{"title":"Daftar centang penyebaran","version":"1.9","locale":"id","docname":"howto/deployment/checklist","url":"/id/1.9/howto/deployment/checklist/","canonical":"https://djangodocs.dev/id/1.9/howto/deployment/checklist/","summary":"Internet adalah lingkungan yang bermusuhan. Sebelum menyebarkan proyek Django anda, anda harus mengambil beberapa waktu untuk meninjau pengaturan anda, dengan…","html":"<h1>Daftar centang penyebaran<a class=\"heading-anchor\" href=\"#deployment-checklist\"><span class=\"visually-hidden\">Link to this heading</span><span aria-hidden=\"true\">#</span></a></h1>\n<p>Internet adalah lingkungan yang bermusuhan. Sebelum menyebarkan proyek Django anda, anda harus mengambil beberapa waktu untuk meninjau pengaturan anda, dengan penampilan keamanan, dan tindakan dalam pikiran.</p>\n<p>Django menyertakan banyak <a class=\"reference internal\" href=\"/id/1.9/topics/security/\"><span class=\"doc\">fitur keamanan</span></a>. Beberapa dibangun dan selalu tersedia. Lainnya pilihan karena mereka tidak selalu sesuai, atau karena mereka susah untuk dikembangkan. Sebagai contoh, memaksa HTTPS mungkin tidak cocok untuk semua situs jaringan, dan dia tidak berguna untuk pengembangan lokal.</p>\n<p>Optimalisasi penampilan adalah kategori lain dari penjualan dengan mudahnya. Sebagai contoh, menembolok sangat berguna dalam produksi, sedikit juga untuk pengembangan lokal. Kebutuhan pelaporan kesalahan sangat berbeda.</p>\n<p>Daftar centang berikut menyertakan pengaturan yang:</p>\n<ul class=\"simple\">\n<li><p>harus di setel dengan benar untuk Django untuk menyediakan tingkatan diharapkan dari keamanan;</p></li>\n<li><p>diharapkan menjadi berbeda dalam setiap lingkungan;</p></li>\n<li><p>adakan pilihan fitur keamanan;</p></li>\n<li><p>adakan optimalisasi penampilan;</p></li>\n<li><p>menyediakan pelaporan kesalahan.</p></li>\n</ul>\n<p>Banyak dari setelan ini adalah sesitif dan harus diperlakukan rahasia. Jika anda sedang menerbitkan sumber kode untuk proyek anda, praktik umum adalah menerbitkan pengaturan yang cocok untuk pengembangan, dan menggunakan modul setelan pribadi untuk produksi.</p>\n<section id=\"run-manage-py-check-deploy\">\n<h2>Jalankan <code class=\"docutils literal notranslate\"><span class=\"pre\">manage.py</span> <span class=\"pre\">check</span> <span class=\"pre\">--deploy</span></code><a class=\"heading-anchor\" href=\"#run-manage-py-check-deploy\"><span class=\"visually-hidden\">Link to this heading</span><span aria-hidden=\"true\">#</span></a></h2>\n<p>Beberapa pemeriksaan digambarkan dibawah dapat diotomatisasi menggunakan pilihan <a class=\"reference internal\" href=\"/id/1.9/ref/django-admin/#cmdoption-check-deploy\"><code class=\"xref std std-option docutils literal notranslate\"><span class=\"pre\">check</span> <span class=\"pre\">--deploy</span></code></a>. Pastikan menjalankannya terhadap berkas pengaturan produksi anda seperti yang digambarkan dalam dokumentasi pilihan.</p>\n</section>\n<section id=\"critical-settings\">\n<h2>Pengaturan kritis<a class=\"heading-anchor\" href=\"#critical-settings\"><span class=\"visually-hidden\">Link to this heading</span><span aria-hidden=\"true\">#</span></a></h2>\n<section id=\"secret-key\">\n<h3><a class=\"reference internal\" href=\"/id/1.9/ref/settings/#std-setting-SECRET_KEY\"><code class=\"xref std std-setting docutils literal notranslate\"><span class=\"pre\">SECRET_KEY</span></code></a><a class=\"heading-anchor\" href=\"#secret-key\"><span class=\"visually-hidden\">Link to this heading</span><span aria-hidden=\"true\">#</span></a></h3>\n<p><strong>Kunci rahasia harus nilai acak besar dan dia harus tetap rahasia.</strong></p>\n<p>Pastikan bahwa kunci digunakan dalam produksi tidak digunakan dimanapun dan hindari menyerahkannya ke sumber kendali. Ini mengurangi sejumlah vektor dari yang sebuah penyerang mungkin mendapatkan kunci.</p>\n<p>Daripada kode keras kuncu rahasia dalam modul pengaturan anda, pertimbangkan memuatnya dari sebuah variabel lingkungan:</p>\n<div class=\"code-block\" data-language=\"default\"><div class=\"code-block-toolbar\"><span class=\"code-block-language\">Code</span><button type=\"button\" class=\"copy-button\" data-copy hidden><span class=\"copy-button-label\">Copy</span></button></div><pre role=\"group\" tabindex=\"0\" aria-label=\"Code code\"><code><span class=\"kn\">import</span><span class=\"w\"> </span><span class=\"nn\">os</span>\n<span class=\"n\">SECRET_KEY</span> <span class=\"o\">=</span> <span class=\"n\">os</span><span class=\"o\">.</span><span class=\"n\">environ</span><span class=\"p\">[</span><span class=\"s1\">&#39;SECRET_KEY&#39;</span><span class=\"p\">]</span>\n</code></pre></div>\n<p>atau dari sebuah berkas:</p>\n<div class=\"code-block\" data-language=\"default\"><div class=\"code-block-toolbar\"><span class=\"code-block-language\">Code</span><button type=\"button\" class=\"copy-button\" data-copy hidden><span class=\"copy-button-label\">Copy</span></button></div><pre role=\"group\" tabindex=\"0\" aria-label=\"Code code\"><code><span class=\"k\">with</span> <span class=\"nb\">open</span><span class=\"p\">(</span><span class=\"s1\">&#39;/etc/secret_key.txt&#39;</span><span class=\"p\">)</span> <span class=\"k\">as</span> <span class=\"n\">f</span><span class=\"p\">:</span>\n    <span class=\"n\">SECRET_KEY</span> <span class=\"o\">=</span> <span class=\"n\">f</span><span class=\"o\">.</span><span class=\"n\">read</span><span class=\"p\">()</span><span class=\"o\">.</span><span class=\"n\">strip</span><span class=\"p\">()</span>\n</code></pre></div>\n</section>\n<section id=\"debug\">\n<h3><a class=\"reference internal\" href=\"/id/1.9/ref/settings/#std-setting-DEBUG\"><code class=\"xref std std-setting docutils literal notranslate\"><span class=\"pre\">DEBUG</span></code></a><a class=\"heading-anchor\" href=\"#debug\"><span class=\"visually-hidden\">Link to this heading</span><span aria-hidden=\"true\">#</span></a></h3>\n<p><strong>Anda dilarang mengaktifkan debug di lingkungan produksi.</strong></p>\n<p>Anda pasti mengembangkan proyek anda dengan <a class=\"reference internal\" href=\"/id/1.9/ref/settings/#std-setting-DEBUG\"><code class=\"xref std std-setting docutils literal notranslate\"><span class=\"pre\">DEBUG</span> <span class=\"pre\">=</span> <span class=\"pre\">True</span></code></a>, sejak ini mengadakan fitur mudah seperti pelacakan kembali penuh dalam perambah anda.</p>\n<p>Untuk sebuah lingkungan produksi, meskipun, ini adalah ide jelek, karena dia membocorkan banyak informasi tentang proyek anda; kutipan dari kode sumber anda, variabel lokal, pengaturan, pustaka-pustaka digunakan, dll.</p>\n</section>\n</section>\n<section id=\"environment-specific-settings\">\n<h2>Pengaturan lingkungan-khusus<a class=\"heading-anchor\" href=\"#environment-specific-settings\"><span class=\"visually-hidden\">Link to this heading</span><span aria-hidden=\"true\">#</span></a></h2>\n<section id=\"allowed-hosts\">\n<h3><a class=\"reference internal\" href=\"/id/1.9/ref/settings/#std-setting-ALLOWED_HOSTS\"><code class=\"xref std std-setting docutils literal notranslate\"><span class=\"pre\">ALLOWED_HOSTS</span></code></a><a class=\"heading-anchor\" href=\"#allowed-hosts\"><span class=\"visually-hidden\">Link to this heading</span><span aria-hidden=\"true\">#</span></a></h3>\n<p>Ketika <a class=\"reference internal\" href=\"/id/1.9/ref/settings/#std-setting-DEBUG\"><code class=\"xref std std-setting docutils literal notranslate\"><span class=\"pre\">DEBUG</span> <span class=\"pre\">=</span> <span class=\"pre\">False</span></code></a>, Django tidak bekerja sama sekali tanpa nilai cocok untuk <a class=\"reference internal\" href=\"/id/1.9/ref/settings/#std-setting-ALLOWED_HOSTS\"><code class=\"xref std std-setting docutils literal notranslate\"><span class=\"pre\">ALLOWED_HOSTS</span></code></a>.</p>\n<p>Pengaturan ini dibutuhkan untuk melindungi situs anda terhadap beberapa serangan CSRF. Jika anda menggunakan wildcard, anda harus melakukan pengecekan anda sendiri dari kepala <code class=\"docutils literal notranslate\"><span class=\"pre\">Host</span></code> HTTP, atau jika tidak pastikan bahwa anda tidak rentan ke kategori serangan ini.</p>\n<p>Anda harus juga mengkonfigurasi peladen Jaringan yang duduk didepan Django untuk mengecek rumah. Dia harus menjadwan dengan halaman kesalahan statis atai mengabaikan permintaan untuk rumah tidak benar dari pada meneruskan permintaan ke Django. Jalan ini anda akan menghindari kesalahan palsu dalam catatan Django anda (atau surel jika anda mempunyai pelaporan kesalahan dokonfigurasi seperti itu). Sebagai contoh, pada nginx anda mungkin menyetel sebuah peladen awal untuk mengembalikan &quot;444 No Response&quot; pada sebuah rumah tidak dikategorikan:</p>\n<div class=\"code-block\" data-language=\"nginx\"><div class=\"code-block-toolbar\"><span class=\"code-block-language\">Nginx</span><button type=\"button\" class=\"copy-button\" data-copy hidden><span class=\"copy-button-label\">Copy</span></button></div><pre role=\"group\" tabindex=\"0\" aria-label=\"Nginx code\"><code><span class=\"k\">server</span><span class=\"w\"> </span><span class=\"p\">{</span>\n<span class=\"w\">    </span><span class=\"kn\">listen</span><span class=\"w\"> </span><span class=\"mi\">80</span><span class=\"w\"> </span><span class=\"s\">default_server</span><span class=\"p\">;</span>\n<span class=\"w\">    </span><span class=\"kn\">return</span><span class=\"w\"> </span><span class=\"mi\">444</span><span class=\"p\">;</span>\n<span class=\"p\">}</span>\n</code></pre></div>\n</section>\n<section id=\"caches\">\n<h3><a class=\"reference internal\" href=\"/id/1.9/ref/settings/#std-setting-CACHES\"><code class=\"xref std std-setting docutils literal notranslate\"><span class=\"pre\">CACHES</span></code></a><a class=\"heading-anchor\" href=\"#caches\"><span class=\"visually-hidden\">Link to this heading</span><span aria-hidden=\"true\">#</span></a></h3>\n<p>Jika anda sedang menggunakan tembolok, parameter tetap mungkin berbeda dalam pengembangan dan dalam produksi.</p>\n<p>Server cache seringnya memiliki autentifikasi yang lemah. Pastikan hanya menerima koneksi dari server aplikasi anda saja.</p>\n<p>Jika anda sedang menggunakan Memcached, pertimbangkan menggunakan <a class=\"reference internal\" href=\"/id/1.9/topics/http/sessions/#cached-sessions-backend\"><span class=\"std std-ref\">cached sessions</span></a> untuk meningkatkan penampilan.</p>\n</section>\n<section id=\"databases\">\n<h3><a class=\"reference internal\" href=\"/id/1.9/ref/settings/#std-setting-DATABASES\"><code class=\"xref std std-setting docutils literal notranslate\"><span class=\"pre\">DATABASES</span></code></a><a class=\"heading-anchor\" href=\"#databases\"><span class=\"visually-hidden\">Link to this heading</span><span aria-hidden=\"true\">#</span></a></h3>\n<p>Parameter hubungan basisdata kemungkinan berbeda di pengembangan dan di produksi.</p>\n<p>Sandi basisdata sangat rahasia. Anda harus melindungi mereka persis seperti <a class=\"reference internal\" href=\"/id/1.9/ref/settings/#std-setting-SECRET_KEY\"><code class=\"xref std std-setting docutils literal notranslate\"><span class=\"pre\">SECRET_KEY</span></code></a>.</p>\n<p>Untuk keamanan maksimal, pastikan peladen basisdata hanya menerima hubungan dari peladen aplikasi anda.</p>\n<p>Jika anda belum menyetel sokongan basisdata anda, lakukan sekarang!</p>\n</section>\n<section id=\"email-backend-and-related-settings\">\n<h3><a class=\"reference internal\" href=\"/id/1.9/ref/settings/#std-setting-EMAIL_BACKEND\"><code class=\"xref std std-setting docutils literal notranslate\"><span class=\"pre\">EMAIL_BACKEND</span></code></a> dan pengaturan terkait<a class=\"heading-anchor\" href=\"#email-backend-and-related-settings\"><span class=\"visually-hidden\">Link to this heading</span><span aria-hidden=\"true\">#</span></a></h3>\n<p>Jika situs anda mengirim email, nilai ini butuh disetel dengan benar.</p>\n<p>Secara awal, DJango mengirim email dari <a class=\"reference external\" href=\"mailto:webmaster&#37;&#52;&#48;localhost\">webmaster<span>&#64;</span>localhost</a> dan <a class=\"reference external\" href=\"mailto:root&#37;&#52;&#48;localhost\">root<span>&#64;</span>localhost</a>. BAgaimanapun, beberapa penyedia surat menolak email dari alamat ini. Untuk menggunakan alamat pengirim berbeda, rubah pengaturan <a class=\"reference internal\" href=\"/id/1.9/ref/settings/#std-setting-DEFAULT_FROM_EMAIL\"><code class=\"xref std std-setting docutils literal notranslate\"><span class=\"pre\">DEFAULT_FROM_EMAIL</span></code></a> dan <a class=\"reference internal\" href=\"/id/1.9/ref/settings/#std-setting-SERVER_EMAIL\"><code class=\"xref std std-setting docutils literal notranslate\"><span class=\"pre\">SERVER_EMAIL</span></code></a></p>\n</section>\n<section id=\"static-root-and-static-url\">\n<h3><a class=\"reference internal\" href=\"/id/1.9/ref/settings/#std-setting-STATIC_ROOT\"><code class=\"xref std std-setting docutils literal notranslate\"><span class=\"pre\">STATIC_ROOT</span></code></a> dan <a class=\"reference internal\" href=\"/id/1.9/ref/settings/#std-setting-STATIC_URL\"><code class=\"xref std std-setting docutils literal notranslate\"><span class=\"pre\">STATIC_URL</span></code></a><a class=\"heading-anchor\" href=\"#static-root-and-static-url\"><span class=\"visually-hidden\">Link to this heading</span><span aria-hidden=\"true\">#</span></a></h3>\n<p>Berkas statis otomatis dilayani oleh peladen pengembangan. Di produksi, anda harus menentukan direktori <a class=\"reference internal\" href=\"/id/1.9/ref/settings/#std-setting-STATIC_ROOT\"><code class=\"xref std std-setting docutils literal notranslate\"><span class=\"pre\">STATIC_ROOT</span></code></a> dimana <a class=\"reference internal\" href=\"/id/1.9/ref/contrib/staticfiles/#django-admin-collectstatic\"><code class=\"xref std std-djadmin docutils literal notranslate\"><span class=\"pre\">collectstatic</span></code></a> akan menyalin mereka.</p>\n<p>Lihat <a class=\"reference internal\" href=\"/id/1.9/howto/static-files/\"><span class=\"doc\">Mengelola berkas statis (sebagai contoh gambar, JavaScript, CSS)</span></a> untuk informasi lebih.</p>\n</section>\n<section id=\"media-root-and-media-url\">\n<h3><a class=\"reference internal\" href=\"/id/1.9/ref/settings/#std-setting-MEDIA_ROOT\"><code class=\"xref std std-setting docutils literal notranslate\"><span class=\"pre\">MEDIA_ROOT</span></code></a> dan <a class=\"reference internal\" href=\"/id/1.9/ref/settings/#std-setting-MEDIA_URL\"><code class=\"xref std std-setting docutils literal notranslate\"><span class=\"pre\">MEDIA_URL</span></code></a><a class=\"heading-anchor\" href=\"#media-root-and-media-url\"><span class=\"visually-hidden\">Link to this heading</span><span aria-hidden=\"true\">#</span></a></h3>\n<p>Berkas media diunggah oleh pengguna anda. Mereka tidak dapat dipercaya! Pastikan peladen jaringan anda tidak pernah mencoba untuk menafsirkannya. Sebagai contoh, jika pengguna mengunggah berkas <code class=\"docutils literal notranslate\"><span class=\"pre\">.php</span></code>, peladen jaringan jangan menjalankannya.</p>\n<p>Sekarang waktu tepat untuk memeriksa strategi sokongan anda untuk berkas ini.</p>\n</section>\n</section>\n<section id=\"https\">\n<h2>HTTPS<a class=\"heading-anchor\" href=\"#https\"><span class=\"visually-hidden\">Link to this heading</span><span aria-hidden=\"true\">#</span></a></h2>\n<p>Jaringan situs apapun yang mengizinkan pengguna untuk masuh harus melaksanakan lebar-situs HTTPS untuk menghindari token transmisi akses jelas. Di Django, token akses menyertakan masuk/sandi, sesi kue, dan setel kembali sandi token. (Anda tidak dapat melakukan banyak untuk melindungi sandi setel kembali token jika anda mengirim mereka dengan email.)</p>\n<p>Melindungi kawasan sensitif seperti akun pengguna atau admin tidak cukuo, karena sesi kue sama digunakan untuk HTTP dan HTTPS. Peladen jaringan anda ahrus mengalihkan semua lalu lintas HTTP ke HTTPS, dan hanya mengirimkan permintaan HTTPS ke Django.</p>\n<p>Sekali anda telah menyetel HTTPS, adakan pengaturan berikut.</p>\n<section id=\"csrf-cookie-secure\">\n<h3><a class=\"reference internal\" href=\"/id/1.9/ref/settings/#std-setting-CSRF_COOKIE_SECURE\"><code class=\"xref std std-setting docutils literal notranslate\"><span class=\"pre\">CSRF_COOKIE_SECURE</span></code></a><a class=\"heading-anchor\" href=\"#csrf-cookie-secure\"><span class=\"visually-hidden\">Link to this heading</span><span aria-hidden=\"true\">#</span></a></h3>\n<p>Setel ini menjadi  <code class=\"docutils literal notranslate\"><span class=\"pre\">True</span></code> untuk menghindari mengirimkan kue CSRF melalui HTTP dengan tidak sengaja.</p>\n</section>\n<section id=\"session-cookie-secure\">\n<h3><a class=\"reference internal\" href=\"/id/1.9/ref/settings/#std-setting-SESSION_COOKIE_SECURE\"><code class=\"xref std std-setting docutils literal notranslate\"><span class=\"pre\">SESSION_COOKIE_SECURE</span></code></a><a class=\"heading-anchor\" href=\"#session-cookie-secure\"><span class=\"visually-hidden\">Link to this heading</span><span aria-hidden=\"true\">#</span></a></h3>\n<p>Ubah jadi <code class=\"docutils literal notranslate\"><span class=\"pre\">True</span></code> untuk menghindari pengiriman cookie sesi melalui HTTP secara tidak sengaja.</p>\n</section>\n</section>\n<section id=\"performance-optimizations\">\n<h2>Optimalisasi penampilan<a class=\"heading-anchor\" href=\"#performance-optimizations\"><span class=\"visually-hidden\">Link to this heading</span><span aria-hidden=\"true\">#</span></a></h2>\n<p>Pengaturan <a class=\"reference internal\" href=\"/id/1.9/ref/settings/#std-setting-DEBUG\"><code class=\"xref std std-setting docutils literal notranslate\"><span class=\"pre\">DEBUG</span> <span class=\"pre\">=</span> <span class=\"pre\">False</span></code></a> meniadakan beberapa fitur yang hanya berguna dalam pengembangan. Dalam tambahan, anda dapat menyesuaikan pengaturan berikut.</p>\n<section id=\"conn-max-age\">\n<h3><a class=\"reference internal\" href=\"/id/1.9/ref/settings/#std-setting-CONN_MAX_AGE\"><code class=\"xref std std-setting docutils literal notranslate\"><span class=\"pre\">CONN_MAX_AGE</span></code></a><a class=\"heading-anchor\" href=\"#conn-max-age\"><span class=\"visually-hidden\">Link to this heading</span><span aria-hidden=\"true\">#</span></a></h3>\n<p>Mengadakan <a class=\"reference internal\" href=\"/id/1.9/ref/databases/#persistent-database-connections\"><span class=\"std std-ref\">persistent database connections</span></a> dapat menghasilkan sebuah kecepatan bagus ketika berhubung ke akun basisdata untuk bagian khusus dari waktu pengolahan permintaan.</p>\n<p>Ini membantu banyak pada rumah virtual dengan penampilan jaringan terbatas.</p>\n</section>\n<section id=\"templates\">\n<h3><a class=\"reference internal\" href=\"/id/1.9/ref/settings/#std-setting-TEMPLATES\"><code class=\"xref std std-setting docutils literal notranslate\"><span class=\"pre\">TEMPLATES</span></code></a><a class=\"heading-anchor\" href=\"#templates\"><span class=\"visually-hidden\">Link to this heading</span><span aria-hidden=\"true\">#</span></a></h3>\n<p>Mengadakan pemuat cetakan tembolok sering memperbaiki penampilan secaradrastis, seperti dia menghindari menyusun setiap cetakan setiap kali dia dibutuhkan untuk dibangun. Lihat <a class=\"reference internal\" href=\"/id/1.9/ref/templates/api/#template-loaders\"><span class=\"std std-ref\">template loaders docs</span></a> untuk informasi lebih.</p>\n</section>\n</section>\n<section id=\"error-reporting\">\n<h2>Pelaporan kesalahan<a class=\"heading-anchor\" href=\"#error-reporting\"><span class=\"visually-hidden\">Link to this heading</span><span aria-hidden=\"true\">#</span></a></h2>\n<p>Seiring waktu anda mendorong kode anda ke produksi, semoga kuat, tetapi anda tidak dapat mengesampingkan kesalahan-kesalahan tidak diharapkan. Terima kasih, Django dapat menangkap kesalahan-kesalahan dan membuertahu anda yang sesuai.</p>\n<section id=\"logging\">\n<h3><a class=\"reference internal\" href=\"/id/1.9/ref/settings/#std-setting-LOGGING\"><code class=\"xref std std-setting docutils literal notranslate\"><span class=\"pre\">LOGGING</span></code></a><a class=\"heading-anchor\" href=\"#logging\"><span class=\"visually-hidden\">Link to this heading</span><span aria-hidden=\"true\">#</span></a></h3>\n<p>Pratinjau konfigurasi pencatatan anda sebelum menaruh situs jaringan anda dalam produksi, dan periksa bahwa dia bekerja seauai harapan setelah anda menerima beberapa lalu lintas.</p>\n<p>Lihat <a class=\"reference internal\" href=\"/id/1.9/topics/logging/\"><span class=\"doc\">Pencatatan</span></a> untuk rincian pada tempuhan.</p>\n</section>\n<section id=\"admins-and-managers\">\n<h3><a class=\"reference internal\" href=\"/id/1.9/ref/settings/#std-setting-ADMINS\"><code class=\"xref std std-setting docutils literal notranslate\"><span class=\"pre\">ADMINS</span></code></a> dan <a class=\"reference internal\" href=\"/id/1.9/ref/settings/#std-setting-MANAGERS\"><code class=\"xref std std-setting docutils literal notranslate\"><span class=\"pre\">MANAGERS</span></code></a><a class=\"heading-anchor\" href=\"#admins-and-managers\"><span class=\"visually-hidden\">Link to this heading</span><span aria-hidden=\"true\">#</span></a></h3>\n<p><a class=\"reference internal\" href=\"/id/1.9/ref/settings/#std-setting-ADMINS\"><code class=\"xref std std-setting docutils literal notranslate\"><span class=\"pre\">ADMINS</span></code></a> akan diberitahu dari 500 kesalahan oleh email.</p>\n<p><a class=\"reference internal\" href=\"/id/1.9/ref/settings/#std-setting-MANAGERS\"><code class=\"xref std std-setting docutils literal notranslate\"><span class=\"pre\">MANAGERS</span></code></a> akan diberitahu kesalahan 404. <a class=\"reference internal\" href=\"/id/1.9/ref/settings/#std-setting-IGNORABLE_404_URLS\"><code class=\"xref std std-setting docutils literal notranslate\"><span class=\"pre\">IGNORABLE_404_URLS</span></code></a> dapat membantu saringan laporan palsu.</p>\n<p>Lihat <a class=\"reference internal\" href=\"/id/1.9/howto/error-reporting/\"><span class=\"doc\">Pelaporan kesalahan</span></a> untuk rincian di pelaporan kesalahan oleh email.</p>\n<aside class=\"admonition-error-reporting-by-email-doesn-t-scale-very-well admonition\">\n<p class=\"admonition-title\">Pelaporan error melalui email tidak dapat dikembangkan pada skala lebih lebih besar dengan baik</p>\n<p>Pertimbangkan menggunakan sistem pengamatan kesalahan seperti <a class=\"reference external\" href=\"https://docs.getsentry.com/\">Sentry</a> sebelum kotak masuk anda dibanjiri oleh laporan. Sentry dapat juga mengumpulkan catatan.</p>\n</aside>\n</section>\n<section id=\"customize-the-default-error-views\">\n<h3>Sesuaikan tampilan kesalahan awal<a class=\"heading-anchor\" href=\"#customize-the-default-error-views\"><span class=\"visually-hidden\">Link to this heading</span><span aria-hidden=\"true\">#</span></a></h3>\n<p>Django menyertakan tampilan dan cetakan awal untuk beberapa kode kesalahan HTTP. Anda mungkin ingin mengesampingkan cetakan awal dengan membuat cetakam berikut di direktori cetakan akar anda: <code class=\"docutils literal notranslate\"><span class=\"pre\">404.html</span></code>, <code class=\"docutils literal notranslate\"><span class=\"pre\">500.html</span></code>, <code class=\"docutils literal notranslate\"><span class=\"pre\">403.html</span></code>, dan <code class=\"docutils literal notranslate\"><span class=\"pre\">400.html</span></code>. Tampilan awal harus mencukupi untuk 99% dari aplikasi Jaringan, tetapi jika anda menginginkan menyesuaikan mereka, lihat perintah ini yang juga mengandung rincian tentang cetakan awal:</p>\n<ul class=\"simple\">\n<li><p><a class=\"reference internal\" href=\"/id/1.9/ref/views/#http-not-found-view\"><span class=\"std std-ref\">Tampilan 404 (halaman tidak ditemukan)</span></a></p></li>\n<li><p><a class=\"reference internal\" href=\"/id/1.9/ref/views/#http-internal-server-error-view\"><span class=\"std std-ref\">Tampilan 500 (kesalahan peladen)</span></a></p></li>\n<li><p><a class=\"reference internal\" href=\"/id/1.9/ref/views/#http-forbidden-view\"><span class=\"std std-ref\">Tampilan 403 (Terlarang HTTP)</span></a></p></li>\n<li><p><a class=\"reference internal\" href=\"/id/1.9/ref/views/#http-bad-request-view\"><span class=\"std std-ref\">Tampilan (permintaan buruk) 400</span></a></p></li>\n</ul>\n</section>\n</section>\n<section id=\"python-options\">\n<h2>Pilihan Phyton<a class=\"heading-anchor\" href=\"#python-options\"><span class=\"visually-hidden\">Link to this heading</span><span aria-hidden=\"true\">#</span></a></h2>\n<p>Sangat kuta dianjurkan bahwa anda meminta pengolahan Python menjalankan aplikasi Django anda menggunakan pilihan <a class=\"reference external\" href=\"https://docs.python.org/2/using/cmdline.html#cmdoption-R\">-R</a> atau dengan lingkungan <span class=\"target\" id=\"index-2\"></span><a class=\"reference external\" href=\"https://docs.python.org/3/using/cmdline.html#envvar-PYTHONHASHSEED\" title=\"(di Python v3.14)\"><code class=\"xref std std-envvar docutils literal notranslate\"><span class=\"pre\">PYTHONHASHSEED</span></code></a> variabel disetel ke <code class=\"docutils literal notranslate\"><span class=\"pre\">random</span></code>. Pilihan ini diadakan secara awal mulai dengan Python 3.3.</p>\n<p>Pilihan ini membantu melindungi situs anda dari serangan denial-of-service (DoS) dipicu oleh masukan dibuat. Sebuah serangan dapat secara drastis meningkatkan penggunaan CPU dengan menyebabkan penampilan kasus-buruk ketika membuat instance <code class=\"docutils literal notranslate\"><span class=\"pre\">dict</span></code>. Lihat <a class=\"reference external\" href=\"http://www.ocert.org/advisories/ocert-2011-003.html\">oCERT advisory #2011-003</a> untuk informasi lebih.</p>\n</section>","rootId":"deployment-checklist","toc":[{"title":"Jalankan manage.py check --deploy","anchor":"run-manage-py-check-deploy","children":[]},{"title":"Pengaturan kritis","anchor":"critical-settings","children":[{"title":"SECRET_KEY","anchor":"secret-key","children":[]},{"title":"DEBUG","anchor":"debug","children":[]}]},{"title":"Pengaturan lingkungan-khusus","anchor":"environment-specific-settings","children":[{"title":"ALLOWED_HOSTS","anchor":"allowed-hosts","children":[]},{"title":"CACHES","anchor":"caches","children":[]},{"title":"DATABASES","anchor":"databases","children":[]},{"title":"EMAIL_BACKEND dan pengaturan terkait","anchor":"email-backend-and-related-settings","children":[]},{"title":"STATIC_ROOT dan STATIC_URL","anchor":"static-root-and-static-url","children":[]},{"title":"MEDIA_ROOT dan MEDIA_URL","anchor":"media-root-and-media-url","children":[]}]},{"title":"HTTPS","anchor":"https","children":[{"title":"CSRF_COOKIE_SECURE","anchor":"csrf-cookie-secure","children":[]},{"title":"SESSION_COOKIE_SECURE","anchor":"session-cookie-secure","children":[]}]},{"title":"Optimalisasi penampilan","anchor":"performance-optimizations","children":[{"title":"CONN_MAX_AGE","anchor":"conn-max-age","children":[]},{"title":"TEMPLATES","anchor":"templates","children":[]}]},{"title":"Pelaporan kesalahan","anchor":"error-reporting","children":[{"title":"LOGGING","anchor":"logging","children":[]},{"title":"ADMINS dan MANAGERS","anchor":"admins-and-managers","children":[]},{"title":"Sesuaikan tampilan kesalahan awal","anchor":"customize-the-default-error-views","children":[]}]},{"title":"Pilihan Phyton","anchor":"python-options","children":[]}],"breadcrumbs":[{"docname":"howto/index","title":"Panduan \"Bagaimana\"","url":"/id/1.9/howto/"},{"docname":"howto/deployment/index","title":"Menyebarkan Django","url":"/id/1.9/howto/deployment/"}],"prev":{"docname":"howto/deployment/wsgi/uwsgi","title":"Bagaimana menggunakan Django dengan uWSGI","url":"/id/1.9/howto/deployment/wsgi/uwsgi/"},"next":{"docname":"howto/upgrade-version","title":"Meningkatkan Django ke versi terbaru","url":"/id/1.9/howto/upgrade-version/"},"formats":{"html":"/id/1.9/howto/deployment/checklist/","markdown":"/id/1.9/howto/deployment/checklist.md","json":"/id/1.9/howto/deployment/checklist.json"},"source":"https://github.com/django/django/blob/stable/1.9.x/docs/howto/deployment/checklist.txt","official":"https://docs.djangoproject.com/id/1.9/howto/deployment/checklist/","inVersions":["6.1","6.0","5.2","5.1","5.0","4.2","4.1","4.0","3.2","3.1","3.0","2.2","2.1","2.0","1.11","1.10","1.9"],"inLocales":["en","fr","ja","id","pt-br","es"]}