:
Saat ini, MySQL tidak menerapkan fungsi-fungsi ini [
Contains,Crosses,Disjoint,Intersects,Overlaps,Touches,Within] menurut ke spesifikasi. Itu yang diterapkan mengembalikan hasil sama seperti fungsi berdasarkan-MBR sesuai.
Dengan kata lain, selagi pencarian spasial seperti contains 1 tersedia dalam GeoDjango ketika menggunakan MySQL, hasil dikembalikan sangat setara ke apa akan dikembalikan ketika menggunakan bbcontains pada backend spasial yang berbeda.
Dukungan RasterLink to this heading
RasterField saat ini hanya diterapkan untuk backend PostGIS. Pencarian spasial tersedia untuk bidang raster, tetapi fungsi basisdata spasial dan pengumpulan tidak diterapkan untuk bidang taster.
Membuat dan Menyimpan Model dengan Bidang GeometriLink to this heading
Ini adalah sebuah contoh bagaimana membuat obyek geometri (mengganggap model Zipcode):
>>> from zipcode.models import Zipcode
>>> z = Zipcode(code=77096, poly='POLYGON(( 10 10, 10 20, 20 20, 20 15, 10 10))')
>>> z.save()
Obyek GEOSGeometry mungkin juga digunakan untuk menyimpan model geometrik:
>>> from django.contrib.gis.geos import GEOSGeometry
>>> poly = GEOSGeometry('POLYGON(( 10 10, 10 20, 20 20, 20 15, 10 10))')
>>> z = Zipcode(code=77096, poly=poly)
>>> z.save()
Bahkan, jika GEOSGeometry adalah dalam sistem kordinat berbeda (mempunyai nilai SRID berbeda) daripada itu dari bidan, kemudian itu akan secara jelas berubah kedalam SRID dari bidang model, menggunakan prosedur perubahan basisdata spasial:
>>> poly_3084 = GEOSGeometry('POLYGON(( 10 10, 10 20, 20 20, 20 15, 10 10))', srid=3084) # SRID 3084 is 'NAD83(HARN) / Texas Centric Lambert Conformal'
>>> z = Zipcode(code=78212, poly=poly_3084)
>>> z.save()
>>> from django.db import connection
>>> print(connection.queries[-1]['sql']) # printing the last SQL statement executed (requires DEBUG=True)
INSERT INTO "geoapp_zipcode" ("code", "poly") VALUES (78212, ST_Transform(ST_GeomFromWKB('\\001 ... ', 3084), 4326))
Dengan demikian, parameter geometri mungkin dilewatkan dalam menggunakan obyek GEOSGeometry`, WKT (Well Known Text [1]), HEXEWKB (PostGIS tertentu -- geometri WKB dalam heksadesimal [2]), dan GeoJSON [3]. Intinya, jika masukan bukan sebuah obyek GEOSGeometry, bidang geometri akan berusaha membuat sebuah instance GEOSGeometry dari masukan.
Untuk informasi lebih membuat obyek GEOSGeometry mengacu pada GEOS tutorial 1.
Membuat dan Menyimpan Model dengan Bidang RasterLink to this heading
Ketika membuat model raster, bidang raster akan secara jelas merubah masukan kedalam GDALRaster.
Disini adalah sebuah contoh dari bagaimana membuat obyek raster dari berkas raster volcano.tif (berlagak model Elevation)
>>> from elevation.models import Elevation
>>> dem = Elevation(name='Volcano', rast='/path/to/raster/volcano.tif')
>>> dem.save()
Obyek GDALRaster mungkin juga digunakan untuk menyimpan model raster:
>>> from django.contrib.gis.gdal import GDALRaster
>>> rast = GDALRaster({'width': 10, 'height': 10, 'name': 'Canyon', 'srid': 4326,
... 'scale': [0.1, -0.1], 'bands': [{"data": range(100)}]})
>>> dem = Elevation(name='Canyon', rast=rast)
>>> dem.save()
Catat bahwa ini setara pada:
>>> dem = Elevation.objects.create(
... name='Canyon',
... rast={'width': 10, 'height': 10, 'name': 'Canyon', 'srid': 4326,
... 'scale': [0.1, -0.1], 'bands': [{"data": range(100)}]},
... )
Pencarian SpasialLink to this heading
Jenis-jenis pencarian GeoDjango mungkin digunakan dengan metode pengelola lain seperti filter(), exclude(), dll. Bagaimanapun, jenis-jenis pencarian unik pada GeoDjango hanya tersedia pada bidang-bidang spasial.
Penyaring pada bidang 'biasa' (misalnya CharField) mungkin dirantai dengan itu pada bidang geografis. Pencarian geografis menerima masukan geometri dan raster pada kedua sisi dan jenis masukan dapat digabung dengan bebas.
Struktur umum dari pencarian geografis akan digambarkan dibawah ini. Acuan lengkap dapat ditemukan dalam spatial lookup reference1.
Pencarian GeometriLink to this heading
Permintaan geografis dengan geometri mengambil formulir umum berikut (menganggap mdoel Zipcode digunakan dalam API Model GeoDjango):
>>> qs = Zipcode.objects.filter(<field>__<lookup_type>=<parameter>)
>>> qs = Zipcode.objects.exclude(...)
Sebagai contoh:
>>> qs = Zipcode.objects.filter(poly__contains=pnt)
>>> qs = Elevation.objects.filter(poly__contains=rst)
Dalam kasus ini, poly adalah bidang geofgrafis, contains 1 adalah jenis pencarian spasial, pnt adalah parameter (yang mungkin berupa obyek GEOSGeometry atau string dari GeoJSON , WKT, atau HEXEWKB), dan rst adalah sebuah obyek GDALRaster.
Pencarian RasterLink to this heading
Sintaksis pencarian raster mitip pada sintaksis untuk geometri. Perbedaan hanya bahwa peta indesk dapat ditentukan sebagai input tambahan. Jika tidak ada pita indeks ditentukan, pita pertama digunakan secara awalan (indeks 0). Dalam kasus itu sintaksis mirip ke sintaksis untuk pencarian geometri.
Untuk menentukan pita indeks, sebuah parameter tambahan dapat ditentukan pada kedua sisi dari pencarian. Pada sisi tangan kiri, sintaksis garis bawah ganda digunakan peta indeks. Pada sisi tangan kanan, tuple dari raster dan pita indeks dapat ditentukan.
Hasil ini dalam formulir umum berikut untuk pencarian melibarkan raster (menganggap model Elevation digunakan dalam API Model GeoDjango):
>>> qs = Elevation.objects.filter(<field>__<lookup_type>=<parameter>)
>>> qs = Elevation.objects.filter(<field>__<band_index>__<lookup_type>=<parameter>)
>>> qs = Elevation.objects.filter(<field>__<lookup_type>=(<raster_input, <band_index>)
Sebagai contoh:
>>> qs = Elevation.objects.filter(rast__contains=geom)
>>> qs = Elevation.objects.filter(rast__contains=rst)
>>> qs = Elevation.objects.filter(rast__1__contains=geom)
>>> qs = Elevation.objects.filter(rast__contains=(rst, 1))
>>> qs = Elevation.objects.filter(rast__1__contains=(rst, 1))
Pada sisi tangan kiri dari contoh, rast adalah bidang raster geografis dan contains 1 adalah jenis pencarian spasial. Pada sisi tangan kanan, geom adalah masukan geometri dan rst adalah sebuah obyek GDALRaster. Pinta indeks awalan pada 0 dalam permintaan dua pertama dan disetel menjadi 1 pada lainnya.
Selagi semuan pencarian spasial dapat digunakan dengan obyek raster pada kedua sisi tidak semua penghubung pokok asli menerima masukan raster. Untuk kasus-kasus dimana penghubung mengharapkan masukan geometri, raster adalah secara otomatis dirubah kegeometri. itu adalah penting menjaga ini dalam pikiran ketika manafsirkan hasil pencarian.
Jenis dari dukungan raster terdaftar untuk semua pencarian dalam compatibility table 1. Pencarian melibatkan raster saat ini hanya tersedia untuk backend PostGIS.
Permintaan JarakLink to this heading
Kata PengantarLink to this heading
Perhitungan jarak dengan data spasial adalah rumit karena, sayangnya, Bumi tidak datar. Beberpa permintaan jarak dengan bidang dalam sistem kordinat geografis mungkin harus dinyatakan berbeda karena batasan dalam PostGIS. Silahkan lihat dokumentasi Memilih sebuah SRID section in the API Model GeoDjango untuk lebih rinci.
Pencarian JarakLink to this heading
Availability: PostGIS, MySQL, Oracle, SpatiaLite, PGRaster (Native)
Pencarian jarak berikut tersedia:
dwithin(except MySQL)
Pencarian jarak meliputi parameter tuple.
Geometri atau raster untuk perhitungan dasar dari; dan
Sejumlah atau obyek
Distancemengandung jarak.
Jika obyek Distance digunakan, itu mungkin dinyatakan dalam satuan apapun (SQL dibangkitkan akan menggunakan unit untuk merubah ke bidang tersebut); sebaliknya parameter numerik dianggap berada dalam satuan dari bidang.
Sebagai contoh, mari kita katakan kami memiliki sebuah model SouthTexasCity (dari GeoDjango distance tests ) pada sebuah sistem kordinat sah diproyeksikan untuk kota-kota dalam Texas selatan:
from django.contrib.gis.db import models
class SouthTexasCity(models.Model):
name = models.CharField(max_length=30)
# A projected coordinate system (only valid for South Texas!)
# is used, units are in meters.
point = models.PointField(srid=32140)
Kemudian permintaan jarak mungkin dilakukan sebagai berikut:
>>> from django.contrib.gis.geos import GEOSGeometry
>>> from django.contrib.gis.measure import D # ``D`` is a shortcut for ``Distance``
>>> from geoapp.models import SouthTexasCity
# Distances will be calculated from this point, which does not have to be projected.
>>> pnt = GEOSGeometry('POINT(-96.876369 29.905320)', srid=4326)
# If numeric parameter, units of field (meters in this case) are assumed.
>>> qs = SouthTexasCity.objects.filter(point__distance_lte=(pnt, 7000))
# Find all Cities within 7 km, > 20 miles away, and > 100 chains away (an obscure unit)
>>> qs = SouthTexasCity.objects.filter(point__distance_lte=(pnt, D(km=7)))
>>> qs = SouthTexasCity.objects.filter(point__distance_gte=(pnt, D(mi=20)))
>>> qs = SouthTexasCity.objects.filter(point__distance_gte=(pnt, D(chain=100)))
Permintaan raster bekerja cara sama dengan cukup menaruh bidang geometri point dengan bidang raster, atau obyek pnt dengan obyek raster, atau keduanya. Untuk menentukan index pita dari masukan raster pada sisi tangan kanan, 3-tuple dapat dilewatkan ke pencarian sebagai berikut:
>>> qs = SouthTexasCity.objects.filter(point__distance_gte=(rst, 2, D(km=7)))
Dimana pita dengan indeks 2 (pita ketiga) dari raster rst akan digunakan untuk pencarian.
Tabel KesesuaianLink to this heading
Pencarian SpasialLink to this heading
Tabel berikut menyediakan ringkasan dari apa pencarian spasial tersedia untuk setiap backend basisdata spasial. Pencarian PostGIS Raster (PGRaster) dibagi kedalam tiga kategori digambarkan dalam raster lookup details 1: dukungan asal n, dukungan asal bilateral B, dan dukungan perubahan geometri C.
Jenis Pencarian |
PostGIS |
Oracle |
MySQL [6] |
SpatiaLite |
PGRaster |
|---|---|---|---|---|---|
X |
X |
X |
N |
||
X |
X |
X |
N |
||
X |
X |
X |
N |
||
X |
X |
X |
X |
B |
|
X |
B |
||||
X |
X |
X |
B |
||
X |
X |
X |
B |
||
X |
X |
C |
|||
X |
X |
X |
X |
B |
|
X |
X |
X |
X |
N |
|
X |
X |
X |
X |
N |
|
X |
X |
X |
X |
N |
|
X |
X |
X |
X |
N |
|
X |
X |
X |
B |
||
X |
X |
X |
X |
C |
|
X |
X |
X |
X |
B |
|
X |
X |
X |
X |
B |
|
X |
X |
X (≥ 5.7.5) |
X (LWGEOM) |
||
X |
X |
X |
X |
B |
|
X |
X |
X |
C |
||
X |
X |
X |
X |
B |
|
X |
X |
X |
X |
B |
|
X |
X |
X |
X |
B |
|
X |
C |
||||
X |
C |
||||
X |
B |
||||
X |
B |
||||
X |
C |
||||
X |
C |
||||
X |
C |
||||
X |
C |
Fungsi basisdataLink to this heading
Tabel berikut menyediakan ringkasan dari apa fungsi-fungsi basisdata khusus-geografis tersedia pada setiap backend spasial.
Fungsi |
PostGIS |
Oracle |
MySQL |
SpatiaLite |
|---|---|---|---|---|
X |
X |
X |
X |
|
X |
X (≥ 5.7.5) |
X |
||
X |
X |
X |
||
X |
X |
|||
X |
X |
|||
X |
X (LWGEOM) |
|||
X |
X |
|||
X |
X |
X |
X |
|
X |
X |
X |
X |
|
X |
X |
X |
X |
|
X |
X |
X |
X |
|
X |
X |
|||
X |
||||
X |
X (≥ 5.7.5) |
X (LWGEOM) |
||
X |
X |
X |
X |
|
X |
X |
X (≥ 5.7.5) |
X (LWGEOM) |
|
X |
X |
X |
X |
|
X |
X |
|||
X |
X (LWGEOM) |
|||
X |
||||
X |
X |
X |
X |
|
X |
X |
X |
X |
|
X |
X |
X |
||
X |
X |
X |
||
X |
X |
X |
||
X |
X |
|||
X |
X |
|||
X |
X |
X |
X |
|
X |
X |
X |
||
X |
X |
|||
X |
X |
X |
X |
Fungsi KumpulanLink to this heading
Tabel-tabel berikut menyediakan ringkasan dari apa fungsi-fungsi pengumpulan GIS-khusus tersedia pada setiap backend spasial. harap catcat bahwa MySQL tidak mendukung apapun dari pengumpulan ini, dan dengan demikian tidak disertakan dari tabel.
Catatan kaki