---
title: "Pengajaran Tambahan GeoDjango"
version: 2.2
locale: id
source: https://docs.djangoproject.com/id/2.2/ref/contrib/gis/tutorial/
canonical: https://djangodocs.dev/id/2.2/ref/contrib/gis/tutorial/
---
# Pengajaran Tambahan GeoDjango

## Kata Pengantar

GeoDjango adalah sebuah modul bantuan yang disertakan untuk Django yang merubah itu menjadi kerangka kerja jaringan kelas-dunia. GeoDjango berusaha membuat itu semudah mungkin untuk membuat apliaksi Jaringan geografis, seperti layanan berdasarkan-tempat. Fitur-fitur itu termasuk:

- Bidang model Django untuk geometri [OGC](https://www.opengeospatial.org/) dan data raster.
- Tambahan pada ORM Django untuk meminta dan merubah data spasial.
- Hubungan-renggang, antarmuka tingkat-tinggi Python untuk geometri GIS dan tindakan-tindakan raster dan pengubahan data dalam bentuk-bentuk berbeda.
- Mengubah bidang geometri dari admin.

Pengajaran tambahan ini menganggap keakraban dengan Django; dengan demikian, jika anda adalah baru pada Django, harap baca melalui the [regular tutorial](/id/2.2/intro/tutorial01/) untuk mengakrabkan anda sendiri dengan Django terlebih dahulu.

> **Note**
>
> GeoDjango mempunyai persyaratan tambahan diluar apa yang Django butuhkan -- harap obrolkan [installation documentation](/id/2.2/ref/contrib/gis/install/) untuk rincian lebih.

Pengajaran tambahan ini akan memandu anda melalui pembuatan dari aplikasi jaringan geografis untuk menampilkan [world borders](https://thematicmapping.org/downloads/world_borders.php). [^1] Beberapa dari kode digunakan dalam pengajaran tambahan ini diambil dari dan/atau diilhami oleh proyek [GeoDjango basic apps](https://code.google.com/p/geodjango-basic-apps/). [^2]

> **Note**
>
> Diolah melalui bagian pengajaran tambahan berurutan untuk petunjuk langkah-demi-langkah.

## Pengaturan

### Buat Basisdata Spasial

Secara khusus tidak ada pengaturan khusus diperlukan, jadi anda dapat membuat sebuah basisdata seperti anda aakan untuk proyek lain apapun. Kami menyediakan saran untuk basisdata terpilih:

- [Memasang PostGIS](/id/2.2/ref/contrib/gis/install/postgis/)
- [Memasang SpatiaLite](/id/2.2/ref/contrib/gis/install/spatialite/)

### Buat Proyek Baru

Gunakan tulisan `django-admin` standar untuk membuat sebuah proyek dipanggil `geodjango`:

```console
$ django-admin startproject geodjango
```

*Windows*

```doscon
...\> django-admin startproject geodjango
```

Ini akan memulai sebuah proyek baru. Sekarang, buat sebuah aplikasi Django `world` dalam proyek `geodjango`:

```console
$ cd geodjango
$ python manage.py startapp world
```

*Windows*

```doscon
...\> cd geodjango
...\> py manage.py startapp world
```

### Konfigurasi `settings.py`

Pengaturan proyek `geodjango` disimpan dalam berkas `geodjango/settings.py`. Sunting pengaturan hubungan basisdata untuk mencocokkan pengaturan anda:

```
DATABASES = {
    'default': {
         'ENGINE': 'django.contrib.gis.db.backends.postgis',
         'NAME': 'geodjango',
         'USER': 'geo',
    },
}
```

Sebagai tambahan, rubah pengaturan [`INSTALLED_APPS`](/id/2.2/ref/settings/#std-setting-INSTALLED_APPS) untuk menyertakan [`django.contrib.admin`](/id/2.2/ref/contrib/admin/#module-django.contrib.admin), [`django.contrib.gis`](/id/2.2/ref/contrib/gis/#module-django.contrib.gis), dan `world` (aplikasi dibuat terbaru anda):

```
INSTALLED_APPS = [
    'django.contrib.admin',
    'django.contrib.auth',
    'django.contrib.contenttypes',
    'django.contrib.sessions',
    'django.contrib.messages',
    'django.contrib.staticfiles',
    'django.contrib.gis',
    'world',
]
```

## Data Geografis

### Batasan Dunia

Data perbatasan dunia tersedia di [zip file](https://thematicmapping.org/downloads/TM_WORLD_BORDERS-0.3.zip). Buat sebuah direktori `data` di aplikasi `world`, unduh data perbatasan dunia, dan buka. Pada serambi GNU/Linux, gunakan perintah berikut:

```console
$ mkdir world/data
$ cd world/data
$ wget https://thematicmapping.org/downloads/TM_WORLD_BORDERS-0.3.zip
$ unzip TM_WORLD_BORDERS-0.3.zip
$ cd ../..
```

*Windows*

```doscon
...\> mkdir world\data
...\> cd world\data
...\> wget https://thematicmapping.org/downloads/TM_WORLD_BORDERS-0.3.zip
...\> unzip TM_WORLD_BORDERS-0.3.zip
...\> cd ..\..
```

Berkas ZIP world borders mengandung kumpulan dari berkas-berkas data secara kolektif dikenal sebagai [ESRI Shapefile](https://en.wikipedia.org/wiki/Shapefile), satu dari bentuk data geospasial paling terkenal. Ketika dibuka, kumpulan data world borders menyertakan berkas-berkas dengan tambahan berikut:

- `.shp`: Menahan data vektor untuk geometri batasan dunia.
- `.shx`: Berkas indeks spatial untuk geometri disimpan dalam `.shp`.
- `.dbf`: Berkas basisdata untuk menampung data atribut bukan-geometri (misalnya, bidang integer dan karakter).
- `.prj`: Mengandung informasi acuan spasial untuk data geografis disimpan dalam shapefile.

### Gunakan `ogrinfo` untuk menjalankan data spasial

Kegunaan `ogrinfo` GDAL mengizinkan mennguji metadata dari shapefile atau sumber data vektor:

```console
$ ogrinfo world/data/TM_WORLD_BORDERS-0.3.shp
INFO: Open of `world/data/TM_WORLD_BORDERS-0.3.shp'
      using driver `ESRI Shapefile' successful.
1: TM_WORLD_BORDERS-0.3 (Polygon)
```

*Windows*

```doscon
...\> ogrinfo world\data\TM_WORLD_BORDERS-0.3.shp
INFO: Open of `world/data/TM_WORLD_BORDERS-0.3.shp'
      using driver `ESRI Shapefile' successful.
1: TM_WORLD_BORDERS-0.3 (Polygon)
```

`ogrinfo` memberitahu kita bahwa shapefile mempunyai satu lapisan, dan lapisan ini mengandung data poligon. Untuk menemukan satu lagi, kami akan menentukan nama lapisan dan menggunakan pilihan `-so` untuk hanya mendapatkan informasi ringkasan penting:

```console
$ ogrinfo -so world/data/TM_WORLD_BORDERS-0.3.shp TM_WORLD_BORDERS-0.3
INFO: Open of `world/data/TM_WORLD_BORDERS-0.3.shp'
      using driver `ESRI Shapefile' successful.

Layer name: TM_WORLD_BORDERS-0.3
Geometry: Polygon
Feature Count: 246
Extent: (-180.000000, -90.000000) - (180.000000, 83.623596)
Layer SRS WKT:
GEOGCS["GCS_WGS_1984",
    DATUM["WGS_1984",
        SPHEROID["WGS_1984",6378137.0,298.257223563]],
    PRIMEM["Greenwich",0.0],
    UNIT["Degree",0.0174532925199433]]
FIPS: String (2.0)
ISO2: String (2.0)
ISO3: String (3.0)
UN: Integer (3.0)
NAME: String (50.0)
AREA: Integer (7.0)
POP2005: Integer (10.0)
REGION: Integer (3.0)
SUBREGION: Integer (3.0)
LON: Real (8.3)
LAT: Real (7.3)
```

*Windows*

```doscon
...\> ogrinfo -so world\data\TM_WORLD_BORDERS-0.3.shp TM_WORLD_BORDERS-0.3
INFO: Open of `world/data/TM_WORLD_BORDERS-0.3.shp'
      using driver `ESRI Shapefile' successful.

Layer name: TM_WORLD_BORDERS-0.3
Geometry: Polygon
Feature Count: 246
Extent: (-180.000000, -90.000000) - (180.000000, 83.623596)
Layer SRS WKT:
GEOGCS["GCS_WGS_1984",
    DATUM["WGS_1984",
        SPHEROID["WGS_1984",6378137.0,298.257223563]],
    PRIMEM["Greenwich",0.0],
    UNIT["Degree",0.0174532925199433]]
FIPS: String (2.0)
ISO2: String (2.0)
ISO3: String (3.0)
UN: Integer (3.0)
NAME: String (50.0)
AREA: Integer (7.0)
POP2005: Integer (10.0)
REGION: Integer (3.0)
SUBREGION: Integer (3.0)
LON: Real (8.3)
LAT: Real (7.3)
```

Ringkasan informasi rincian memberitahu kami angka dari fitur-fitur dalam apisan (246), batasan geografis dari data, sistem acuan spasial ("SRS WKT"), sama seperti jenis informasi untuk setiap bidang atribut. Sebagai contoh, `FIPS: String (2.0)` menunjukkan bahwa bidang karakter `FIPS` mempunyai panjang maksimal dari 2. Mirip, `LON: Real (8.3)` adalah bdiang floating-point yang menampung maksimal dari 8 angka sampai tiga tempat desimal.

## Model Geografis

### Menentukan Model Geografis

Sekarang anda telah mengujikan dataset anda menggunakan `originfo`, membuat sebuah model GeoDjango untuk mewakili data ini:

```
from django.contrib.gis.db import models

class WorldBorder(models.Model):
    # Regular Django fields corresponding to the attributes in the
    # world borders shapefile.
    name = models.CharField(max_length=50)
    area = models.IntegerField()
    pop2005 = models.IntegerField('Population 2005')
    fips = models.CharField('FIPS Code', max_length=2)
    iso2 = models.CharField('2 Digit ISO', max_length=2)
    iso3 = models.CharField('3 Digit ISO', max_length=3)
    un = models.IntegerField('United Nations Code')
    region = models.IntegerField('Region Code')
    subregion = models.IntegerField('Sub-Region Code')
    lon = models.FloatField()
    lat = models.FloatField()

    # GeoDjango-specific: a geometry field (MultiPolygonField)
    mpoly = models.MultiPolygonField()

    # Returns the string representation of the model.
    def __str__(self):
        return self.name
```

Catat bahwa modul `models` diimpor dari `django.contrib.gis.db`.

Sistem acuan spasial awalan untuk bidang-bidang geometri adalah WGS84 (berarti [SRID](https://en.wikipedia.org/wiki/SRID) adalah 4326) -- dengan kata lain, kordinat bidang adalah pasangan bujur, lintang dalam satuan derajat. Untuk menggunakan sistem kordinat berbeda, setel SRID dari bidang geometri dengan argumen `srid`. Gunakan sebuah integer mewakili kode EPSG sistem kordinat.

### Jalankan `migrate`

Setelah menentukan model anda, anda butuh mensinkronisasikan itu dengan basisdata. Pertama, buat sebuah perpindahan basisdata:

```console
$ python manage.py makemigrations
Migrations for 'world':
  world/migrations/0001_initial.py:
    - Create model WorldBorder
```

*Windows*

```doscon
...\> py manage.py makemigrations
Migrations for 'world':
  world/migrations/0001_initial.py:
    - Create model WorldBorder
```

Mari kita lihat pada SQL yang akan membangkitkan tabel untuk model `WorldBorder`:

```console
$ python manage.py sqlmigrate world 0001
```

*Windows*

```doscon
...\> py manage.py sqlmigrate world 0001
```

Perintah ini harus menghasilkan keluaran berikut:

```console
BEGIN;
--
-- Create model WorldBorder
--
CREATE TABLE "world_worldborder" (
    "id" serial NOT NULL PRIMARY KEY,
    "name" varchar(50) NOT NULL,
    "area" integer NOT NULL,
    "pop2005" integer NOT NULL,
    "fips" varchar(2) NOT NULL,
    "iso2" varchar(2) NOT NULL,
    "iso3" varchar(3) NOT NULL,
    "un" integer NOT NULL,
    "region" integer NOT NULL,
    "subregion" integer NOT NULL,
    "lon" double precision NOT NULL,
    "lat" double precision NOT NULL
    "mpoly" geometry(MULTIPOLYGON,4326) NOT NULL
)
;
CREATE INDEX "world_worldborder_mpoly_id" ON "world_worldborder" USING GIST ( "mpoly" );
COMMIT;
```

Jika ini terlihat benar, jalankan [`migrate`](/id/2.2/ref/django-admin/#django-admin-migrate) untuk membuat tabel ini dalam basisdata:

```console
$ python manage.py migrate
Operations to perform:
  Apply all migrations: admin, auth, contenttypes, sessions, world
Running migrations:
  ...
  Applying world.0001_initial... OK
```

*Windows*

```doscon
...\> py manage.py migrate
Operations to perform:
  Apply all migrations: admin, auth, contenttypes, sessions, world
Running migrations:
  ...
  Applying world.0001_initial... OK
```

## Mengimpor Data Spasial

Bagian ini akan menunjukkan anda bagaimana meng impor shapefile batasan dunia kedalam basisdata melalui model GeoDjango menggunakan [Kegunaan impor data LayerMapping](/id/2.2/ref/contrib/gis/layermapping/).

Ada banyak cara berbeda utuk meng impor data kedalam basisdata spasial -- disamping alat-alat disertakan dalam GeoDjango, anda mungkin juga menggunakan berikut:

- [ogr2ogr](https://gdal.org/programs/ogr2ogr.html): Sebuah kegunaan baris-perintah disertakan dengan GDAL yang dapat mengimpor banyak bentuk data vektor kedalam basisdata PostGIS, MySQL, dan Oracle.
- [shp2pgsql](https://postgis.net/docs/using_postgis_dbmanagement.html#shp2pgsql_usage): Kegunaan ini disertakan dengan PostGIS impor ESRI shapefile ke dalam PostGIS.

### Antarmuka GDAL

Diawal, anda menggunakan `ogrinfo` untuk menjalankan isi dari batasan dunia shapefile. GeoDjango juga menyertakan sebuah antarmuka Pythonic pada pustaka OGR GDAL yang hebat yang dapat bekerja dengan semua sumber data vektor yang dukung OGR.

Pertama, minta cangkang Django:

```console
$ python manage.py shell
```

*Windows*

```doscon
...\> py manage.py shell
```

Jika anda mengunduh data [Batasan Dunia](#worldborders) diawal pengajaran tambahan, kemudian anda dapat menentukan jalurnya menggunakan modul `os` siap-pakai Python:

```
>>> import os
>>> import world
>>> world_shp = os.path.abspath(os.path.join(os.path.dirname(world.__file__),
...                             'data', 'TM_WORLD_BORDERS-0.3.shp'))
```

Sekarang, buka batasan dunia shapefile menggunakan antarmuka [`DataSource`](/id/2.2/ref/contrib/gis/gdal/#django.contrib.gis.gdal.DataSource) GeoDjango:

```
>>> from django.contrib.gis.gdal import DataSource
>>> ds = DataSource(world_shp)
>>> print(ds)
/ ... /geodjango/world/data/TM_WORLD_BORDERS-0.3.shp (ESRI Shapefile)
```

Obyek sumber data dapa memiliki lapisan-lapisan berbeda dari fitur geospasial; bagaimanapun, shapefile hanya diizinkan memiliki satu lapisan:

```
>>> print(len(ds))
1
>>> lyr = ds[0]
>>> print(lyr)
TM_WORLD_BORDERS-0.3
```

Anda dapat melihat jenis geometri lapisan dan seberapa banyak fitur-fitur yang dikandungnya:

```
>>> print(lyr.geom_type)
Polygon
>>> print(len(lyr))
246
```

> **Note**
>
> Sayangnya, bentuk data shapefile tidak mengizinkan untuk kekhususan yang lebih besar berkaitan dengan ini pada jenis-jenis geometri.  Shapefile ini, seperti banyak lainnya, sebenarnya menyertakan geometri `MultiPolygon`, bukan Polygon. Itu sangat penting menggunakan jenis bidang lebih umum dalam model: sebuah GeoDjango `MultiPolygonField` akan menerima geometri `Polygon`, tetapi sebuah `PolygonField` tidak akan menerima sebuah geometri jenis `MultiPolygon`.  Ini mengapa model `WorldBorder` menentukan diatas menggunakan `MultiPolygonField`.

[`Layer`](/id/2.2/ref/contrib/gis/gdal/#django.contrib.gis.gdal.Layer) mungkin juga memiliki sistem acuan spasial berkaitan dengan itu. Jika itu dilakukan, atribut `srs` akan mengembalikan sebuah obyek [`SpatialReference`](/id/2.2/ref/contrib/gis/gdal/#django.contrib.gis.gdal.SpatialReference):

```
>>> srs = lyr.srs
>>> print(srs)
GEOGCS["GCS_WGS_1984",
    DATUM["WGS_1984",
        SPHEROID["WGS_1984",6378137.0,298.257223563]],
    PRIMEM["Greenwich",0.0],
    UNIT["Degree",0.0174532925199433]]
>>> srs.proj4 # PROJ.4 representation
'+proj=longlat +ellps=WGS84 +datum=WGS84 +no_defs '
```

Shapefile ini dalam sistem acuan spasial WGS84 yang terkenal -- dengan kata lain, data menggunakan pasangan garis, bujur dalam satuan derajat.

Seabgai tambahan, shapefile juga mendukung bidang-bidang atribut yang mungkin mengandung data tambahan. Disini adalah bidang-bidang pada lapisan World Borders:

```
>>> print(lyr.fields)
['FIPS', 'ISO2', 'ISO3', 'UN', 'NAME', 'AREA', 'POP2005', 'REGION', 'SUBREGION', 'LON', 'LAT']
```

Kode berikut akan membiarkan anda menguji jenis-jenis OGR (misalnya integer atau string) berkaitan dengan masing-masing bidang:

```
>>> [fld.__name__ for fld in lyr.field_types]
['OFTString', 'OFTString', 'OFTString', 'OFTInteger', 'OFTString', 'OFTInteger', 'OFTInteger', 'OFTInteger', 'OFTInteger', 'OFTReal', 'OFTReal']
```

Anda dapat beralih lagi setiap fitur dalam lapisan dan mengeluarkan informasi dari kedua fitur-fitur geometri (diakses melalui atribut `geom`) sama halnya fitur-fitur bidang-bidang atribut (yang **nilai** diakses melalui metode `get()`):

```
>>> for feat in lyr:
...    print(feat.get('NAME'), feat.geom.num_points)
...
Guernsey 18
Jersey 26
South Georgia South Sandwich Islands 338
Taiwan 363
```

Obyek [`Layer`](/id/2.2/ref/contrib/gis/gdal/#django.contrib.gis.gdal.Layer) mungkin dipotong:

```
>>> lyr[0:2]
[<django.contrib.gis.gdal.feature.Feature object at 0x2f47690>, <django.contrib.gis.gdal.feature.Feature object at 0x2f47650>]
```

Dan fitur-fitur tersendiri dapat diambil berdasarkan ID fitur mereka:

```
>>> feat = lyr[234]
>>> print(feat.get('NAME'))
San Marino
```

Batasan geometri mungkin dieskpor sebagai WKT dan GeoJSON:

```
>>> geom = feat.geom
>>> print(geom.wkt)
POLYGON ((12.415798 43.957954,12.450554 ...
>>> print(geom.json)
{ "type": "Polygon", "coordinates": [ [ [ 12.415798, 43.957954 ], [ 12.450554, 43.979721 ], ...
```

### `LayerMapping`

Untuk mengimpor data, gunakan LayerMapping dalam sebuah tulisan Python. Buat sebuah berkas dipanggil `load.py` didalam aplikasi `world`, dengan kode berikut:

```
import os
from django.contrib.gis.utils import LayerMapping
from .models import WorldBorder

world_mapping = {
    'fips' : 'FIPS',
    'iso2' : 'ISO2',
    'iso3' : 'ISO3',
    'un' : 'UN',
    'name' : 'NAME',
    'area' : 'AREA',
    'pop2005' : 'POP2005',
    'region' : 'REGION',
    'subregion' : 'SUBREGION',
    'lon' : 'LON',
    'lat' : 'LAT',
    'mpoly' : 'MULTIPOLYGON',
}

world_shp = os.path.abspath(
    os.path.join(os.path.dirname(__file__), 'data', 'TM_WORLD_BORDERS-0.3.shp'),
)

def run(verbose=True):
    lm = LayerMapping(WorldBorder, world_shp, world_mapping, transform=False)
    lm.save(strict=True, verbose=verbose)
```

Sedikit catatan mengenai apa yang terjadi:

- Setiap kunci dalam dictionary `world_mapping` berhubungan pada sebuah bidang dalam model `WorldBorder`. Nilai adalah nama dari bidang shapefile yang data akan dimuat.
- Kunci `mpoly` untuk bidang geometri adalah `MULTIPOLYGON`, jenis geometri GeoDjango akan mengimpor bidang.  Bahkan poligon sederhana dalam shapefile akan otomatis dirubah menjadi kumpulan-kumpulan sebelum pemasukan kedalam basisdata.
- Jalur pada shapefile tidak mutlak -- dengan kata lain, jika anda memindahkan apliaksi `world` (dengan subdirektori `data`) ke tempat berbeda, tulisan akan masih bekerja.
- Kata kunci `transform` disetel menjadi `False` karena data dalam shapefile tidak butuh dirubah -- itu sudah dalam WGS84 (SRID=4326).

Setelah itu, panggil cangkang Django dari direktori proyek `geodjango`:

```console
$ python manage.py shell
```

*Windows*

```doscon
...\> py manage.py shell
```

Selanjutnya, impor modul `load`, panggul rutin `run`, dan lihat `LayerMapping` melakukan pekerjaan:

```
>>> from world import load
>>> load.run()
```

### Coba `ogrinspect`

Sekarang anda telah melihat bagaimana menentukan model geografis dan impor data dengan [Kegunaan impor data LayerMapping](/id/2.2/ref/contrib/gis/layermapping/), itu memungkinkan untuk mengotomatisasi lebih jauh pengolahan ini dengan menggunakan perintah pengelolaan [`ogrinspect`](/id/2.2/ref/contrib/gis/commands/#django-admin-ogrinspect).  Perintah [`ogrinspect`](/id/2.2/ref/contrib/gis/commands/#django-admin-ogrinspect) memawas diri sumber data vektor didukung-GDAL (misalnya, sebuah shapefile) dan dan membangkitkan sebuah penentuan model dan dictionary `LayerMapping` secara otomatis.

Penggunaan umum dari perintah sebagai berikut:

```console
$ python manage.py ogrinspect [options] <data_source> <model_name> [options]
```

*Windows*

```doscon
...\> py manage.py ogrinspect [options] <data_source> <model_name> [options]
```

`data_source` adalah jalur pada sumber data didukung-GDAL dan `model_name` adalah nama digunakan untuk model.  Pilihan-pilihan baris-perintah mungkin digunkana untuk penentukan lebih jauh bagaimana model dibangkitkan.

Sebagai contoh, perintah berikut hampir membuat kembali model `WorldBorder` dan dictionary pemetaan dibuat diatas, secara otomatis:

```console
$ python manage.py ogrinspect world/data/TM_WORLD_BORDERS-0.3.shp WorldBorder \
    --srid=4326 --mapping --multi
```

*Windows*

```doscon
...\> py manage.py ogrinspect world\data\TM_WORLD_BORDERS-0.3.shp WorldBorder \
    --srid=4326 --mapping --multi
```

Sedikit catatan tentang pilihan baris-perintah diberikan diatas:

- Pilihan `--srid=4326` menyetel SRID untuk bidang geografis
- Pilihan `--mapping` memberitahu `ogrinspect` untuk juga membangkitkan sebuah pemetaan dictionary untuk digunakan dengan class:~django.contrib.gis.utils.LayerMapping.
- Pilihan `--multi` ditentukan sehingga bidang geografis adalah sebuah [`MultiPolygonField`](/id/2.2/ref/contrib/gis/model-api/#django.contrib.gis.db.models.MultiPolygonField) daripada hanya [`PolygonField`](/id/2.2/ref/contrib/gis/model-api/#django.contrib.gis.db.models.PolygonField).

Perintah menghasilkan keluaran berikut, yang mungkin disalin langsung kedalam `models.py` dari aplikasi GeoDjango:

```
# This is an auto-generated Django model module created by ogrinspect.
from django.contrib.gis.db import models

class WorldBorder(models.Model):
    fips = models.CharField(max_length=2)
    iso2 = models.CharField(max_length=2)
    iso3 = models.CharField(max_length=3)
    un = models.IntegerField()
    name = models.CharField(max_length=50)
    area = models.IntegerField()
    pop2005 = models.IntegerField()
    region = models.IntegerField()
    subregion = models.IntegerField()
    lon = models.FloatField()
    lat = models.FloatField()
    geom = models.MultiPolygonField(srid=4326)

# Auto-generated `LayerMapping` dictionary for WorldBorder model
worldborders_mapping = {
    'fips' : 'FIPS',
    'iso2' : 'ISO2',
    'iso3' : 'ISO3',
    'un' : 'UN',
    'name' : 'NAME',
    'area' : 'AREA',
    'pop2005' : 'POP2005',
    'region' : 'REGION',
    'subregion' : 'SUBREGION',
    'lon' : 'LON',
    'lat' : 'LAT',
    'geom' : 'MULTIPOLYGON',
}
```

## Spatial Queries

### Pencarian Spasial

GeoDjango menambahkan pencarian spasial pada ORM Django. Sebagai contoh, anda dapat menemukan negara dalam tabel `WorldBorder` yang mengandung titik tertentu. Pertama, nyalakan cangkang pengelolaan:

```console
$ python manage.py shell
```

*Windows*

```doscon
...\> py manage.py shell
```

Sekarang, tentukan minat [^3]:

```
>>> pnt_wkt = 'POINT(-95.3385 29.7245)'
```

String `pnt_wkt` mewakili titik pada garis bujur -95.3385 derajat, lintang 29.7245 derajat.  Geometri dalam sebuah bentuk dikenal sebagai Well Known Text (WKT), sebuah standar diterbitkan oleh Open Geospatial Consortium (OGC). [^4]  Impor model `WorldBorder`, dan lakukan sebuah pencarian `contains` menggunakan `pnt_wkt` sebagai parameter:

```
>>> from world.models import WorldBorder
>>> WorldBorder.objects.filter(mpoly__contains=pnt_wkt)
<QuerySet [<WorldBorder: United States>]>
```

Disini, anda mengambil sebuah `QuerySet` dengan hanya satu model: batasan dari Amerika Serikat (tepatnya apa anda ingin harapkan).

Samal halnya, anda mungkin juga menggunakan [GEOS geometry object](/id/2.2/ref/contrib/gis/geos/). Disini, anda dapat memadukan pencarian spasial `intersects` dengan metode `get` mengambil hanya contoh `WorldBorder` untuk San Marino daripada kumpulan permintaan:

```
>>> from django.contrib.gis.geos import Point
>>> pnt = Point(12.4604, 43.9420)
>>> WorldBorder.objects.get(mpoly__intersects=pnt)
<WorldBorder: San Marino>
```

Pencarian `contains` dan `intersects` adalah hanya himpunan bagian dari permintaan tersedia -- dokumentasi [API Basisdata GeoDjango](/id/2.2/ref/contrib/gis/db-api/) mempunyai lebih.

### Automatic Spatial Transformations

Ketika melakukan permintaan spasial, GeoDjango otomatis merubah geometri jika mereka berada dalam sistem kordinat berbeda.  Dalam contoh berikut, kordinate akan dinyatakan dalam [EPSG SRID 32140](http://spatialreference.org/ref/epsg/32140/), sebuah sistem kordinat khusus pada **only** Texas  selatan dan dalam satuan **meters**, bukan derajat:

```
>>> from django.contrib.gis.geos import GEOSGeometry, Point
>>> pnt = Point(954158.1, 4215137.1, srid=32140)
```

Catat bahwa `pnt` mungkin juga dibangun dengan EWKT, sebuah bentuk "extended" dari WKT yang menyertakan SRIF:

```
>>> pnt = GEOSGeometry('SRID=32140;POINT(954158.1 4215137.1)')
```

ORM GeoDjango akan otomatis membungkus nilai-nilai geometri dalam perubahan SQL, mengizinkan pengembang untuk bekerja pada tingkat tertinggi dari pemisahan:

```
>>> qs = WorldBorder.objects.filter(mpoly__intersects=pnt)
>>> print(qs.query) # Generating the SQL
SELECT "world_worldborder"."id", "world_worldborder"."name", "world_worldborder"."area",
"world_worldborder"."pop2005", "world_worldborder"."fips", "world_worldborder"."iso2",
"world_worldborder"."iso3", "world_worldborder"."un", "world_worldborder"."region",
"world_worldborder"."subregion", "world_worldborder"."lon", "world_worldborder"."lat",
"world_worldborder"."mpoly" FROM "world_worldborder"
WHERE ST_Intersects("world_worldborder"."mpoly", ST_Transform(%s, 4326))
>>> qs # printing evaluates the queryset
<QuerySet [<WorldBorder: United States>]>
```

> **Permintaan mentah**
>
> Ketika menggunakan [raw queries](/id/2.2/topics/db/sql/), anda harus membungkus bidang geometri sehingga nilai bidang dapat dikenali sebagai GEOS:
>
> ```
> from django.db import connection
> # or if you're querying a non-default database:
> from django.db import connections
> connection = connections['your_gis_db_alias']
>
> City.objects.raw('SELECT id, name, %s as point from myapp_city' % (connection.ops.select % 'point'))
> ```
>
> Anda harus hanya menggunakan permintaan mentah ketika anda mengetahui persis apa yang anda sedang lakukan.

### Geometri Lazy

GeoDjango memuat geometri dalam perwakilan tekstual terstandar. Ketika bidang geometri adalah pertama diakses, GeoDjango membuat obyek [`GEOSGeometry`](/id/2.2/ref/contrib/gis/geos/#django.contrib.gis.geos.GEOSGeometry),  membuka kegunaan sangat kuat, seperti sifat serialisasi untuk bentuk geospasial terkenal:

```
>>> sm = WorldBorder.objects.get(name='San Marino')
>>> sm.mpoly
<MultiPolygon object at 0x24c6798>
>>> sm.mpoly.wkt # WKT
MULTIPOLYGON (((12.4157980000000006 43.9579540000000009, 12.4505540000000003 43.9797209999999978, ...
>>> sm.mpoly.wkb # WKB (as Python binary buffer)
<read-only buffer for 0x1fe2c70, size -1, offset 0 at 0x2564c40>
>>> sm.mpoly.geojson # GeoJSON
'{ "type": "MultiPolygon", "coordinates": [ [ [ [ 12.415798, 43.957954 ], [ 12.450554, 43.979721 ], ...
```

Ini termasuk akses ke semua dari tindakan lanjutan geometri disediakan oleh pustaka GEOS:

```
>>> pnt = Point(12.4604, 43.9420)
>>> sm.mpoly.contains(pnt)
True
>>> pnt.contains(sm.mpoly)
False
```

### Keterangan geografis

GeoDjango juga menawarkan kumpulan dari penjelasan geografis untuk menghitung jarak dan beberapa tindakan lain (persimpangan, berbeda, dll). Lihat dokumentasi [Fungsi Basisdata Geografis](/id/2.2/ref/contrib/gis/functions/).

## Menaruh data anda di peta

### Admin Geografis

GeoDjango mengembangkan [Django's admin application](/id/2.2/ref/contrib/admin/) dengan dukungan untuk menyunting bidang-bidang geometri.

#### Dasar

GeoDjango juga menambahkan admin Django dengan mengizinkan pengguna membuat dan merubah geometri pada peta licin JavaScript (ditenagai oleh [OpenLayers](https://openlayers.org/)).

Mari kita menyelami, Buat sebuah berkas dipanggil `admin.py` didalam aplikasi `world` dengan kode berikut:

```
from django.contrib.gis import admin
from .models import WorldBorder

admin.site.register(WorldBorder, admin.GeoModelAdmin)
```

Selanjutnya, sunting `urls.py` anda dalam pelipat aplikasi `geodjango` seperti berikut:

```
from django.contrib.gis import admin
from django.urls import include, path

urlpatterns = [
    path('admin/', admin.site.urls),
]
```

Buat pengguna admin:

```console
$ python manage.py createsuperuser
```

*Windows*

```doscon
...\> py manage.py createsuperuser
```

Selanjutnya, mulai peladen pengembangan Django:

```console
$ python manage.py runserver
```

*Windows*

```doscon
...\> py manage.py runserver
```

Akhirnya, telusuri `http://localhost:8000/admin/`, dan masuk dengan pengguna anda baru buat. Telusuri apapun dari masukan `WorldBorder` -- batasan mungkin disunting dengan mengklik pada poligon dan menarik simpul pada tempat yang diinginkan.

#### `OSMGeoAdmin`

Dengan [`OSMGeoAdmin`](/id/2.2/ref/contrib/gis/admin/#django.contrib.gis.admin.OSMGeoAdmin), GeoDjango menggunakan lapisan [Open Street Map](https://www.openstreetmap.org/) dalam admin. Ini menyediakan konteks lebih (termasuk rincian jalan dan jalan raya) daripada tersedia dengan [`GeoModelAdmin`](/id/2.2/ref/contrib/gis/admin/#django.contrib.gis.admin.GeoModelAdmin) (yang menggunakan kumpulan data WMS [Vector Map Level 0](http://earth-info.nga.mil/publications/vmap0.html) disimpan pada [OSGeo](https://www.osgeo.org/)).

Pemindahan berkas-berkas datum PROJ.4 harus dipasang (lihat [PROJ.4 installation instructions](/id/2.2/ref/contrib/gis/install/geolibs/#proj4) untuk rincian lebih).

Jika anda memenuhi persyaratan ini, kemudian cukup ganti kelas pilihan `OSMGeoAdmin` dalam berkas `admin.py` anda:

```
admin.site.register(WorldBorder, admin.OSMGeoAdmin)
```

**Catatan kaki**

[^1]: Terima kasih khusus kepada Bjørn Sandvik dari [thematicmapping.org](https://thematicmapping.org/) untuk menyediakan dan merawat dataset ini.

[^2]: Aplikasi dasar GeoDjango ditulis oleh  Dane Springmeyer, Josh Livni, dan Christopher Schmidt.

[^3]: Titik ini adalah [University of Houston Law Center](https://www.law.uh.edu/).

[^4]: Open Geospatial Consortium, Inc., [OpenGIS Simple Feature Specification
For SQL](https://www.opengeospatial.org/standards/sfs).
