{"title":"FAQ: Umum","version":"4.0","locale":"id","docname":"faq/general","url":"/id/4.0/faq/general/","canonical":"https://djangodocs.dev/id/4.0/faq/general/","summary":"Mengapa proyek ini ada? Link to this heading # Django grew from a very practical need: World Online, a newspaper web operation, is responsible for building…","html":"<h1>FAQ: Umum<a class=\"heading-anchor\" href=\"#faq-general\"><span class=\"visually-hidden\">Link to this heading</span><span aria-hidden=\"true\">#</span></a></h1>\n<section id=\"why-does-this-project-exist\">\n<h2>Mengapa proyek ini ada?<a class=\"heading-anchor\" href=\"#why-does-this-project-exist\"><span class=\"visually-hidden\">Link to this heading</span><span aria-hidden=\"true\">#</span></a></h2>\n<p>Django grew from a very practical need: World Online, a newspaper web\noperation, is responsible for building intensive web applications on journalism\ndeadlines. In the fast-paced newsroom, World Online often has only a matter of\nhours to take a complicated web application from concept to public launch.</p>\n<p>Pada saat bersamaan, pengembang jaringan World Online secara konsisten perfeksionis ketika datang untuk mengikut praktik terbaik dari pengembangan jaringan.</p>\n<p>In fall 2003, the World Online developers (Adrian Holovaty and Simon Willison)\nditched PHP and began using Python to develop its websites. As they built\nintensive, richly interactive sites such as Lawrence.com, they began to extract\na generic web development framework that let them build web applications more\nand more quickly. They tweaked this framework constantly, adding improvements\nover two years.</p>\n<p>Di musim panas 2005, World Online memutuskan sumber-terbuka perangkat lunak yang dihasilkan, Django. Django mungkin tidak memungkinkan tanpa seluruh rumah dari proyek sumber-terbuka -- <a class=\"reference external\" href=\"https://httpd.apache.org/\">Apache</a>, <a class=\"reference external\" href=\"https://www.python.org/\">Python</a>, dan <a class=\"reference external\" href=\"https://www.postgresql.org/\">PostgreSQL</a> dan kami senang dapat memberikan sesuatu kembali ke komunitas sumber-terbuka.</p>\n</section>\n<section id=\"what-does-django-mean-and-how-do-you-pronounce-it\">\n<h2>Apakah arti &quot;Django&quot;, dan bagaimana anda mengucapkannya?<a class=\"heading-anchor\" href=\"#what-does-django-mean-and-how-do-you-pronounce-it\"><span class=\"visually-hidden\">Link to this heading</span><span aria-hidden=\"true\">#</span></a></h2>\n<p>Django dinamai setelah <a class=\"reference external\" href=\"https://en.wikipedia.org/wiki/Django_Reinhardt\">Django Reinhardt</a>, gitaris jazz manouche dari 1930 sampai awal 1950. Sampai hari ini, dia dianggap satu dari gitaris terbaik sepanjang masa.</p>\n<p>Dengarkan musik dia. Anda akan menyukainya.</p>\n<p>Django diucapkan <strong>JANG</strong>-oh. Irama dengan FANG-oh. &quot;D&quot; adalah senyap.</p>\n<p>Kami juga merekam sebuah <a class=\"reference external\" href=\"https://www.red-bean.com/~adrian/django_pronunciation.mp3\">klip suara dari pengucapan</a>.</p>\n</section>\n<section id=\"is-django-stable\">\n<h2>Apakah Django stabil?<a class=\"heading-anchor\" href=\"#is-django-stable\"><span class=\"visually-hidden\">Link to this heading</span><span aria-hidden=\"true\">#</span></a></h2>\n<p>Ya, dia cukup stabil. Perusahaan seperti Disqus, Instagram, Pinterest, dan Mozilla telah menggunakan Django selama bertahun-tahun. Situs yang dibangun di Django telah mengalami lonjakan lalu lintas lebih 50 ribu pukulan per detik.</p>\n</section>\n<section id=\"does-django-scale\">\n<h2>Apakah Django luas?<a class=\"heading-anchor\" href=\"#does-django-scale\"><span class=\"visually-hidden\">Link to this heading</span><span aria-hidden=\"true\">#</span></a></h2>\n<p>Ya. Dibandingkan pada wakt pengembangan, perangkat keras adalah murah, dan Django dirancang untuk mengambil keuntungan sebanyak perangkat lunak anda dapat adakan.</p>\n<p>Django uses a &quot;shared-nothing&quot; architecture, which means you can add hardware\nat any level -- database servers, caching servers or web/application servers.</p>\n<p>Kerangka secara bersih memisahkan komponen seperti lapisan basisdatanya dan lapisan aplikasi. Dan dia dibungkus dengan sederhana namun kuat <a class=\"reference internal\" href=\"/id/4.0/topics/cache/\"><span class=\"doc\">kerangka tembolok</span></a>.</p>\n</section>\n<section id=\"who-s-behind-this\">\n<h2>Siapa dibelakang ini?<a class=\"heading-anchor\" href=\"#who-s-behind-this\"><span class=\"visually-hidden\">Link to this heading</span><span aria-hidden=\"true\">#</span></a></h2>\n<p>Django aslinya dikembangkan pada World Online, department jaringan dari surat kabar di Lawrence, Kansas, USA. Django sekarang dijalankan oleh <a class=\"reference external\" href=\"https://www.djangoproject.com/foundation/teams/\">team of volunteers</a>.</p>\n</section>\n<section id=\"how-is-django-licensed\">\n<h2>Bagaimana lisensi Django?<a class=\"heading-anchor\" href=\"#how-is-django-licensed\"><span class=\"visually-hidden\">Link to this heading</span><span aria-hidden=\"true\">#</span></a></h2>\n<p>Django didistribusikan di bawah <a class=\"extlink-source reference external\" href=\"https://github.com/django/django/blob/stable/4.0.x/LICENSE\">the 3-clause BSD license</a>. Ini adalah lisensi sumber terbuka yang memberikan izin luas untuk memodifikasi dan mendistribusikan kembali Django.</p>\n</section>\n<section id=\"why-does-django-include-python-s-license-file\">\n<h2>Mengapa Django memasukkan file lisensi Python?<a class=\"heading-anchor\" href=\"#why-does-django-include-python-s-license-file\"><span class=\"visually-hidden\">Link to this heading</span><span aria-hidden=\"true\">#</span></a></h2>\n<p>Django menyertakan kode dari pustaka standar Python. Python didistribusikan di bawah lisensi open source yang permisif. <a class=\"extlink-source reference external\" href=\"https://github.com/django/django/blob/stable/4.0.x/LICENSE.python\">A copy of the Python license</a> disertakan dengan Django untuk kepatuhan pada ketentuan Python.</p>\n</section>\n<section id=\"which-sites-use-django\">\n<h2>Situs mana menggunakan Django?<a class=\"heading-anchor\" href=\"#which-sites-use-django\"><span class=\"visually-hidden\">Link to this heading</span><span aria-hidden=\"true\">#</span></a></h2>\n<p><a class=\"reference external\" href=\"https://djangosites.org\">DjangoSites.org</a> menampilkan selalu tumbuh daftar dari situs ditenagai-Django.</p>\n</section>\n<section id=\"django-appears-to-be-a-mvc-framework-but-you-call-the-controller-the-view-and-the-view-the-template-how-come-you-don-t-use-the-standard-names\">\n<span id=\"faq-mtv\"></span><h2>Django muncul menjadi kerangka MVC, tetapi anda memanggil Controller &quot;view&quot;, dan View &quot;template&quot;. Bagaimana bisa anda tidak menggunakan nama standar?<a class=\"heading-anchor\" href=\"#django-appears-to-be-a-mvc-framework-but-you-call-the-controller-the-view-and-the-view-the-template-how-come-you-don-t-use-the-standard-names\"><span class=\"visually-hidden\">Link to this heading</span><span aria-hidden=\"true\">#</span></a></h2>\n<p>Baiklah, nama standar masih diperdebatkan.</p>\n<p>Dalam tafsiran kami dari MVC, &quot;view&quot; menggambarkan data yang mendapatkan dihadirkan ke pengguna. Itu tidak perlu <em>bagaimana</em> data <em>kelihatan</em>, tetapi <em>yang mana</em> data dihadirkan. View menggambarkan <em>data mana anda lihat</em>, bukan <em>bagaimana anda melihatnya.</em> Ini adalah perbedaan yang halus.</p>\n<p>Jadi, di kasus kami, sebuah &quot;view&quot; adalah fungsi panggilan kembali Python untuk URL khusus, karena fungsi panggilan kembali menggambarkan data mana yang dihadirkan.</p>\n<p>Lebih jauh, ini adalah bijaksana untuk memisahkan dari penyajian -- yaitu dimana cetakan masuk. Di Django, sebuah 'view&quot; menggambarkan data mana dihadirkan, tetapi view umumnya menugaskan ke sebuah cetakan, yang menggambarkan <em>bagaimana</em> data dihadirkan.</p>\n<p>Dimana &quot;controller&quot; cocok, lalu? Dalam kasus Django, itu mungkin kerangka kerja itu sendiri;  mesin-mesin yang mengirim sebuah permintaan ke tampilan yang sesuai, menurut konfigurasi URL Django.</p>\n<p>Jika anda sedang lapar untuk singkatan, anda mungkin berkata bahwa Django adalah kerangka kerja &quot;MTV&quot; -- yaitu &quot;model&quot;, &quot;template&quot;, dan &quot;view.&quot; Perincian tersebut jauh lebih masuk akal.</p>\n<p>Pada akhir dari hari, dia turun untuk menyelesaikan sesuatu. Dan, tanpa memperhatikan bagaimana hal-hal dinamai, Django menyelesaikan sesuatu dalam cara yang paling logis bagi kami.</p>\n</section>\n<section id=\"framework-x-does-feature-y-why-doesn-t-django\">\n<h2>&lt;Kerangka X&gt; melakukan &lt;fitur Y&gt; -- kenapa Django tidak?<a class=\"heading-anchor\" href=\"#framework-x-does-feature-y-why-doesn-t-django\"><span class=\"visually-hidden\">Link to this heading</span><span aria-hidden=\"true\">#</span></a></h2>\n<p>We're well aware that there are other awesome web frameworks out there, and\nwe're not averse to borrowing ideas where appropriate. However, Django was\ndeveloped precisely because we were unhappy with the status quo, so please be\naware that &quot;because &lt;Framework X&gt; does it&quot; is not going to be sufficient reason\nto add a given feature to Django.</p>\n</section>\n<section id=\"why-did-you-write-all-of-django-from-scratch-instead-of-using-other-python-libraries\">\n<h2>Kenapa anda menulis semua Django dari goresan, daripada menggunakan pustaka lain Django?<a class=\"heading-anchor\" href=\"#why-did-you-write-all-of-django-from-scratch-instead-of-using-other-python-libraries\"><span class=\"visually-hidden\">Link to this heading</span><span aria-hidden=\"true\">#</span></a></h2>\n<p>When Django was originally written, Adrian and Simon spent quite a bit of time\nexploring the various Python web frameworks available.</p>\n<p>Menurut pendapat kami, tidak satupun dari mereka benar-benar sampai tidak berguna</p>\n<p>Kami pilih-pilih. Anda mungkin bahkan memanggil kami perfeksionis. (Dengan tenggat waktu.)</p>\n<p>Berkali-kali, kami tersandung terhadap pustaka sumber-terbuka yang melakukan hal-hal kami telah terapkan. Itu sangat menenangkan untuk melihat orang lain mengatasi masalah-masalah yang mirip dalam cara yang mirip, tetapi itu terlambat untuk digabungkan diluar kode: Kami telah menulis, menguji dan menerapkan kerangka kerja kami sendiri dalam beberapa pengaturan produksi -- dan kode milik kami memenuhi kebutuhan kami dengan penuh kegembiraan.</p>\n<p>Dalam kebanyakan kasus, bagaimanapun, kami menemukan bahwa kerangka kerja/alat yang ada pasti mempunyai beberapa macam dasar, kesalahan fatal yang membuat kami mudah tersinggung. Tidak ada alat yang cocok dengan filosofi kami 100%</p>\n<p>Seperti kami katakan: Kami pemilih.</p>\n<p>Kami telah mendokumentasikan filosofi kami di <a class=\"reference internal\" href=\"/id/4.0/misc/design-philosophies/\"><span class=\"doc\">halaman rancangan filosofi</span></a>.</p>\n</section>\n<section id=\"is-django-a-content-management-system-cms\">\n<h2>Apakah Django content-management-system (CMS)?<a class=\"heading-anchor\" href=\"#is-django-a-content-management-system-cms\"><span class=\"visually-hidden\">Link to this heading</span><span aria-hidden=\"true\">#</span></a></h2>\n<p>No, Django is not a CMS, or any sort of &quot;turnkey product&quot; in and of itself.\nIt's a web framework; it's a programming tool that lets you build websites.</p>\n<p>Sebagai contoh, tidak masuk akal untuk membandingkan Django pada sesuatu seperti <a class=\"reference external\" href=\"https://www.drupal.org/\">Drupal</a>, karena Django adalah sesuatu anda gunakan untuk <em>membuat</em> hal-hal seperti Drupal.</p>\n<p>Ya, Situs admin otomatis Django luar biasa dan menghemat waktu -- tetapi situs admin adalah satu modul dari kerangka kerja Django. Lebih jauh, meskipun Django mempunyai kemudahan khusus untuk membangun aplikasi &quot;CMS-y&quot;, itu tidak berarti itu tidak sesuai untuk membangun aplikasi &quot;non-CMS-y&quot; (apapun itu artinya!).</p>\n</section>\n<section id=\"how-can-i-download-the-django-documentation-to-read-it-offline\">\n<h2>Bagaimana dapat Saya mengunduh dokumentasi Django untuk membacanya tanpa jaringan?<a class=\"heading-anchor\" href=\"#how-can-i-download-the-django-documentation-to-read-it-offline\"><span class=\"visually-hidden\">Link to this heading</span><span aria-hidden=\"true\">#</span></a></h2>\n<p>The Django docs are available in the <code class=\"docutils literal notranslate\"><span class=\"pre\">docs</span></code> directory of each Django tarball\nrelease. These docs are in reST (reStructuredText) format, and each text file\ncorresponds to a web page on the official Django site.</p>\n<p>Karena dokumentasinya adalah <a class=\"extlink-source reference external\" href=\"https://github.com/django/django/blob/stable/4.0.x/docs\">stored in revision control</a>, Anda dapat menelusuri perubahan dokumentasi seperti Anda dapat menelusuri perubahan kode.</p>\n<p>Secara teknis, dokumen pada situs Django dibangkitkan dari versi pengembangan terakhir dari dokumen reST itu, jadi dokumen pada situs Django mungkin menawarkan informasi lebih daripada dokumen yang datang dengan terbitan Django terakhir.</p>\n</section>\n<section id=\"how-do-i-cite-django\">\n<h2>Bagaimana Saya mengutip Django?<a class=\"heading-anchor\" href=\"#how-do-i-cite-django\"><span class=\"visually-hidden\">Link to this heading</span><span aria-hidden=\"true\">#</span></a></h2>\n<p>Sangatlah sulit memberikan bentuk kutipan resmi, untuk dua alasan: bentuk kutipan dapat beragam liar diantara pengumuman, dan standar kutipan untuk perangkat lunak masih masalah dari beberapa perdebatan.</p>\n<p>Sebagai contoh,  <a class=\"reference external\" href=\"https://apastyle.apa.org/\">gaya APA</a>, akan mendikte sesuatu seperti:</p>\n<div class=\"code-block\" data-language=\"default\"><div class=\"code-block-toolbar\"><span class=\"code-block-language\">Code</span><button type=\"button\" class=\"copy-button\" data-copy hidden><span class=\"copy-button-label\">Copy</span></button></div><pre role=\"group\" tabindex=\"0\" aria-label=\"Code code\"><code><span class=\"n\">Django</span> <span class=\"p\">(</span><span class=\"n\">Version</span> <span class=\"mf\">1.5</span><span class=\"p\">)</span> <span class=\"p\">[</span><span class=\"n\">Computer</span> <span class=\"n\">Software</span><span class=\"p\">]</span><span class=\"o\">.</span> <span class=\"p\">(</span><span class=\"mi\">2013</span><span class=\"p\">)</span><span class=\"o\">.</span> <span class=\"n\">Retrieved</span> <span class=\"kn\">from</span><span class=\"w\"> </span><span class=\"nn\">https</span><span class=\"p\">:</span><span class=\"o\">//</span><span class=\"n\">www</span><span class=\"o\">.</span><span class=\"n\">djangoproject</span><span class=\"o\">.</span><span class=\"n\">com</span><span class=\"o\">/.</span>\n</code></pre></div>\n<p>Bagaimanapun, panduan sebenarnya adalah apa yang penerbit anda akan terima, jadi dapatkan salinan dari panduan tersebut dan isi jarak sebaik anda bisa.</p>\n<p>Jika panduan gaya pemberian petunjuk anda membutuhkan sebuah nama penerbit, gunakan &quot;Django Software Foundation&quot;.</p>\n<p>Jika anda butuh tempat penerbitan, gunakan &quot;Lawrence, Kansas&quot;.</p>\n<p>Jika anda butuh alamat jaringan, gunakan <a class=\"reference external\" href=\"https://www.djangoproject.com/\">https://www.djangoproject.com/</a>.</p>\n<p>Jika anda butuh hanya nama, gunakan &quot;Django&quot;, tanpa ucapan apapun.</p>\n<p>Jika anda butuh tanggal penerbitan, gunakan tahun terbitan dari versi anda sedang acukan (sebagai contoh, 2013 untuk v1.5)</p>\n</section>","rootId":"faq-general","toc":[{"title":"Mengapa proyek ini ada?","anchor":"why-does-this-project-exist","children":[]},{"title":"Apakah arti \"Django\", dan bagaimana anda mengucapkannya?","anchor":"what-does-django-mean-and-how-do-you-pronounce-it","children":[]},{"title":"Apakah Django stabil?","anchor":"is-django-stable","children":[]},{"title":"Apakah Django luas?","anchor":"does-django-scale","children":[]},{"title":"Siapa dibelakang ini?","anchor":"who-s-behind-this","children":[]},{"title":"Bagaimana lisensi Django?","anchor":"how-is-django-licensed","children":[]},{"title":"Mengapa Django memasukkan file lisensi Python?","anchor":"why-does-django-include-python-s-license-file","children":[]},{"title":"Situs mana menggunakan Django?","anchor":"which-sites-use-django","children":[]},{"title":"Django muncul menjadi kerangka MVC, tetapi anda memanggil Controller \"view\", dan View \"template\". Bagaimana bisa anda tidak menggunakan nama standar?","anchor":"django-appears-to-be-a-mvc-framework-but-you-call-the-controller-the-view-and-the-view-the-template-how-come-you-don-t-use-the-standard-names","children":[]},{"title":"<Kerangka X> melakukan <fitur Y> -- kenapa Django tidak?","anchor":"framework-x-does-feature-y-why-doesn-t-django","children":[]},{"title":"Kenapa anda menulis semua Django dari goresan, daripada menggunakan pustaka lain Django?","anchor":"why-did-you-write-all-of-django-from-scratch-instead-of-using-other-python-libraries","children":[]},{"title":"Apakah Django content-management-system (CMS)?","anchor":"is-django-a-content-management-system-cms","children":[]},{"title":"Bagaimana dapat Saya mengunduh dokumentasi Django untuk membacanya tanpa jaringan?","anchor":"how-can-i-download-the-django-documentation-to-read-it-offline","children":[]},{"title":"Bagaimana Saya mengutip Django?","anchor":"how-do-i-cite-django","children":[]}],"breadcrumbs":[{"docname":"faq/index","title":"FAQ Django","url":"/id/4.0/faq/"}],"prev":{"docname":"faq/index","title":"FAQ Django","url":"/id/4.0/faq/"},"next":{"docname":"faq/install","title":"FAQ: Pemasangan","url":"/id/4.0/faq/install/"},"formats":{"html":"/id/4.0/faq/general/","markdown":"/id/4.0/faq/general.md","json":"/id/4.0/faq/general.json"},"source":"https://github.com/django/django/blob/stable/4.0.x/docs/faq/general.txt","official":"https://docs.djangoproject.com/id/4.0/faq/general/","inVersions":["6.1","6.0","5.2","5.1","5.0","4.2","4.1","4.0","3.2","3.1","3.0","2.2","2.1","2.0","1.11","1.10","1.9"],"inLocales":["en","zh-hans","fr","ja","id","it","pt-br","ko","es","el","pl"]}