---
title: "How to create custom django-admin commands"
version: 4.1
locale: id
source: https://docs.djangoproject.com/id/4.1/howto/custom-management-commands/
canonical: https://djangodocs.dev/id/4.1/howto/custom-management-commands/
---
# How to create custom `django-admin` commands

Aplikasi dapat mendaftarkan tindakan mereka sendiri dengan `manage.py`. Sebagai contoh, anda mungkin ingin menambahkan sebuah tindakan `manage.py` untuk sebuah aplikasi Django yang anda sedang sebarkan. Dalam dokumen ini, kami akan membangun sebuah penyesuaian perintah `closepoll` untuk aplikasi `polls` dari [tutorial](/id/4.1/intro/tutorial01/).

To do this, add a `management/commands` directory to the application. Django
will register a `manage.py` command for each Python module in that directory
whose name doesn't begin with an underscore. For example:

```
polls/
    __init__.py
    models.py
    management/
        __init__.py
        commands/
            __init__.py
            _private.py
            closepoll.py
    tests.py
    views.py
```

Dalam contoh ini, perintah `closepoll` akan dibuat tersedia pada setiap proyek yang menyertakan aplikasi `polls` dalam [`INSTALLED_APPS`](/id/4.1/ref/settings/#std-setting-INSTALLED_APPS).

Modul `_private.py` tidak akan tersedia sebagai perintah pengelolaan.

Modul `closepoll.py` mempunyai hanya satu persyaratan -- itu harus ditentukan sebuah kelas `Command` yang memperpanjang [`BaseCommand`](#django.core.management.BaseCommand) atau satu dari [subclasses](#ref-basecommand-subclasses) nya.

> **Tulisan berdiri sendiri**
>
> Penyesuaian pengelolaan perintah adalah khususnya berguna untuk menjalankan tulisan berdiri sendiri atau untuk tulisan yang secara berkala dijalankan dari panel kendali UNIX crontab atau Windows  scheduled tasks.

Untuk menerapkan perintah, sunting `polls/management/commands/closepoll.py` untuk kelihatan seperti ini:

```
from django.core.management.base import BaseCommand, CommandError
from polls.models import Question as Poll

class Command(BaseCommand):
    help = 'Closes the specified poll for voting'

    def add_arguments(self, parser):
        parser.add_argument('poll_ids', nargs='+', type=int)

    def handle(self, *args, **options):
        for poll_id in options['poll_ids']:
            try:
                poll = Poll.objects.get(pk=poll_id)
            except Poll.DoesNotExist:
                raise CommandError('Poll "%s" does not exist' % poll_id)

            poll.opened = False
            poll.save()

            self.stdout.write(self.style.SUCCESS('Successfully closed poll "%s"' % poll_id))
```

> **Note**
>
> Ketika anda menggunakan pengelolaan perintah dan berharap untuk menyediakan keluaran tempat tuts, anda harus menulis ke `self.stdout` dan `self.stderr`, daripada mencetak ke `stdout` and `stderr` secara langsung. Dengan menggunakan proxi ini, dia menjadi lebih mudah untuk mencoba penyesuaian perintah anda. Catat juga bahwa anda tidak butuh mengakhiri pesan dengan karakter baris baru, dia akan ditambahkan otomatis, meskipun anda menentukan parameter `ending`:
>
> ```
> self.stdout.write("Unterminated line", ending='')
> ```

Perintah baru penyesuaian dapat dipanggil menggunakan `python manage.py closepoll <poll_ids>`.

Metode `handle()` mengambil satu atau lebih `poll_ids` dan mensetel `poll.opened` menjadi `False` untuk masing-masing. Jika pengguna mereferensikan jajak pendapat yang tidak ada, sebuah [`CommandError`](#django.core.management.CommandError) dimunculkan. Atribut `poll.opened` tidak ada dalam [tutorial](/id/4.1/intro/tutorial02/) dan telah ditambahkan pada `polls.models.Question` untuk contoh ini.

## Menerima argumen pilihan

`closepoll` yang sama dapat dengan mudah dirubah untuk menghapus jejak pendapat yang diberikan daripada menutupnya dengan menerima tambahan pilihan baris perintah. Penyesuaian pilihan ini dapat ditambahkan dalam cara [`add_arguments()`](#django.core.management.BaseCommand.add_arguments) seperti ini:

```
class Command(BaseCommand):
    def add_arguments(self, parser):
        # Positional arguments
        parser.add_argument('poll_ids', nargs='+', type=int)

        # Named (optional) arguments
        parser.add_argument(
            '--delete',
            action='store_true',
            help='Delete poll instead of closing it',
        )

    def handle(self, *args, **options):
        # ...
        if options['delete']:
            poll.delete()
        # ...
```

Pilihan (`delete` dalam contoh kami) tersedia dalam pilihan parameter perintah dari cara penanganan. Lihat dokumentasi Python [`argparse`](https://docs.python.org/3/library/argparse.html#module-argparse) untuk lebih tentang penggunaan `add_argument`.

Dalam tambahan untuk dapat menambahkan penyesuaian pilihan baris perintah, semua [management commands](/id/4.1/ref/django-admin/) dapat menerima beberapa pilihan awal seperti [`--verbosity`](/id/4.1/ref/django-admin/#cmdoption-verbosity) dan [`--traceback`](/id/4.1/ref/django-admin/#cmdoption-traceback).

## Pengelolaan perintah dan lokal

Secara awalan, perintah pengelolaan dijalankan dengan lokal aktif saat ini.

Jika, untuk beberapa alasan, perintah pengelolaan penyesuaian anda harus berjalan tanpa lokal aktif (sebagai contoh, untuk menghindari isi diterjemahkan dari menjadi dimasukkan kedalam basisdata), non aktifkan terjemahan menggunakan decorator `@no_translations` pada metode [`handle()`](#django.core.management.BaseCommand.handle) anda:

```
from django.core.management.base import BaseCommand, no_translations

class Command(BaseCommand):
    ...

    @no_translations
    def handle(self, *args, **options):
        ...
```

Sejak penonaktifan terjemahan membutuhkan akses untuk mengkonfigurasi pengaturan, decorator tidak dapat digunakan untuk perintah yang bekerja tanpa pengaturan yang dikonfigurasikan.

## Pengujian

Informasi pada bagaimana untuk mencoba penyesuaian pengelolaan perintah dapat ditemukan dalam [dokumen percobaan](/id/4.1/topics/testing/tools/#topics-testing-management-commands).

## Menimpa perintah

Django mendaftarkan perintah siap-pakai dan kemudian mencari untuk perintah dalam [`INSTALLED_APPS`](/id/4.1/ref/settings/#std-setting-INSTALLED_APPS) secara memutar. Selama pencarian, jika sebuah nama perintah menggandakan sebuah perintah sudah terdaftar, perintah baru yang ditemukan ditimpa dahulu.

Dengan kata lain, untuk menimpa sebuah perintah, perintah baru harus memiliki nama sama dan aplikasinya harus sebelum menimpa aplikasi perintah dalam [`INSTALLED_APPS`](/id/4.1/ref/settings/#std-setting-INSTALLED_APPS).

Perintah pengelolaan dari aplikasi pihak-ketiga yang telah tidak sengaja ditimpa dapat dibuat tersedia dibawah sebuah nama baru dengan membuat perintah baru di satu dari aplikasi proyek anda (diurutkan sebelum aplikasi pihak-ketiga dalam [`INSTALLED_APPS`](/id/4.1/ref/settings/#std-setting-INSTALLED_APPS)) yang mengimpor `Command` dari perintah ditimpa.

## Obyek perintah

#### `class BaseCommand`

Kelas dasar dari mana semua pengelolaan perintah akhirnya berasal.

Gunakan kelas ini jika anda ingin mengakses semua mekanisme yang mengurai argumen baris perintah dan bekerja kode apa untuk dipanggil dalam tanggapan; jika anda tidak butuh merubah kebiasaan apapun, pertimbangkan menggunakan satu dari [subclasses](#ref-basecommand-subclasses) nya.

Mensubkelaskan kelas [`BaseCommand`](#django.core.management.BaseCommand) membutuhkan bahwa anda menerapkan cara [`handle()`](#django.core.management.BaseCommand.handle).

### Atribut

Semua atribut dapat di setel dalam kelas turunan anda dan dapat digunakan dalam [subclasses](#ref-basecommand-subclasses) [`BaseCommand`](#django.core.management.BaseCommand).

#### `BaseCommand.help`

Deskripsi singkat dari perintah, dimana akan ditampilkan di pesan bantuan ketika pengguna eksekusi perintah `python manage.py help <command>`.

#### `BaseCommand.missing_args_message`

Jika perintah anda menentukan argumen penempatan wajib, anda dapat menyesuaikan pesan kesalahan yang dikembalikan dalam kasus argumen yang hilang. Awalnya adalah keluaran oleh [`argparse`](https://docs.python.org/3/library/argparse.html#module-argparse) ("terlalu sedikit argumen").

#### `BaseCommand.output_transaction`

Sebuah boolean menunjukkan apakah perintah keluaran pernyataan SQL; jika `True`, keluaran akan otomatis dibungkus dengan `BEGIN;` dan `COMMIT;`. Nilai awal adalah `False`.

#### `BaseCommand.requires_migrations_checks`

Sebuah boolean; jika `True`, memerintahkan mencetak sebuah peringatan jika pengaturan perpindahan pada cakram tidak cocok dengan perpindahan di basisdata. Sebuah peringatan tidak mencegah perintah dari penjalanan. Nilai awal adalah `False`.

#### `BaseCommand.requires_system_checks`

A list or tuple of tags, e.g. `[Tags.staticfiles, Tags.models]`. System
checks [registered in the chosen tags](/id/4.1/topics/checks/#registering-labeling-checks)
will be checked for errors prior to executing the command. The value
`'__all__'` can be used to specify that all system checks should be
performed. Default value is `'__all__'`.

#### `BaseCommand.style`

Sebuah atribut instance yang membantu membuat keluaran bewarna ketika menulis ke `stdout` atau `stderr`. Sebagai contoh:

```
self.stdout.write(self.style.SUCCESS('...'))
```

Lihat [Pewarnaan sintaksis](/id/4.1/ref/django-admin/#syntax-coloring) untuk mempelajari bagaimana merubah papan warna dan melihat gaya tersedia (gunakan versi huruf besar dari "roles" yang digambarkan dalam bagian itu).

Jika anda melewati pilihan [`--no-color`](/id/4.1/ref/django-admin/#cmdoption-no-color) ketika menjalankan perintah anda, semua pemanggilan `self.style()` akan mengembalikan deretan karakter asli tidak bewarna.

#### `BaseCommand.suppressed_base_arguments`

> **New in Django 4.0**

The default command options to suppress in the help output. This should be
a set of option names (e.g. `'--verbosity'`). The default values for the
suppressed options are still passed.

### Cara

[`BaseCommand`](#django.core.management.BaseCommand) mempunyai beberapa cara yang dapat dikesampingkan tetapi hanya cara [`handle()`](#django.core.management.BaseCommand.handle) harus diterapkan.

> **Menerapkan constructor dalam subkelas**
>
> Jika anda menerapkan `__init__` dalam subkelas anda dari [`BaseCommand`](#django.core.management.BaseCommand), anda harus memanggil `__init__` dari :class:BaseCommand:
>
> ```
> class Command(BaseCommand):
>     def __init__(self, *args, **kwargs):
>         super().__init__(*args, **kwargs)
>         # ...
> ```

#### `BaseCommand.create_parser(prog_name, subcommand, **kwargs)`

Mengembalikan instance `CommandParser`, yaitu sebuah subkelas [`ArgumentParser`](https://docs.python.org/3/library/argparse.html#argparse.ArgumentParser) dengan sedikit penyesuaian untuk Django.

Anda dapat menyesuaikan instance dengan menimpa metode ini dan memanggil `super()` dengan `kwargs` dari parameter [`ArgumentParser`](https://docs.python.org/3/library/argparse.html#argparse.ArgumentParser).

#### `BaseCommand.add_arguments(parser)`

Titik masukan untuk menambahkan pengurai argumen untuk menangani argumen baris perintah dilewati ke perintah. Penyesuaian perintah harus menimpa metode ini untuk menambah kedua argumen penempatan dan pilihan yang diterima oleh perintah. Memanggil `super()` tidak dibutuhkan ketika pengsubkelasan secara langsung `BaseCommand`.

#### `BaseCommand.get_version()`

Mengembalikan versi Django, yang seharusnya benar untuk semua perintah Django siap pakai. Perintah pasokan-pengguna dapat menimpa metode ini untuk mengembalikan versi mereka sendiri.

#### `BaseCommand.execute(*args, **options)`

Tries to execute this command, performing system checks if needed (as
controlled by the [`requires_system_checks`](#django.core.management.BaseCommand.requires_system_checks) attribute). If the command
raises a [`CommandError`](#django.core.management.CommandError), it's intercepted and printed to `stderr`.

> **Memanggil perintah pengelolaan di kode anda**
>
> `execute()` jangan dipanggil secara langsung dari kode anda untuk menjalankan sebuah perintah. Lebih baik gunakan [`call_command()`](/id/4.1/ref/django-admin/#django.core.management.call_command).

#### `BaseCommand.handle(*args, **options)`

Logika sebenarnya dari perintah. Subkelas harus menerapkan cara ini.

Itu mungkin mengembalikan sebuah string yang akan dicetak pada `stdout` (dibungkus oleh `BEGIN;` dan `COMMIT;` jika [`output_transaction`](#django.core.management.BaseCommand.output_transaction) adalah `True`).

#### `BaseCommand.check(app_configs=None, tags=None, display_num_errors=False)`

Uses the system check framework to inspect the entire Django project for
potential problems. Serious problems are raised as a [`CommandError`](#django.core.management.CommandError);
warnings are output to `stderr`; minor notifications are output to
`stdout`.

Jika `app_configs` dan `tags` keduanya `None`, semua pemeriksaan sistem dilakukan. `tags` dapat menjadi daftar dari etiket pemeriksaan, seperti `compatibility` atau `models`.

### Subkelas `BaseCommand`

#### `class AppCommand`

Sebuah pengelolaan perintah yang mengambil satu atau lebih label aplikasi terpasang sebagai argumen, dan melakukan sesuatu dengan masing-masing dari mereka.

Daripada menerapkan [`handle()`](#django.core.management.BaseCommand.handle),  subkelas harus menerapkan [`handle_app_config()`](#django.core.management.AppCommand.handle_app_config), yang akan dipanggil sekali untuk setiap aplikasi.

#### `AppCommand.handle_app_config(app_config, **options)`

Melakukan tindakan perintah untuk `app_config`, yang akan menjadi sebuah instance [`AppConfig`](/id/4.1/ref/applications/#django.apps.AppConfig) terhubung ke sebuah label aplikasi yang diberikan pada baris perintah.

#### `class LabelCommand`

Sebuah pengelolaan perintah yang mengambil satu atau lebih argumen (label) yang berubah-ubah pada baris perintah, dan melakukan sesuatu dengan masing-masing dari mereka.

Daripada menerapkan [`handle()`](#django.core.management.BaseCommand.handle),  subkelas harus menerapkan [`handle_label()`](#django.core.management.LabelCommand.handle_label), yang akan dipanggil sekali untuk setiap label.

#### `LabelCommand.label`

Sebuah string menggambarkan argumenberubah-ubah dilewatkan ke perintah. String digunakan dalam penggunaan teks dan pesan kesalahan dari perintah. Awalan pada `'label'`.

#### `LabelCommand.handle_label(label, **options)`

Melakukan tindakan perintah untuk `label`, yang akan menjadi deretan karakter seperti yang diberikan pada baris perintah.

### Perintah pengecualian

#### `exception CommandError(returncode=1)`

Kelas pengecualian mengindikasikan sebuah masalah selama menjalankan perintah pengelolaan.

If this exception is raised during the execution of a management command from a
command line console, it will be caught and turned into a nicely-printed error
message to the appropriate output stream (i.e., `stderr`); as a result,
raising this exception (with a sensible description of the error) is the
preferred way to indicate that something has gone wrong in the execution of a
command. It accepts the optional `returncode` argument to customize the exit
status for the management command to exit with, using [`sys.exit()`](https://docs.python.org/3/library/sys.html#sys.exit).

Jika sebuah pengelolaan perintah dipanggil dari kode melalui [`call_command()`](/id/4.1/ref/django-admin/#django.core.management.call_command), itu terserah kamu untuk menangkap pengecualian ketika dibutuhkan.
