---
title: "Kerangka peta situs"
version: 2.2
locale: id
source: https://docs.djangoproject.com/id/2.2/ref/contrib/sitemaps/
canonical: https://djangodocs.dev/id/2.2/ref/contrib/sitemaps/
---
# Kerangka peta situs

Django datang dengan kerangka kerja membangkitkan-peta situs tingkat-tinggi yang membuat pembuatan berkas-berkas XML [sitemap](https://www.sitemaps.org/) mudah.

## Ikhtisar

Sebuah peta situs adalah sebuah berkas file pada situs jaringan anda yang memberitahu pengindeks mesin-pencari seberapa sering halaman anda berubah dan seberapa "penting" halaman tertentu berada dalam hubungan ke halaman lain pada situs anda. Informasi ini membantu mesin pencari mengindeks situs anda.

Kerangka kerja peta situs Django mengotomatiskan pembuatan dari berkas XML ini dengan membiarkan anda menyatakan informasi ini di kode Python.

Ini sangat mirip [syndication framework](/id/2.2/ref/contrib/syndication/)  Django. Untuk membuat sebuah peta situs, cukup tulis sebuah kelas [`Sitemap`](#django.contrib.sitemaps.Sitemap) dan menunjuk ke itu dalam [URLconf](/id/2.2/topics/http/urls/) anda.

## Pemasangan

Untuk memasang aplikasi peta situs, ikuti langkah-langkah ini:

1. Tambah `'django.contrib.sitemaps'` ke pengaturan [`INSTALLED_APPS`](/id/2.2/ref/settings/#std-setting-INSTALLED_APPS) anda.
2. Pastikan pengaturan anda [`TEMPLATES`](/id/2.2/ref/settings/#std-setting-TEMPLATES) mengandung sebuah backend `DjangoTemplates` yang pilihan `APP_DIRS` disetel menjadi `True`. Itu ada disana secara awalan, jadi anda hanya akan butuh merubah ini jika anda yelah merubah pengaturan itu.
3. Pastikan anda telah memasang [`sites framework`](/id/2.2/ref/contrib/sites/#module-django.contrib.sites).

(Catat: Aplikasi peta situs tidak memasang tabel-tabel basisdata apapun. Alasan satu-satunya itu butuh it needs untuk masuk [`INSTALLED_APPS`](/id/2.2/ref/settings/#std-setting-INSTALLED_APPS) adalah sehingga pemuat cetakan:func:~django.template.loaders.app\_directories.Loader dapat menemukan cetakan-cetakan awalan.)

## Inisialisasi

#### `views.sitemap(request, sitemaps, section=None, template_name='sitemap.xml', content_type='application/xml')`

Untuk mengaktifkan pembangkitan peta situs pada situs Django anda, tambah baris ini ke [URLconf](/id/2.2/topics/http/urls/) anda:

```
from django.contrib.sitemaps.views import sitemap

path('sitemap.xml', sitemap, {'sitemaps': sitemaps},
     name='django.contrib.sitemaps.views.sitemap')
```

Ini mengatakan Django membangun sebuah peta situs ketika seorang klien mengakses `/sitemap.xml`.

Nama dari berkas peta situs adalah tidak penting, tetapi tempat penting. Mesin pencari hanya mengindeks tautan dalam peta situs anda untuk tingkat URL saat ini dan dibawah. Sebagai contoh, jika `sitemap.xml` tinggal dalam direktori akar anda, itu mungkin mengacu URL apapun dalam situs anda. Bagaimanapun, jika peta situs anda tinggal di `/content/sitemap.xml`, itu mungkin hanya mengacu URL yang dimulai dengan `/content/`.

Tampilan peta situs mengambil sebuah tambahan, argumen diwajibkan: `{'sitemaps': sitemaps}`. `sitemaps` harus berupa dictionary yang memetakan label bagian pendek (misalnya., `blog` atau `news`) ke kelas [`Sitemap`](#django.contrib.sitemaps.Sitemap) nya (misalnya, `BlogSitemap` atau `NewsSitemap`). Ity mungkin juga memetakan ke sebuah *instance* dari kelas [`Sitemap`](#django.contrib.sitemaps.Sitemap) (misalnya, `BlogSitemap(some_var)`).

## Kelas `Sitemap`

Sebuah kelas [`Sitemap`](#django.contrib.sitemaps.Sitemap) adalah sebuah kelas sederhana Python yang mewakili sebuah "section" dari masukan dalam peta situs anda. Sebagai contoh, satu kelas [`Sitemap`](#django.contrib.sitemaps.Sitemap) dapat mewakili semua masukan dari dari Weblog, selagi lainnya dapat mewakili semua dari acara-acara dalam kalender acara anda.

Dalam kasus tersederhana, semua bagian-bagian ini semua bagian ini dapat lumpuh bersama-sama menjadi satu `sitemap.xml`, tetapi itu juga memungkinkan menggunakan kerangka kerja untuk membangkitkan indeks peta situs yang mengacu berkas-berkas peta situs masing-masing, satu per bagian. (Lihat [Creating a sitemap index](#creating-a-sitemap-index) dibawah ini.)

Kelas-kelas [`Sitemap`](#django.contrib.sitemaps.Sitemap) harus mengsubkelaskan `django.contrib.sitemaps.Sitemap`. Mereka dapat tinggal dimana saja dalam basis kode anda.

## Sebuah contoh sederhana

Mari kita beranggapan anda mempunyai sebuah sistem blog, dengan sebuah model `Entry`, dan anda ingin peta situs anda menyertakan semua tautan ke masukan blog pribadi anda. Ini adalah bagaimana kelas petasitus anda mungkin terlihat:

```
from django.contrib.sitemaps import Sitemap
from blog.models import Entry

class BlogSitemap(Sitemap):
    changefreq = "never"
    priority = 0.5

    def items(self):
        return Entry.objects.filter(is_draft=False)

    def lastmod(self, obj):
        return obj.pub_date
```

Catatan:

- [`changefreq`](#django.contrib.sitemaps.Sitemap.changefreq) dan [`priority`](#django.contrib.sitemaps.Sitemap.priority) adalah atribut kelas berhubungan pada unsur `<changefreq>` dan `<priority>`, masing-masing. Mereka dapat dibuat callable sebagai fungsi, seperti [`lastmod`](#django.contrib.sitemaps.Sitemap.lastmod) calam contoh ini.
- [`items()`](#django.contrib.sitemaps.Sitemap.items) is simply a method that returns a [sequence](https://docs.python.org/3/glossary.html#term-sequence)
  or `QuerySet` of objects. The objects returned will get passed to any
  callable methods corresponding to a sitemap property
  ([`location`](#django.contrib.sitemaps.Sitemap.location), [`lastmod`](#django.contrib.sitemaps.Sitemap.lastmod),
  [`changefreq`](#django.contrib.sitemaps.Sitemap.changefreq), and [`priority`](#django.contrib.sitemaps.Sitemap.priority)).
- [`lastmod`](#django.contrib.sitemaps.Sitemap.lastmod) harus mengembalikan sebuah [`datetime`](https://docs.python.org/3/library/datetime.html#datetime.datetime).
- Tidak ada metode [`location`](#django.contrib.sitemaps.Sitemap.location) daam contoh ini, tetapi anda dapat menyediakan itu untuk menentukan URL untuk obyek anda. Secara awalan, [`location()`](#django.contrib.sitemaps.Sitemap.location) memanggil `get_absolute_url()` pada setiap obyek dan mengembalikan hasil.

## Acuan kelas `Sitemap`

#### `class Sitemap`

Sebuah kelas `Sitemap` dapat menentukan metode/atribut berikut:

#### `items`

**Required.** A method that returns a [sequence](https://docs.python.org/3/glossary.html#term-sequence) or `QuerySet`
of objects. The framework doesn't care what *type* of objects they are;
all that matters is that these objects get passed to the
[`location()`](#django.contrib.sitemaps.Sitemap.location), [`lastmod()`](#django.contrib.sitemaps.Sitemap.lastmod),
[`changefreq()`](#django.contrib.sitemaps.Sitemap.changefreq) and [`priority()`](#django.contrib.sitemaps.Sitemap.priority) methods.

#### `location`

**Pilihan.** Antara sebuah metode atau atribut.

Jika itu adalah sebuah metode, itu harus mengembalikan jalur mutlak untuk obyek yang diberikan sebagai dikembalikan oleh [`items()`](#django.contrib.sitemaps.Sitemap.items).

Jika itu adalah sebuah atribut, nilainya harus berupa string mewakili sebuah jalur mutlak untuk digunakan *setiap* obyek dikembalikan oleh [`items()`](#django.contrib.sitemaps.Sitemap.items).

Di kedua kasus, "absolute path" berarti sebuah URL yang tidak menyertakan protokol atau ranah. Contoh:

- Baik: `'/foo/bar/'`
- Buruk: `'example.com/foo/bar/'`
- Buruk: `'https://example.com/foo/bar/'`

Jika [`location`](#django.contrib.sitemaps.Sitemap.location) tidak disediakan, kerangka kerja akan memanggil metode `get_absolute_url()` pada setiap obyek sebagai dikembalikan oleh [`items()`](#django.contrib.sitemaps.Sitemap.items).

Untuk menentukan sebuah protokol selain dari `'http'`, gunakan [`protocol`](#django.contrib.sitemaps.Sitemap.protocol).

#### `lastmod`

**Pilihan.** Antara sebuah metode atau atribut.

Jika itu adalah sebuah metode, itu harus mengambil satu argumen - sebuah obyek seperti dikembalikan oleh [`items()`](#django.contrib.sitemaps.Sitemap.items) -- dan mengembalikan tanggal/waktu dirubah-terakhir obyek itu seperti [`datetime`](https://docs.python.org/3/library/datetime.html#datetime.datetime).

Jika itu adalah sebuah atribut, nilainya harus berupa [`datetime`](https://docs.python.org/3/library/datetime.html#datetime.datetime) mewakilitanggal/waktu dirubah terakhir untuk *setiap* obyek dikembalikan oleh [`items()`](#django.contrib.sitemaps.Sitemap.items).

Jika semua barang dalam peta situs memiliki [`lastmod`](#django.contrib.sitemaps.Sitemap.lastmod), peta situs dibangkitkan oleh [`views.sitemap()`](#django.contrib.sitemaps.views.sitemap) akan mempunyai kepala `Last-Modified` setara pada `lastmod` terakhir. Anda dapat mengaktifkan [`ConditionalGetMiddleware`](/id/2.2/ref/middleware/#django.middleware.http.ConditionalGetMiddleware) untuk membuat Django menjawab sesuai permintaan dengan sebuah kepala `If-Modified-Since` yang akan mencegah mengirim peta situs jika itu belum berubah.

#### `changefreq`

**Pilihan.** Antara sebuah metode atau atribut.

Jika itu adalah metode, itu harus mangambil satu argumen -- sebuah obyek seperti dikembalikan oleh [`items()`](#django.contrib.sitemaps.Sitemap.items) -- dan mengembalikan frekuensi perubahan obyek sebagai sebuah string.

Jika itu adalah sebuah atribut, nilainya harus berupa string mewakili frekuensi perubahan dari *setiap* obyek dikembalikan oleh [`items()`](#django.contrib.sitemaps.Sitemap.items).

Nilai memungkinkan untuk [`changefreq`](#django.contrib.sitemaps.Sitemap.changefreq), apakah anda menggunakan sebuah metode atau atribut, adalah:

- `'always'`
- `'hourly'`
- `'daily'`
- `'daily'`
- `'daily'`
- `'yearly'`
- `'never'`

#### `priority`

**Pilihan.** Antara sebuah metode atau atribut.

Jika itu adalah sebuah metode, itu harus mengambil satu argumen - sebuah obyek seperti dikembalikan oleh [`items()`](#django.contrib.sitemaps.Sitemap.items) -- dan mengembalikan prioritas obyek itu antara string atau float.

Jika itu adalah sebuah atribut, nilainya harus antra string atau float mewakili prioritas dari *setiap* obyek dikembalikan oleh [`items()`](#django.contrib.sitemaps.Sitemap.items).

Contoh nilai-nilai untuk [`priority`](#django.contrib.sitemaps.Sitemap.priority): `0.4`, `1.0`. Prioritas awalan dari sebuah halaman adalah `0.5`. Lihat [sitemaps.org documentation](https://www.sitemaps.org/protocol.html#prioritydef) untuk beberapa.

#### `protocol`

**Pilihan.**

Atribut ini menentukan protokol (`'http'` atau `'https'`) dari URL di peta situs. Jika itu tidak disetel, protokol dengan peta situs mana yang telah diminta digunakan. Jika peta situs dibangun diluar konteks dari permintaan, awalan adalah `'http'`.

#### `limit`

**Pilihan.**

Atribut ini menentukan angka maksimal dari URL disertakan pada setiap halaman dari peta situs. Nilainya tidak harus melebihi nilai awalan dari `50000`, yang merupakan batas teratas diijinkan dalam [Sitemaps protocol](https://www.sitemaps.org/protocol.html#index).

#### `i18n`

**Pilihan.**

Sebuah atribut boolean yang menentukan jika URL dari peta situs ini harus dibangkitkan menggunakan semua [`LANGUAGES`](/id/2.2/ref/settings/#std-setting-LANGUAGES) anda. Awalan adalah `False`.

## Jalan pintas

Kerangka kerja peta situs menyediakan sebuah kelas mudah untuk kasus tertentu:

#### `class GenericSitemap(info_dict, priority=None, changefreq=None, protocol=None)`

Kelas [`django.contrib.sitemaps.GenericSitemap`](#django.contrib.sitemaps.GenericSitemap) mengizinkan anda membuat sebuah peta situs dengan melewatkan itu sebuah dictionary yang harus mengandung setidaknya sebuah masukan `queryset`. Himpunan permintaan ini akan digunakan untuk membangkitkan barang-barang dari peta situs. Itu mungkin juga memiliki masukan `date_field` yang menentukan bidang tanggal untuk obyek-obyek diambil dari `queryset`. Ini akan digunakan untuk atribut [`lastmod`](#django.contrib.sitemaps.Sitemap.lastmod) dalam peta situs dibangkitkan.

Argumen kata kunci [`priority`](#django.contrib.sitemaps.Sitemap.priority), [`changefreq`](#django.contrib.sitemaps.Sitemap.changefreq), dan [`protocol`](#django.contrib.sitemaps.Sitemap.protocol) mengizinkan menentukan atribut-atribut ini untuk semua URL.

### Contoh

Ini adalah contoh dari [URLconf](/id/2.2/topics/http/urls/) menggunakan [`GenericSitemap`](#django.contrib.sitemaps.GenericSitemap):

```
from django.contrib.sitemaps import GenericSitemap
from django.contrib.sitemaps.views import sitemap
from django.urls import path
from blog.models import Entry

info_dict = {
    'queryset': Entry.objects.all(),
    'date_field': 'pub_date',
}

urlpatterns = [
    # some generic view using info_dict
    # ...

    # the sitemap
    path('sitemap.xml', sitemap,
         {'sitemaps': {'blog': GenericSitemap(info_dict, priority=0.6)}},
         name='django.contrib.sitemaps.views.sitemap'),
]
```

## Peta situs untuk tampilan tetap

Sering anda ingin perayap mesin pencari untuk mengindeks tampilan-tampilan yang tidak juga halaman-halaman rinci obyek maupun halaman datar. Pemecahanannya adalah secara tersirat daftar nama-nama URL untuk tampilan-tampilan ini dalam `items` dan panggil [`reverse()`](/id/2.2/ref/urlresolvers/#django.urls.reverse) dalam metode `location` dari peta situs. Sebagai contoh:

```
# sitemaps.py
from django.contrib import sitemaps
from django.urls import reverse

class StaticViewSitemap(sitemaps.Sitemap):
    priority = 0.5
    changefreq = 'daily'

    def items(self):
        return ['main', 'about', 'license']

    def location(self, item):
        return reverse(item)

# urls.py
from django.contrib.sitemaps.views import sitemap
from django.urls import path

from .sitemaps import StaticViewSitemap
from . import views

sitemaps = {
    'static': StaticViewSitemap,
}

urlpatterns = [
    path('', views.main, name='main'),
    path('about/', views.about, name='about'),
    path('license/', views.license, name='license'),
    # ...
    path('sitemap.xml', sitemap, {'sitemaps': sitemaps},
         name='django.contrib.sitemaps.views.sitemap')
]
```

## Membuat indeks peta situs

#### `views.index(request, sitemaps, template_name='sitemap_index.xml', content_type='application/xml', sitemap_url_name='django.contrib.sitemaps.views.sitemap')`

Kerangka kerja peta situs juga memiliki kemampuan membuat sebuah indeks peta situs yang mengacu ke berkas-berkas peta situs masing-masing, satu per setiap bagian ditentukan dalam dictionary `sitemaps` anda. Perbedaan hanya dalam penggunaan adalah:

- Anda dapat menggunakan dua tampilan dalam URLconf anda: [`django.contrib.sitemaps.views.index()`](#django.contrib.sitemaps.views.index) dan [`django.contrib.sitemaps.views.sitemap()`](#django.contrib.sitemaps.views.sitemap).
- Tampilan [`django.contrib.sitemaps.views.sitemap()`](#django.contrib.sitemaps.views.sitemap) harus mengambil argumen kata kunci `section`.

Ini adalah apa yang baris-barus URLconf bersangkutan akan terlihat untuk contoh diatas:

```
from django.contrib.sitemaps import views

urlpatterns = [
    path('sitemap.xml', views.index, {'sitemaps': sitemaps}),
    path('sitemap-<section>.xml', views.sitemap, {'sitemaps': sitemaps},
         name='django.contrib.sitemaps.views.sitemap'),
]
```

Ini akan otomatis membangkirkan sebuah berkas `sitemap.xml` yang mengacu kedua `sitemap-flatpages.xml` dan `sitemap-blog.xml`. Kelas-kelas [`Sitemap`](#django.contrib.sitemaps.Sitemap) dan dict `sitemaps` tidak berubah sama sekali.

Anda harus membuat sebuah berkas indeks jika satu dari peta situs anda mempunyai lebh dari 50,000 URL. Dalam kasus ini, Django akan otomatis memberikan nomor peta situs, dan indeks akan mencerminkan itu.

Jika anda tidak menggunakan tampilan peta situs vanilla -- sebagai contoh, jika itu dibungkus dengan penghias cache --anda harus menamai tampilanpeta situs anda dan melewatkan `sitemap_url_name` ke tampilan indeks:

```
from django.contrib.sitemaps import views as sitemaps_views
from django.views.decorators.cache import cache_page

urlpatterns = [
    path('sitemap.xml',
         cache_page(86400)(sitemaps_views.index),
         {'sitemaps': sitemaps, 'sitemap_url_name': 'sitemaps'}),
    path('sitemap-<section>.xml',
         cache_page(86400)(sitemaps_views.sitemap),
         {'sitemaps': sitemaps}, name='sitemaps'),
]
```

## Penyesuaian cetakan

Jika anda berharap menggunakan cetakan berbeda untuk setiap peta situs atau indeks peta situs tersedia pada situs anda, anda mungkin menentukan itu dengan melewatkan parameter `template_name` ke tampilan `sitemap` dan `index` melalui URLconf:

```
from django.contrib.sitemaps import views

urlpatterns = [
    path('custom-sitemap.xml', views.index, {
        'sitemaps': sitemaps,
        'template_name': 'custom_sitemap.html'
    }),
    path('custom-sitemap-<section>.xml', views.sitemap, {
        'sitemaps': sitemaps,
        'template_name': 'custom_sitemap.html'
    }, name='django.contrib.sitemaps.views.sitemap'),
]
```

Tampilan ini mengembalikan instance [`TemplateResponse`](/id/2.2/ref/template-response/#django.template.response.TemplateResponse) yang mengizinkan anda dengan mudah menyesuaikan data tanggapan sebelum membangun. Untuk rincian lebih, lihat [TemplateResponse documentation](/id/2.2/ref/template-response/).

### Variabel konteks

Ketika penyesuaian cetakan untuk tampilan [`index()`](#django.contrib.sitemaps.views.index) dan [`sitemap()`](#django.contrib.sitemaps.views.sitemap), anda dapat bergantung padavariabel konteks berikut.

### Indeks

Variabel `sitemaps` adalah daftar dari URL mutlak pada setiap peta situs.

### Peta situs

Variabel `urlset` adalah daftar dari URL yang harus muncul dalam peta situs. Setiap URL menampilkan atribut-atribut seperti ditentukan dalam kelas [`Sitemap`](#django.contrib.sitemaps.Sitemap):

- `changefreq`
- `item`
- `lastmod`
- `tempat`
- `prioritas`

Atribut `item` telah ditambahkan untuk setiap URL untuk mengizinkan penyesuaian lebih elastis dari cetakan-cetakan, seperti [Google news sitemaps](https://support.google.com/news/publisher/answer/74288?hl=en). Menganggap [`items()`](#django.contrib.sitemaps.Sitemap.items) Peta situs akan mengembalikan daftar dari barang-barang dengan bidang `publication_data` dan `tags` sesuatu seperti ini akan membangkitkan peta situs sesuai Google News:

```xml+django
<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<urlset
  xmlns="https://www.sitemaps.org/schemas/sitemap/0.9"
  xmlns:news="http://www.google.com/schemas/sitemap-news/0.9">
{% spaceless %}
{% for url in urlset %}
  <url>
    <loc>{{ url.location }}</loc>
    {% if url.lastmod %}<lastmod>{{ url.lastmod|date:"Y-m-d" }}</lastmod>{% endif %}
    {% if url.changefreq %}<changefreq>{{ url.changefreq }}</changefreq>{% endif %}
    {% if url.priority %}<priority>{{ url.priority }}</priority>{% endif %}
    <news:news>
      {% if url.item.publication_date %}<news:publication_date>{{ url.item.publication_date|date:"Y-m-d" }}</news:publication_date>{% endif %}
      {% if url.item.tags %}<news:keywords>{{ url.item.tags }}</news:keywords>{% endif %}
    </news:news>
   </url>
{% endfor %}
{% endspaceless %}
</urlset>
```

## Meminta Google

Anda mugkin ingin "ping" Google ketika peta situs anda berubah, untuk membuat dia tahu indeks ulang situs anda. Kerangka kerja peta situs menyediakan fungsi untuk melakukan itu: [`django.contrib.sitemaps.ping_google()`](#django.contrib.sitemaps.ping_google).

#### `ping_google(sitemap_url=None, ping_url=PING_URL, sitemap_uses_https=True)`

`ping_google` mengambil argumen-argumen pilihan ini:

- `sitemap_url` \- Jalur mutlak pada peta situs anda (yaitu, `'/sitemap.xml'`). Jika argumen ini tidak disediakan, `ping_google` akan berusaha untuk mencari tahu peta situs anda dengan melakukan pencarian terbalik dalam URLconf anda.
- `ping_url` \- Awalan pada Alat Ping Google: <https://www.google.com/webmasters/tools/ping>.
- `sitemap_uses_https` \- Disetel menjadi `False` jika situs anda menggunakan `http` daripada `https`.

[`ping_google()`](#django.contrib.sitemaps.ping_google) memunculkan pengecualian `django.contrib.sitemaps.SitemapNotFound` jika itu tidak bisa menentukan URL peta situs anda.

> **New in Django 2.2**
>
> Argumen `sitemap_uses_https` telah ditambahkan. Versi terlama dari Django selalu menggunakan `http` untuk URL peta situs.

> **Daftar dengan Google dahulu!**
>
> Perintah [`ping_google()`](#django.contrib.sitemaps.ping_google) hanya bekerja jika anda telah mendaftarkan situs anda dengan [Google Webmaster Tools](https://www.google.com/webmasters/tools/).

Satu cara berguna untuk memanggil [`ping_google()`](#django.contrib.sitemaps.ping_google) adalah dari metode `save()` model:

```
from django.contrib.sitemaps import ping_google

class Entry(models.Model):
    # ...
    def save(self, force_insert=False, force_update=False):
        super().save(force_insert, force_update)
        try:
            ping_google()
        except Exception:
            # Bare 'except' because we could get a variety
            # of HTTP-related exceptions.
            pass
```

Sebuah pemecahan efesien lagi, bagaimanapun,akan dipanggil [`ping_google()`](#django.contrib.sitemaps.ping_google) dari sebuah tulisan cron, atau beberapa tugas terjadwal lainnya. Fungsi membuat sebuah permintaan HTTP ke peladen Google, jadi anda mungkin tidak ingin memperkenalkan jaringan berlebih setiap kali anda memanggil `save()`.

### Menghubungi Google melalui `manage.py`

#### `django-admin ping_google [sitemap_url]`

Sekali aplikasi peta situs ditambahkan ke proyek anda, anda mungkin juga meng-ping Google menggunakan perintah pengelolaan `ping_google`:

```
python manage.py ping_google [/sitemap.xml]
```

#### `--sitemap-uses-http`

> **New in Django 2.2**

Gunakan pilihan ini jika peta situs anda menggunakan `http` daripada `https`.
