---
title: "Satuan percobaan"
version: 3.0
locale: id
source: https://docs.djangoproject.com/id/3.0/internals/contributing/writing-code/unit-tests/
canonical: https://djangodocs.dev/id/3.0/internals/contributing/writing-code/unit-tests/
---
# Satuan percobaan

Django datang dengan deretan percobaan dia sendiri, di pelipat `tests` dari kode dasar. Itu kebijakan kami untuk memastikan semua percobaan selalu lolos.

Kami menghargai apapun dan semua bantuan pada deretan percobaan!

Percobaan Django semua menggunakan infrastruktur percobaan yang dikirim dengan Django untuk aplikasi percobaan. Lihat [Menulis dan menjalankan percobaan](/id/3.0/topics/testing/overview/) untuk sebuah penjelasan bagaimana menulis percobaan baru.

## Menjalankan satuan percobaan

### Mulai cepat

Pertama, [fork Django on GitHub](https://github.com/django/django/fork).

Kedua, buat dan aktifkan lingkungan maya. Jika anda tidak akrab dengan bagaimana melakukan itu, baca [contributing tutorial](/id/3.0/intro/contributing/) kami.

Selanjutnya, kloning cabang anda, pasang beberapa persyaratan, dan jalankan percobaan:

```console
$ git clone https://github.com/YourGitHubName/django.git django-repo
$ cd django-repo/tests
$ python -m pip install -e ..
$ python -m pip install -r requirements/py3.txt
$ ./runtests.py
```

*Windows*

```doscon
...\> git clone https://github.com/YourGitHubName/django.git django-repo
...\> cd django-repo\tests
...\> py -m pip install -e ..
...\> py -m pip install -r requirements\py3.txt
...\> runtests.py
```

Memasang membutuhkan akan sepertinya membutuhkan beberapa paket sistem operasi dimana komputer anda tidak dipasang. Anda dapat biasanya mencari tahu paket mana untuk dipasang dengan melakukan pencarian Jaringan untuk baris terakhir atau selanjutnya dari pesan kesalahan. Coba menambahkan sistem operasi anda pada permintaan pencarian jika dibutuhkan.

Jika anda mempunyai masalah memasang persyaratan, anda dapat melewatkan langkah itu. Lihat [Menjalankan semua percobaan](#running-unit-tests-dependencies) untuk rincian pada memasang pilihan percobaan ketergantungan. Jika anda tidak mempunyai pilihan ketergantungan terpasang, percobaan yang membutuhkan itu akan dilewatkan.

Menjalankan percobaan membutuhkan modul pengaturan Django yang menentukan basisdata yang digunakan. Untuk membantu anda memulai, Django menyediakan dan menggunakan contoh modul pengaturan yang menggunakan basisdata SQLite. Lihat [Gunakan modul pengaturan lain](#running-unit-tests-settings) untuk mempelajari bagaimana menggunakan modul pengaturan berbeda untuk menjalankan percobaan dengan basisdata berbeda.

Mempunyai masalah? Lihat [Menyelesaikan masalah](#troubleshooting-unit-tests) untuk beberapa masalah umum.

### Menjalankan percobaan menggunakan `tox`

[Tox](https://tox.readthedocs.io/) adalah sebuah alat untuk menjalankan lingkungan maya berbeda. Django menyertakan `tox.ini` dasar yang mengotomatisasi beberapa pemeriksaan dimanapeladen pembangun kami berkinerja pada pull request. Untuk menjalankan satuan percobaan dan pemeriksaan lain (seperti [import sorting](/id/3.0/internals/contributing/writing-code/coding-style/#coding-style-imports), the [documentation spelling checker](/id/3.0/internals/contributing/writing-documentation/#documentation-spelling-check), and [code formatting](/id/3.0/internals/contributing/writing-code/coding-style/#coding-style-python)), pasang dan jalankan perintah `tox` dari tempat appun dalam pohon sumber Django:

```console
$ python -m pip install tox
$ tox
```

*Windows*

```doscon
...\> py -m pip install tox
...\> tox
```

Secara awalan, `tox` menjalankan deretan percobaan dengan gabungan berkas pengaturan untuk SQLite, `flake8`, `isort`, dan dokumentasi pemeriksa pengejaan. Sebagai tambahan pada ketergantungan sistem dicatat ditempat lain dalam dokumentasi ini, perintah `python3` harus di jalur anda dan terkait ke versi sesuai dari Python. Daftar dari lingkungan awalan dapat dilihat sebagai berikut:

```console
$ tox -l
py3
flake8
docs
isort
```

*Windows*

```doscon
...\> tox -l
py3
flake8
docs
isort
```

#### Mencoba versi Python lain dan backend basisdata

Sebagai tambahan pada lingkungan awal, `tox` mendukung menjalankan deretan satuan percobaan untuk versi lain Python dan backend basisdata lain. Sejak deretan percobaan Django tidak menggabungkan berkas pengaturan untuk backend basisdata selain dari SQLite, bagaimanapun, anda harus [create and provide your own test settings](#running-unit-tests-settings). Sebagai contoh, untuk menjalankan percobaan pada Python 3.7 menggunakan PostgreSQL:

```console
$ tox -e py37-postgres -- --settings=my_postgres_settings
```

*Windows*

```doscon
...\> tox -e py37-postgres -- --settings=my_postgres_settings
```

Perintah ini menyetel lingkungan maya Python 3.7, memasang ketergantungan deretan percobaan Django (termasuk untuk PostgreSQL), dan memanggil `runtests.py` dengan argumen didukung (dalam kasus ini, `--settings=my_postgres_settings`).

Sisa dari dokumentasi ini menunjukkan perintah untuk menjalankan percobaan tanpa `tox`, bagaimanapun, pilihan apapun dilewatkan ke `runtests.py` dapat juga dilewatkan ke `tox` dengan menaruh di awalan daftar argumen dengan `--`, seperti diatas.

Tox juga menghormati variabel lingkungan `DJANGO_SETTINGS_MODULE`, jika disetel. Sebagai contoh, berikut setara oada perintah diatas:

```console
$ DJANGO_SETTINGS_MODULE=my_postgres_settings tox -e py35-postgres
```

Pengguna Windows harus menggunakan:

```doscon
...\> set DJANGO_SETTINGS_MODULE=my_postgres_settings
...\> tox -e py35-postgres
```

#### Menjalankan percobaan JavaScript

Django includes a set of [JavaScript unit tests](/id/3.0/internals/contributing/writing-code/javascript/#javascript-tests) for
functions in certain contrib apps. The JavaScript tests aren't run by default
using `tox` because they require `Node.js` to be installed and aren't
necessary for the majority of patches. To run the JavaScript tests using
`tox`:

```console
$ tox -e javascript
```

*Windows*

```doscon
...\> tox -e javascript
```

Perintah ini menjalankan `npm install` untuk memastikan persyaratan percobaan terperbaharui dan kemudian menjalankan `npm test`.

### Menjalankan percobaan menggunakan `django-docker-box`

[django-docker-box](https://github.com/django/django-docker-box) mengizinkan anda menjalankan deretan percobaan terhadap semua basisdata yang didukung dan versi python. Lihat halaman proyek [django-docker-box](https://github.com/django/django-docker-box) untuk pemasangan dan petunjuk penggunaan.

### Gunakan modul `pengaturan` lain

Modul pengaturan disertakan (`tests/test_sqlite.py`) mengizinkan anda menjalankan deretan percobaan menggunakan SQLite. Jika anda ingin menjalankan percobaan menggunakan basisdata berbeda, anda akan butuh menentukan berkas pengaturan anda. Beberapa percobaan, seperti itu untuk `contrib.postgres`, adalah khusus untuk backend basisdata tertentu dan akan dilewati jika berjalan dengan backend berbeda.

Untuk menjalankan percobaan dengan pengaturan berbeda, pastikan bahwa modul berada di `PYTHONPATH` anda dan lewati modul dengan `--settings`.

Pengaturan [`DATABASES`](/id/3.0/ref/settings/#std-setting-DATABASES) dalam modul pengaturan percobaan apapun butuh menentukan dua basisdata:

- Basisdata `default`. Basisdata ini harus menggunakan backend yang anda ingin menggunakan untuk percobaan utama.
- Sebuah basisdata dengan nama lain `other`. Basisdata `other` digunakan untuk mencoba permintaan itu dapat dialihkan ke basisdata berbeda. Basisdata ini harus menggunakan backend sama seperti `default`, dan itu harus mempunyai nama berbeda.

Jika anda menggunakan backend yang bukan SQLite, anda akan butuh menyediakan rincian lain untuk setiap basisdata:

- Pilihan [`USER`](/id/3.0/ref/settings/#std-setting-USER) butuh menentukan akun pengguna yang ada ntuk basisdata. Bahwa pengguna butuh perizinan untuk menjalankan `CREATE DATABASE` sehingga basisdata percobaan dapat dibuat.
- Pilihan [`PASSWORD`](/id/3.0/ref/settings/#std-setting-PASSWORD) butuh disediakan sandi untuk the [`USER`](/id/3.0/ref/settings/#std-setting-USER) yang telah ditentukan.

Basisdata percobaan mendapatkan nama-nama mereka dengan mengawali `test_` pada nilai dari pengaturan [`NAME`](/id/3.0/ref/settings/#std-setting-NAME) untuk basisdata ditentukan di [`DATABASES`](/id/3.0/ref/settings/#std-setting-DATABASES). Basisdata percobaan ini dihapus ketika percobaan selesai.

Anda akan juga butuh memastikan bahwa basisdata anda menggunakan UTF-8 sebagai kumpulan karakter awal. Jika peladen basisdata anda tidak menggunakan UTF-8 sebagai kumpulan karakter awal, anda akan butuh menyertakan sebuah nilai untuk [`CHARSET`](/id/3.0/ref/settings/#std-setting-TEST_CHARSET) di kamus pengaturan untuk basisdata yang berlaku.

### Menjalankan hanya beberapa untuk percobaan

Deretan percobaan keseluruhan Django perlu waktu untuk berjalan, dan menjalankan setiap percobaan tunggal yang dapat berulang jika, katakan, anda cukup menambahkan percobaan pada Django yang anda ingin jalankan secara cepat tanpa menjalankan yang lainnya. Anda dapat menjalankan subkumpulan dari satuan percobaan dengan menambahkan nama-nama dari modul percobaan pada `runtests.py` di baris perintah.

Sebagai contoh, jika anda ingin menjalankan percobaan hanya untuk hubugnan umum dan internasionalisasi, ketik:

```console
$ ./runtests.py --settings=path.to.settings generic_relations i18n
```

*Windows*

```doscon
...\> runtests.py --settings=path.to.settings generic_relations i18n
```

Bagaimana anda menemukan nama-nama dari percobaan perorangan? Lihat di `tests/` — setiap nama pelipat ada nama dari percobaan.

Jika anda hanya ingin menjalankan hanya kelas tertentu dari percobaan, anda dapat menentukan daftar jalur pada masing-masing kelas percobaan. Sebgai contoh, untuk menjalankan `TranslationTests` dari modul `i18n`, ketik:

```console
$ ./runtests.py --settings=path.to.settings i18n.tests.TranslationTests
```

*Windows*

```doscon
...\> runtests.py --settings=path.to.settings i18n.tests.TranslationTests
```

Melampaui itu, anda dapat menentukan metode percobaan sendiri seperti ini:

```console
$ ./runtests.py --settings=path.to.settings i18n.tests.TranslationTests.test_lazy_objects
```

*Windows*

```doscon
...\> runtests.py --settings=path.to.settings i18n.tests.TranslationTests.test_lazy_objects
```

Anda dapat menjalankan percobaan dimulai pada menentukan modul tingkat-atas dengan pilihan `--start-at`. Sebagai contoh:

```console
$ ./runtests.py --start-at=wsgi
```

*Windows*

```doscon
...\> runtests.py --start-at=wsgi
```

Anda dapat juga menjalankan percobaan dimulai setelah modul tingkat-atas ditentukan dengan pilihan `--start-after`. Sebagai contoh:

```console
$ ./runtests.py --start-after=wsgi
```

*Windows*

```doscon
...\> runtests.py --start-after=wsgi
```

Catat bahwa pilihan `--reverse` tidak berpengaruh pada pilihan `--start-at` atau `--start-after`. Bahkan pilihan ini tidak dapat digunakan dengan label percobaan.

### Menjalankan percobaan Selenium

Beberapa percobaan membutuhkan Selenium dan peramban Jaringan. Untuk menjalankan percobaan ini, anda harus memasang paket [selenium](https://pypi.org/project/selenium/) dan menjalankan percobaan dengan pilihan `--selenium=<BROWSERS>`. Sebagai contoh, jika anda memiliki Firefox dan Google Chrome terpasang:

```console
$ ./runtests.py --selenium=firefox,chrome
```

*Windows*

```doscon
...\> runtests.py --selenium=firefox,chrome
```

Lihat paket [selenium.webdriver](https://github.com/SeleniumHQ/selenium/tree/master/py/selenium/webdriver) untuk daftar perambah tersedia.

Menentukan `--selenium` otomatis menyetel `--tags=selenium` untuk berjalan hanya percobaan yang membutuhkan selenium.

Beberapa peramban (yaitu Chrome atau Firefox) mendukung percobaan tanpa kepala, yang dapat lebih cepat dan lebih stabil. Tambah pilihan `--headless` untuk mengaktifkan suasana ini.

### Menjalankan semua percobaan

Jika anda ingin menjalankan deretan lengkap dari percobaan, anda akan butuh memasang sejumlah ketergantungan:

- [argon2-cffi](https://pypi.org/project/argon2_cffi/) 16.1.0+
- [asgiref](https://pypi.org/project/asgiref/) 3.2+ (dibutuhkan)
- [bcrypt](https://pypi.org/project/bcrypt/)
- [docutils](https://pypi.org/project/docutils/)
- [geoip2](https://pypi.org/project/geoip2/)
- [jinja2](https://pypi.org/project/jinja2/) 2.7+
- [numpy](https://pypi.org/project/numpy/)
- [Pillow](https://pypi.org/project/Pillow/) 4.2.0+
- [PyYAML](https://pyyaml.org/wiki/PyYAML)
- [pytz](https://pypi.org/project/pytz/) (wajib)
- [pywatchman](https://pypi.org/project/pywatchman/)
- [setuptools](https://pypi.org/project/setuptools/)
- [memcached](https://memcached.org/), ditambah [supported Python binding](/id/3.0/topics/cache/#memcached)
- [gettext](https://www.gnu.org/software/gettext/manual/gettext.html) ([gettext pada Windows](/id/3.0/topics/i18n/translation/#gettext-on-windows))
- [selenium](https://pypi.org/project/selenium/)
- [sqlparse](https://pypi.org/project/sqlparse/) 0.2.2+ (dibutuhkan)
- [tblib](https://pypi.org/project/tblib/) 1.5.0+

Anda dapat menemukan ketergantungan ini di [pip requirements files](https://pip.pypa.io/en/latest/user_guide/#requirements-files) didalam direktori `tests/requirements` dari pohon sumber Django dan pasang mereka seperti itu:

```console
$ python -m pip install -r tests/requirements/py3.txt
```

*Windows*

```doscon
...\> py -m pip install -r tests\requirements\py3.txt
```

Jika anda menjumpai sebuah kesalahan selama pemasangan, sistem anda mungkin kehilangan ketergantungan dari satu atau lebih paket-paket Python. Rundingkan dokumentasi paket-paket gagal atau cari Jaringan dengan pesan kesalahan yang anda jumpai.

Anda dapat juga memasang pencocok basisdata dari pilihan anda menggunakan oracle.txt\`, `mysql.txt`, atau `postgres.txt`.

Jika anda ingin mencoba backend penyimpanan memcache, anda akan juga butuh menentukan pengaturan [`CACHES`](/id/3.0/ref/settings/#std-setting-CACHES) yang menunjuk pada contoh memcache anda.

Untuk menjalankan percobaan GeoDjango, anda akan butuh untuk [setup a spatial database and install the Geospatial libraries](/id/3.0/ref/contrib/gis/install/).

Masing-masing ketergantungan ini adalah pilihan. Jika anda kehilangan salah satu dari mereka, percobaan terkait akan dilewati.

Untuk menjalankan beberapa percobaan dimuat otomatis, anda akan butuh memasang layanan [Watchman](https://facebook.github.io/watchman/).

### Cakupan kode

Pembantu mendorong menjalankan cakupan pada deretan percobaan untuk mencirikan kawasan yang butuh percobaan tambahan. Pemasangan alat cakupan dan penggunaan digambarkan dalam [testing code coverage](/id/3.0/topics/testing/advanced/#topics-testing-code-coverage).

Cakupan harus berjalan dalam proses tunggal untuk mendapatkan statistik akurat. Untuk menjalankan cakupan pada deretan percobaan Django menggunakan pengaturan percobaan standar:

```console
$ coverage run ./runtests.py --settings=test_sqlite --parallel=1
```

*Windows*

```doscon
...\> coverage run runtests.py --settings=test_sqlite --parallel=1
```

Setelah menjalankan cakupan, bangkitkan laporan html dengan menjalankan:

```console
$ coverage html
```

*Windows*

```doscon
...\> coverage html
```

Ketika menjalankan cakupan untuk percobaan Django, pengaturan `.coveragerc` yang disertakan menentukan `coverage_html` sebagai pelipat keluaran untuk laporan dan juga mengecualikan beberapa pelipat tidak terkait pada hasil (kode percobaan atau kode dikecualikan disertakan di Django).

## Aplikasi bantuan

Percobaan untuk aplikasi bantuan dapat ditemukan dalam pelipat `tests/`, khususnya dibawah `<app_name>_tests`. Sebagai contoh, percobaan untuk `contrib.auth` ditempatkan dalam `tests/auth_tests`.

## Menyelesaikan masalah

### Deretan percobaan menggantung atau menunjukkan kegagalan pada cabang `master`

Pastikan anda memiliki titik terbitan terakhir dari [supported Python version](/id/3.0/faq/install/#faq-python-version-support), sejak sering ada kesalahan dalam versi sebelumnya yang mungkin menyebabkan deretan percobaan gagal atau menggantung.

Pada **macOS** (High Sierra dan versi terbaru), anda mungkin melihat pesan ini tercatat, setelah itu percobaan menggantung:

```
objc[42074]: +[__NSPlaceholderDate initialize] may have been in progress in
another thread when fork() was called.
```

Untuk menghindari kumpulan variabel lingkungan `OBJC_DISABLE_INITIALIZE_FORK_SAFETY` ini, sebagai contoh:

```
$ OBJC_DISABLE_INITIALIZE_FORK_SAFETY=YES ./runtests.py
```

Atau tambah `export OBJC_DISABLE_INITIALIZE_FORK_SAFETY=YES` ke berkas awal shell anda (contoh `~/.profile`).

### Banyak percobaan gagal dengan `UnicodeEncodeError`

Jika paket `locales` tidak terpasang, beberapa percobaan akan gagal dengan `UnicodeEncodeError`.

Anda dapat menyelesaikan ini pada sistem berdasarkan-Debian, sebagai contoh, dengan menjalankan:

```console
$ apt-get install locales
$ dpkg-reconfigure locales
```

Anda dapat mengatasi ini untuk sistem macOS dengan mengkonfigurasi lokal shell anda:

```console
$ export LANG="en_US.UTF-8"
$ export LC_ALL="en_US.UTF-8"
```

Jalankan perintah `locale` untuk menegaskan perubahan. Pilihannya, tambah perintah ekpos tersebut pada berkas awalan shell anda (sebagai contoh `~/.bashrc` untuk Bash) untuk menghindari mengetik kembali mereka.

### Percobaan hanya gagal di kombinasi

Dalam hal sebuah percobaan lulus ketika berjalan di pemisahan tetapi gagal dalam deretan keseluruhan, kami mempunyai beberapa alat untuk membantu menganalisa masalah.

Pilihan `--bisect` dari `runtests.py` akan menjalankan  percobaan kegagalan selama separuh kumpulan percobaan yang dijalankan bersama-sama pada setiap putaran, sering membuatnya memungkinkan untuk mencirikan sejumlah kecil dari percobaan yang mungkin terkait terhadap kegagalan.

Sebagai contoh, misalkan bahwa percobaan gagal yang berkerja pada miliknya sendiri adalah `ModelTest.test_eq`, kemudian menggunakan:

```console
$ ./runtests.py --bisect basic.tests.ModelTest.test_eq
```

*Windows*

```doscon
...\> runtests.py --bisect basic.tests.ModelTest.test_eq
```

akan mencoba menentukan percobaan yang mencampuri dengan satu yang diberikan. Pertama, percobaan berjalan dengan babak pertama dari deretan percobaan. Jika kegagalan muncul, babak pertama dari deretan percobaan dipisah dalam dua kelompok dan setiap kelompok berjalan dengan percobaan yang ditentukan. Jika tidak ada kegagalan dengan babak pertama dari deretan percobaan, babak kedua dari deretan percobaan berjalan dengan percobaan yang ditentukan dan dipisah dengan benar seperti digambarkan di awal. Pengolahan berulang sampai kumpulan percobaan kegagalan kecil.

Pilihan `--pair` menjalankan percobaan diberikan bersama setiap percobaan lain dari deretan, membiarkan anda memeriksa jika percobaan lain mempunyai pengaruh-samping yang menyebabkan kegagalan. Jadi:

```console
$ ./runtests.py --pair basic.tests.ModelTest.test_eq
```

*Windows*

```doscon
...\> runtests.py --pair basic.tests.ModelTest.test_eq
```

akan memperbaiki `test_eq` dengan setiap label percobaan.

Dengan kedua `--bisect` dan `--pair`, jika anda sudah menduga kasus mana yang mungkin bertanggung jawab terhadap kegagalan, anda mungkin membatasi percobaan pada analisa-silang dengan [specifying further test labels](#runtests-specifying-labels) setelah yang pertama:

```console
$ ./runtests.py --pair basic.tests.ModelTest.test_eq queries transactions
```

*Windows*

```doscon
...\> runtests.py --pair basic.tests.ModelTest.test_eq queries transactions
```

Anda dapat juga mencoba menjalankan kumpulan percobaan di kebalikan menggunakan pilihan `--reverse` agar mengecek bahwa penjalanan percobaan dalam urutan berbeda tidak menyebabkan masalah apapun:

```console
$ ./runtests.py basic --reverse
```

*Windows*

```doscon
...\> runtests.py basic --reverse
```

### Melihat permintaan SQL berjalan selama percobaan

Jika anda berharap menguji SQL yang sedang berjalan dalam kegagalan percobaan, anda dapat menyalakan [SQL logging](/id/3.0/topics/logging/#django-db-logger) menggunakan pilihan `--debug-sql`. Jika anda menggabungkan ini dengan `--verbosity=2`, semua permintaan SQL akan mengeluarkan:

```console
$ ./runtests.py basic --debug-sql
```

*Windows*

```doscon
...\> runtests.py basic --debug-sql
```

### Melihat melacak kembali penuh dari kegagalan percobaan

Secara awalan percobaan berjalan paralel dengan satu proses per inti. Ketika percobaan berjalan secara paralel, anda hanya akan melihat potongan melacak belakang untuk kegagalan percobaan apapun. Anda dapat menyesuaikan perilaku ini dengan pilihan `--parallel`:

```console
$ ./runtests.py basic --parallel=1
```

*Windows*

```doscon
...\> runtests.py basic --parallel=1
```

Anda dapat juga menggunakan variabel lingkungan `DJANGO_TEST_PROCESSES` untuk tujuan ini.

## Tip untuk menulis percobaan

### Mengasingkan pendaftaran model

Untuk menghindari registrar [`apps`](/id/3.0/ref/applications/#django.apps.apps) global dan mencegah pembuatan tabel tidak diperlukan, model ditentukan dalam cara percobaan harus diikat ke instance `Apps` sementara:

```python
from django.apps.registry import Apps
from django.db import models
from django.test import SimpleTestCase

class TestModelDefinition(SimpleTestCase):
    def test_model_definition(self):
        test_apps = Apps(['app_label'])

        class TestModel(models.Model):
            class Meta:
                apps = test_apps
        ...
```

#### `django.test.utils.isolate_apps(*app_labels, attr_name=None, kwarg_name=None)`

Sejak corak ini melibatkan banyak boilerplate, Django menyediakan penghias [`isolate_apps()`](#django.test.utils.isolate_apps). Itu digunakan seperti ini:

```python
from django.db import models
from django.test import SimpleTestCase
from django.test.utils import isolate_apps

class TestModelDefinition(SimpleTestCase):
    @isolate_apps('app_label')
    def test_model_definition(self):
        class TestModel(models.Model):
            pass
        ...
```

> **Mengatur app_label**
>
> Model ditentukan dalam cara percobaan dengan tidak eksplisit [`app_label`](/id/3.0/ref/models/options/#django.db.models.Options.app_label) secara otomatis diberikan label dari aplikasi dimana kelas percobaan mereka ditempatkan.
>
> Untuk memastikan model ditentukan dalam konteks instance [`isolate_apps()`](#django.test.utils.isolate_apps) dengan benar dipasang, anda harus lolos kumpulan `app_label` ditargetkan sebagai argumen:
>
> *tests/app\_label/tests.py*
>
> ```python
> from django.db import models
> from django.test import SimpleTestCase
> from django.test.utils import isolate_apps
>
> class TestModelDefinition(SimpleTestCase):
>     @isolate_apps('app_label', 'other_app_label')
>     def test_model_definition(self):
>         # This model automatically receives app_label='app_label'
>         class TestModel(models.Model):
>             pass
>
>         class OtherAppModel(models.Model):
>             class Meta:
>                 app_label = 'other_app_label'
>         ...
> ```

Penghias dapat juga diberlakukan ke kelas-kelas:

```python
from django.db import models
from django.test import SimpleTestCase
from django.test.utils import isolate_apps

@isolate_apps('app_label')
class TestModelDefinition(SimpleTestCase):
    def test_model_definition(self):
        class TestModel(models.Model):
            pass
        ...
```

Instance `Apps` sementara digunakan untuk mengasingkan pendaftaran model dapat ditarik sebagai sebuah atribut ketika digunakan sebagai kelas penghias dengan menggunakan parameter `attr_name`:

```python
from django.db import models
from django.test import SimpleTestCase
from django.test.utils import isolate_apps

@isolate_apps('app_label', attr_name='apps')
class TestModelDefinition(SimpleTestCase):
    def test_model_definition(self):
        class TestModel(models.Model):
            pass
        self.assertIs(self.apps.get_model('app_label', 'TestModel'), TestModel)
```

Atau sebagai sebuah argumen pada cara percobaan ketika digunakan sebagai cara penghias dengan menggunakan parameter `kwarg_name`:

```python
from django.db import models
from django.test import SimpleTestCase
from django.test.utils import isolate_apps

class TestModelDefinition(SimpleTestCase):
    @isolate_apps('app_label', kwarg_name='apps')
    def test_model_definition(self, apps):
        class TestModel(models.Model):
            pass
        self.assertIs(apps.get_model('app_label', 'TestModel'), TestModel)
```
