---
title: "Aplikasi"
version: 4.1
locale: id
source: https://docs.djangoproject.com/id/4.1/ref/applications/
canonical: https://djangodocs.dev/id/4.1/ref/applications/
---
# Aplikasi

Django mengandung sebuah registrar dari aplikasi terpasang yang menyimpan konfigurasi dan menyediakan introspeksi. Dia juga merawat daftar dari ketersediaan [models](/id/4.1/topics/db/models/).

Registri disebut [`apps`](#django.apps.apps) dan tersedia dalam [`django.apps`](#module-django.apps):

```
>>> from django.apps import apps
>>> apps.get_app_config('admin').verbose_name
'Administration'
```

## Proyek dan aplikasi

Istilah **proyek** menggambarkan sebuah aplikasi jaringan Django. Proyek paket Python ditentukan terutama dengan mengatur modul, tetapi biasanya mengandung hal lain. Sebagai contoh, ketika anda menjalankan `django-admin startproject mysite` anda akan mendapatkan sebuah direktori proyek `mysite` yang mengandung sebuah paket Python `mysite` dengan `settings.py`, `urls.py`, dan `wsgi.py`. Paket proyek sering diperluas untuk disertakan untuk menyertakan hal-hal seperti perbaikan, CSS, dan cetakan yang tidak diikat ke aplikasi tertentu.

Sebuah **direktori akar proyek** (satu yang mengandung `manage.py`) biasanya mengandung semua aplikasi proyek yang tidak dipasang secara terpisah.

Istilah **aplikasi** menggambarkan paket Python yang menyediakan beberapa kumpulan fitur. Aplikasi [may be reused](/id/4.1/intro/reusable-apps/) di beragam proyek.

Aplikasi menyertakan beberapa kombinasi model, tampilan, cetakan, etiket cetakan, berkas tetap, URL, middleware, dll. Mereka umumnya diikat kedalam proyek dengan pengaturan [`INSTALLED_APPS`](/id/4.1/ref/settings/#std-setting-INSTALLED_APPS) dan secara pilihan dengan mekanisme lain seperti URLconf, pengaturan [`MIDDLEWARE`](/id/4.1/ref/settings/#std-setting-MIDDLEWARE), atau warisan cetakan.

Sangat penting untuk dimengerti bahwa aplikasi Django hanyalah kumpulan kode yang saling mempengaruhi dengan beragam bagian dari kerangka. Tidak ada sesuatu seperti obyek `Aplikasi`. Bagaimanapun, terdapat sedikit tempat dimana Django butuh saling mempengaruhi dengan aplikasi terpasang, terutama untuk konfigurasi dan juga untuk introspeksi. Itu mengapa registrar aplikasi merawat metadata dalam sebuah instance [`AppConfig`](#django.apps.AppConfig) untuk setiap aplikasi terpasang.

Tidak ada batasan bahwa sebuah paket proyek tidak dapat dianggap sebuah aplikasi dan mempunyai model, dll. (yang akan butuh menambahkannya ke [`INSTALLED_APPS`](/id/4.1/ref/settings/#std-setting-INSTALLED_APPS)).

## Konfigurasi aplikasi

Untuk mengkonfigurasikan sebuah aplikasi, buat sebuah modul `apps.py` di dalam aplikasi, kemudian tentukan sub kelas dari [`AppConfig`](#django.apps.AppConfig) disana.

Ketika [`INSTALLED_APPS`](/id/4.1/ref/settings/#std-setting-INSTALLED_APPS) mengandung jalur bertitik pada modul aplikasi, secara awalan, jika Django menemukan tepatnya satu subkelas [`AppConfig`](#django.apps.AppConfig) dalam submodul `apps.py`, dia menggunakan konfigurasi itu untuk aplikasi. Perilaku ini mungkin ditiadakan dengan menyetel [`AppConfig.default`](#django.apps.AppConfig.default) menjadi `False`.

Jika modul `apps.py` mengandung lebih dari satu subkelas [`AppConfig`](#django.apps.AppConfig), Django akan mencari yang tunggal dimana [`AppConfig.default`](#django.apps.AppConfig.default) adalah `True`.

Jika tidak ada subkelas [`AppConfig`](#django.apps.AppConfig) ditemukan, kelas dasar [`AppConfig`](#django.apps.AppConfig) akan digunakan.

Cara lain, [`INSTALLED_APPS`](/id/4.1/ref/settings/#std-setting-INSTALLED_APPS) mungkin mengandung jalur bertitik pada kelas konfigurasi untuk menentukan itu dengan jelas:

```
INSTALLED_APPS = [
    ...
    'polls.apps.PollsAppConfig',
    ...
]
```

### Untuk pengarang aplikasi

Jika anda membuat sebuah aplikasi dapat dipasang dipanggil "Rock ’n’ roll", ini adalah bagaimana anda akan menyediakan sebuah nama pantas untuk admin:

```
# rock_n_roll/apps.py

from django.apps import AppConfig

class RockNRollConfig(AppConfig):
    name = 'rock_n_roll'
    verbose_name = "Rock ’n’ roll"
```

`RockNRollConfig` akan dimuiat secara otomatis ketika [`INSTALLED_APPS`](/id/4.1/ref/settings/#std-setting-INSTALLED_APPS) mengandung `'rock_n_roll'`. Jika anda ingin mencegah ini, setel [`default`](#django.apps.AppConfig.default) menjadi `False` dalam pendefinisian kelas.

Anda dapat menyediakan beberapa subkelas [`AppConfig`](#django.apps.AppConfig) dengan perilaku berbeda. Untuk memberitahu Django yang mana akan digunakan secara awalan, setel [`default`](#django.apps.AppConfig.default) menjadi `True` dalam pendefinisiannya. Jika pengguna anda ingin mengambil konfigurasi bukan-awalan, mereka harus mengganti `'rock_n_roll'` dengan jalur bertitik ke kelas spesifik dalam pengaturan [`INSTALLED_APPS`](/id/4.1/ref/settings/#std-setting-INSTALLED_APPS) mereka.

Atribut [`AppConfig.name`](#django.apps.AppConfig.name) memberitahu Django aplikasi mana konfigurasi ini diberlakukan. Anda dapat menentukan atribut lain apapun terdokumentasi dalam acuan API [`AppConfig`](#django.apps.AppConfig).

Subkelas [`AppConfig`](#django.apps.AppConfig) dapat ditentukan dimanapun. `apps.py` konvensi semata mengizinkan Django memuat mereka otomatis ketika [`INSTALLED_APPS`](/id/4.1/ref/settings/#std-setting-INSTALLED_APPS) mengandung jalur pada modul aplikasi daripada jalur pada kelas konfigurasi.

> **Note**
>
> Jika kode mengimpor registrar aplikasi di `__init__.py` aplikasi, nama `apps` akan bentrok dengan submodul `apps`. Praktik terbaik adalah memindahkan kode tersebut ke submodul dan mengimpornya. Sebuah solusi adalah mengimpor registrar dibawah nama berbeda:
>
> ```
> from django.apps import apps as django_apps
> ```

### Untuk pengguna aplikasi

Jika anda menggunakan "Rock ’n’ roll" dalam proyek disebut `anthology`, tetapi anda ingin menampilkan "Jazz Manouche", anda dapat menyediakan konfigurasi anda sendiri:

```
# anthology/apps.py

from rock_n_roll.apps import RockNRollConfig

class JazzManoucheConfig(RockNRollConfig):
    verbose_name = "Jazz Manouche"

# anthology/settings.py

INSTALLED_APPS = [
    'anthology.apps.JazzManoucheConfig',
    # ...
]
```

Contoh ini menunjukkan kelas-kelas konfigurasi proyek-khusus bertempat dalam submodul disebut `apps.py`. Konvensi ini, bukan sebuah persyaratan. Subkelas [`AppConfig`](#django.apps.AppConfig) mungkin ditentukan dimanasaja.

Dalam situasi ini, [`INSTALLED_APPS`](/id/4.1/ref/settings/#std-setting-INSTALLED_APPS) harus mengandung jalur bertitik pada kelas konfigurasi karena itu berada diluar dari aplikasi dan dengan demikian tidak dapat otomatis dikenali.

## Konfigurasi aplikasi

#### `class AppConfig`

Konfigurasi aplikasi obyek menyimpan metadata untuk sebuah aplikasi. Beberapa atribut dapat dikonfigurasikan di subkelas [`AppConfig`](#django.apps.AppConfig). Lainnya disetel oleh Django dan hanya-baca.

### Atribut dapat dikonfigurasi

#### `AppConfig.name`

Jalur Phyton penuh ke aplikasi, misalnya `'django.contrib.admin'`.

Atribut ini menentukan konfigurasi aplikasi mana yang berlaku. DIa harus disetel di semua subkelas [`AppConfig`](#django.apps.AppConfig).

Dia harus unik terhadap proyek Django.

#### `AppConfig.label`

Nama pendek untuk aplikasi, misalnya `'admin'`

Atribut ini mengizinkan melabel kembali sebuah aplikasi ketika dua aplikasi mempunyai label bertentangan. Awal dia ke komponen terakhir dari `name`. Dia harus penciri Python yang sah.

Dia harus unik terhadap proyek Django.

#### `AppConfig.verbose_name`

Nama dapat dibaca manusia untuk aplikasi, misalnya "Administrasi".

Atribut awal ke `label.title()`.

#### `AppConfig.path`

Jalur sistem berkas pada direktori aplikasi, misalnya `'/usr/lib/pythonX.Y/dist-packages/django/contrib/admin'`.

Dalam banyak kasus, Django dapat otomatis mengenali dan mengatur ini, tetapi anda dapat juga menyediakan menimpa eksplisit sebagai atribut kelas di subkelas [`AppConfig`](#django.apps.AppConfig) anda. Dalam beberapa situasi ini diwajibkan; sebagai contoh jika paket aplikasi adalah [namespace package](#namespace-package) dengan banyak jalur.

#### `AppConfig.default`

Setel atribut ini menjadi `False` untuk mencegah Django dari memilih kelas konfigurasi secara otomatis. Ini berguna ketika `apps.py` menentukan satu subkelas [`AppConfig`](#django.apps.AppConfig) tetapi anda tidak ingin Django menggunakannya secara awalan.

Setel atribut ini menjadi `True` untuk memberitahu Django untuk memilih kelas konfigurasi secara otomatis. Ini berguna ketika `apps.py` menentukan lebih dari satu subkelas [`AppConfig`](#django.apps.AppConfig) dan anda ingin Django menggunakan satu dari mereka secara awalan.

Secara awalan, atribut ini tidak disetel.

#### `AppConfig.default_auto_field`

Jenis primary key tersirat untuk menambah pada model dalam aplikasi ini. Anda dapat menggunakan ini untuk menjaga [`AutoField`](/id/4.1/ref/models/fields/#django.db.models.AutoField) sebagai jenis the primary key untuk aplikasi pihak ketiga.

Secara awalan, ini adalah nilai dari [`DEFAULT_AUTO_FIELD`](/id/4.1/ref/settings/#std-setting-DEFAULT_AUTO_FIELD).

### Atribut hanya-baca

#### `AppConfig.module`

modul utama/akar untuk aplikasi, misalnya "\<module 'django.contrib.admin' from 'django/contrib/admin/\_\_init\_\_.py'\>".

#### `AppConfig.models_module`

Modul yang berisi model, misalnya "\<module 'django.contrib.admin.models' from 'django/contrib/admin/models.py'\>".

Itu mungkin `None` jika aplikasi tidak mengandung sebuah modul `models`. Catat bahwa basisdata terkait sinyal seperti [`pre_migrate`](/id/4.1/ref/signals/#django.db.models.signals.pre_migrate) dan [`post_migrate`](/id/4.1/ref/signals/#django.db.models.signals.post_migrate) hanya dimunculkan untuk aplikasi yang mempunyai sebuah modul `models`

### Cara

#### `AppConfig.get_models(include_auto_created=False, include_swapped=False)`

Mengembalikan kelas [`Model`](/id/4.1/ref/models/instances/#django.db.models.Model) berulang untuk aplikasi ini.

Membutuhkan aplikasi registrar untuk sepenuhnya dikumpulkan.

#### `AppConfig.get_model(model_name, require_ready=True)`

Mengembalikan [`Model`](/id/4.1/ref/models/instances/#django.db.models.Model) dengan `model_name` diberikan.  `model_name` adalah tidak sensitif.

Memunculkan [`LookupError`](https://docs.python.org/3/library/exceptions.html#LookupError) jika tidak ada model yang ada dalam aplikasi ini.

Membutuhkan aplikasi regristrar untuk sepenuhnya dikumpulkan meskipun argumen `require_ready` disetel menjadi `False`. `require_ready` berperilaku tepat seperti dalam [`apps.get_model()`](#django.apps.apps.get_model).

#### `AppConfig.ready()`

Subkelas dapat menimpa metode ini untuk melakukan tugas inisialisasi seperti mendaftarkan sinyal. Dia dipanggil segera ketika registrar dikumpulkan penuh.

Meskipun anda tidak dapat mengimpor pada tingkat-modul dimana kelas-kelas [`AppConfig`](#django.apps.AppConfig) ditentukan, anda dapat mengimpor `ready()`, menggunakan antara pernyataan `import` atau [`get_model()`](#django.apps.AppConfig.get_model).

Jika anda sedang mendaftarkan [`model signals`](/id/4.1/ref/signals/#module-django.db.models.signals), anda dapat mengacu pada pengirim berdasarkan label deretan karakter nya daripada menggunakan kelas model itu sendiri.

Contoh:

```
from django.apps import AppConfig
from django.db.models.signals import pre_save

class RockNRollConfig(AppConfig):
    # ...

    def ready(self):
        # importing model classes
        from .models import MyModel  # or...
        MyModel = self.get_model('MyModel')

        # registering signals with the model's string label
        pre_save.connect(receiver, sender='app_label.MyModel')
```

> **Warning**
>
> Meskipun anda dapat mengakses kelas-kelas model seperti yang digambarkan dibawah, hindari berinteraksi dengan basisdata dalam penerapan [`ready()`](#django.apps.AppConfig.ready) anda. Ini termasuk cara model yang mengerjakan permintaan ([`save()`](/id/4.1/ref/models/instances/#django.db.models.Model.save), [`delete()`](/id/4.1/ref/models/instances/#django.db.models.Model.delete), manager methods etc.), dan juga permintaan SQL mentah melalui cara `django.db.connection`. Your [`ready()`](#django.apps.AppConfig.ready) akan jalan selama permulaan dari stiap perintah pengelolaan. Sebagai contoh, meskipun konfigurasi basis data percobaan terpisah dari pengaturan produksi, `manage.py test` masih dapat mengerjakan beberapa permintaan terhadap basisdata **produksi** anda!

> **Note**
>
> In the usual initialization process, the `ready` method is only called
> once by Django. But in some corner cases, particularly in tests which
> are fiddling with installed applications, `ready` might be called more
> than once. In that case, either write idempotent methods, or put a flag
> on your `AppConfig` classes to prevent rerunning code which should
> be executed exactly one time.

### Paket namespace sebagai aplikasi

Paket-paket Python tanpa berkas `__init__.py` dikenal sebagai "namespace packages" dan mungkin tersebar di banyak direktori pada tempat berbeda di `sys.path` (see [**PEP 420**](https://peps.python.org/pep-0420/)).

Aplikasi Django membutuhkan sebuah jalus sistem berkas berbasis tunggal dimana Django (tergantung pada konfigurasi) akan mencari cetakan, aset tetap, dll. Hingga, paket namespace mungkin hanya aplikasi Django jika satu dari hal berikut adalah benar:

1. Paket namespace sebenarnya mempunyai hanya tempat tunggal (yaitu tidak tersebar terhadap lebih dari satu direktori.)
2. Kelas [`AppConfig`](#django.apps.AppConfig) digunakan untuk mengkonfigurasikan aplikasi yang mempunyai atribut kelas [`path`](#django.apps.AppConfig.path), yang merupakan jalur direktori mutlak Django akan digunakan sebagai jalur dasar tunggal untuk aplikasi.

Jika tidak satupun dari kondisi ini bertemu, Django akan memunculkan [`ImproperlyConfigured`](/id/4.1/ref/exceptions/#django.core.exceptions.ImproperlyConfigured).

## Registrar aplikasi

#### `apps`

Registrar aplikasi menyediakan API umum berikut. Cara yang tidak ada di daftar dibawah ini  dianggap pribadi dan mungkin berubah tanpa pemberitahuan.

#### `apps.ready`

Atribut Boolean yang disetel ke `True` setelah registrar sepenuhnya dikumpulkan dan semua cara [`AppConfig.ready()`](#django.apps.AppConfig.ready) dipanggil.

#### `apps.get_app_configs()`

Mengembalikan instance berulang dari  [`AppConfig`](#django.apps.AppConfig).

#### `apps.get_app_config(app_label)`

Mengembalikan sebuah [`AppConfig`](#django.apps.AppConfig) untuk aplikasi dengan `app_label`. yang diberikan. Memunculkan [`LookupError`](https://docs.python.org/3/library/exceptions.html#LookupError) jika tidak ada aplikasi.

#### `apps.is_installed(app_name)`

Memeriksa apakah aplikasi dengan nama diberikan anda di registrar. `app_name` adalah nama penuh dari aplikasi, misalnya `'django.contrib.admin'`.

#### `apps.get_model(app_label, model_name, require_ready=True)`

Mengembalikan [`Model`](/id/4.1/ref/models/instances/#django.db.models.Model) dengan `app_label` yang diberikan dan `model_name`. Sebagai sebuah jalan pintas, metode ini juga menerima argumen tunggal dalam bentuk `app_label.model_name`. `model_name` kasus-tidak peka.

Memunculkan [`LookupError`](https://docs.python.org/3/library/exceptions.html#LookupError) jika tidak seperti aplikasi atau model ada. Memunculkan [`ValueError`](https://docs.python.org/3/library/exceptions.html#ValueError) ketika dipanggil dengan argumen tunggal yang tidak mengandung satu titik.

Membutuhkan aplikasi regristrar untuk sepenuhnya dikumpulkan meskipun argumen `require_ready` disetel menjadi `False`.

Mengatur `require_ready` menjadi `False` mengizinkan pencarian model [while the app registry is being populated](#app-loading-process), khususnya selama tahap kedua dimana itu mengimpor model. Kemudian `get_model()` mempunyai pengaruh sama ketika mengimpor model. Kasus penggunaan utama adalah mengkonfigurasi kelas-kelas model dengan pengaturan, seperti [`AUTH_USER_MODEL`](/id/4.1/ref/settings/#std-setting-AUTH_USER_MODEL).

Ketika `require_ready` adalah `False`, `get_model()` mengembalikan sebuah kelas model yang mungkin tidak sepenuhnya berfungsi (accessor balikan mungkin hilang, sebagai contoh) sampai aplikasi regristrar sepenuhnya dikumpulkan. Untuk alasan ini, itu adalah terbaik untuk membiarkan `require_ready` ke nilai awalan dari `True` kapanpun memungkinkan.

## Inisialisasi pengolahan

### Bagaimana aplikasi dimuat

Ketika Django mulai, [`django.setup()`](#django.setup) bertanggung jawab untuk mengumpulkan registrar aplikasi.

#### `setup(set_prefix=True)`

Konfigurasi Django oleh:

- Memuat pengaturan.
- Mengatur pencatatan.
- Jika `set_prefix` adalah True, pengaturan awalan tulisan penyelesai URL ke [`FORCE_SCRIPT_NAME`](/id/4.1/ref/settings/#std-setting-FORCE_SCRIPT_NAME) jika ditentukan, atau jika tidak `/`.
- Memulai registrar aplikasi

Fungsi ini dipanggil otomatis:

- Ketika menjalankan peladen HTTP melalui dukungan WSGI Django.
- Ketika meminta perintah pengelolaan.

Dia harus dipanggil secara tersirat di kasus lain, sebagai contoh di tulisan Phyton.

Registrar aplikasi dimulai dalam tiga tingkatan, Pada setiap tingkatan, Django mengolah semua aplikasi berdasarkan dari  [`INSTALLED_APPS`](/id/4.1/ref/settings/#std-setting-INSTALLED_APPS).

1. Django pertama mengimpor setiap barang di [`INSTALLED_APPS`](/id/4.1/ref/settings/#std-setting-INSTALLED_APPS).

   Jika ini adalah kelas konfigurasi aplikasi, Django impor paket akar dari aplikasi, ditentukan dengan atribut [`name`](#django.apps.AppConfig.name) nya. Jika itu adalah paket Python, Django mencari untuk konfigurasi aplikasi dalam sebuah submodul `apps.py`, atau lainnya membuat konfigurasi aplikasi awalan.

   *Pada tingkatan ini, kode anda jangan mengimpor model apapun!*

   Dengan kata lain, paket akar aplikasi anda dan modul yang menentukan kelas-kelas konfigurasi aplikasi anda jangan impor model apapun, bahkan secara tidak langsung.

   Sesungguhnya, Django mengizinkan mengimpor model sekali konfigurasi aplikasi mereka dimuat. Bagaimanapun, agar menghindari kendala yang tidak perlu pada urutan [`INSTALLED_APPS`](/id/4.1/ref/settings/#std-setting-INSTALLED_APPS), sangat dianjurkan tidak mengimpor model apapun pada tingkatan ini.

   Sekali tingkatan ini lengkap, API yang menjalankan konfigurasi aplikasi seperti [`get_app_config()`](#django.apps.apps.get_app_config) menjadi tidak berguna.
2. Kemudian Django berusaha mengimpor submodul `model` dari setiap aplikasi, jika memang ada.

   Anda harus menentukan atau mengimpor semua model di aplikasi `models.py` anda atau `models/__init__.py`. Sebaliknya, registri aplikasi mungkin tidak dikumpulkan penuh pada titik ini, yang dapat menyebabkan ORM tidak berfungsi.

   Ketika tingkatan ini lengkap, API yang bekerja di model seperti [`get_model()`](#django.apps.apps.get_model) menjadi dapat digunakan.
3. Akhirnya Django menjalankan cara [`ready()`](#django.apps.AppConfig.ready) dari setiap konfigurasi aplikasi.

### Menyelesaikan masalah

Disini beberapa masalah umum yang mungkin muncul selama inisialisasi:

- [`AppRegistryNotReady`](/id/4.1/ref/exceptions/#django.core.exceptions.AppRegistryNotReady): Ini terjadi ketika mengimpor sebuah konfigurasi aplikasi atau sebuah kode pemicu modul model yang bergantung di registri aplikasi.

  Sebagai contoh, [`gettext()`](/id/4.1/ref/utils/#django.utils.translation.gettext) menggunakan registrar aplikasi untuk mencari katalog terjemahan di aplikasi. Untuk menterjemahkan pada waktu impor, anda butuh [`gettext_lazy()`](/id/4.1/ref/utils/#django.utils.translation.gettext_lazy) sebagai gantinya. (Menggunakan [`gettext()`](/id/4.1/ref/utils/#django.utils.translation.gettext) akan berupa sebuah kesalahan, karena terjemahan akan terjadi pada waktu impor, daripada setiap permintaan tergantung pada bahasa aktif.)

  Menjalankan permintaan basisdata dengan ORM pada waktu impor dalam modul model juga akan memicu pengecualian ini. ORM tidak dapat berfungsi dengan benar sampai semua model tersedia.

  Pengecualian ini juga terjadi jika anda lupa memanggil [`django.setup()`](#django.setup) di tulisan berdiri sendiri.
- `ImportError: tidak dapat impor nama ...` Ini terjadi jika urutan impor berakhir dalam perulangan.

  Untuk mengurangi permasalahan tersebut, anda harus mengecilkan ketergantungan diantara model anda dan melakukan sedikit pekerjaan sebisa mungkin pada waktu impor. Untuk menghindari penjalanan kode pada waktu impor, anda dapat memindahkannya dan menembolok hasilnya. Kode akan dikerjakan ketika anda pertama butuh hasilnya. Konsep ini dikenal sebagai "lazy evaluation".
- `django.contrib.admin` automatically performs autodiscovery of `admin`
  modules in installed applications. To prevent it, change your
  [`INSTALLED_APPS`](/id/4.1/ref/settings/#std-setting-INSTALLED_APPS) to contain
  `'django.contrib.admin.apps.SimpleAdminConfig'` instead of
  `'django.contrib.admin'`.
