---
title: "Menulis perintah django-admin penyesuaian"
version: 1.11
locale: id
source: https://docs.djangoproject.com/id/1.11/howto/custom-management-commands/
canonical: https://djangodocs.dev/id/1.11/howto/custom-management-commands/
---
# Menulis perintah `django-admin` penyesuaian

Aplikasi dapat mendaftarkan tindakan mereka sendiri dengan `manage.py`. Sebagai contoh, anda mungkin ingin menambahkan sebuah tindakan `manage.py` untuk sebuah aplikasi Django yang anda sedang sebarkan. Dalam dokumen ini, kami akan membangun sebuah penyesuaian perintah `closepoll` untuk aplikasi `polls` dari [tutorial](/id/1.11/intro/tutorial01/).

Untuk melakukan ini, tambahkan direktori `management/commands` ke aplikasi. Django akan mendaftarkan sebuah perintah `manage.py` untuk setiap modul Python dalam direktori tersebut yang namanya tidak dimulai dengan garis bawah. Sebagai contoh:

```
polls/
    __init__.py
    models.py
    management/
        __init__.py
        commands/
            __init__.py
            _private.py
            closepoll.py
    tests.py
    views.py
```

Pada Python 2, pastika menyertakan berkas `__init__.py` dalam kedua direktori `management` dan `management/commands` seperti yang dilakukan diatas atau perintah anda tidak akan ditemukan.

Dalam contoh ini, perintah `closepoll` akan dibuat tersedia pada setiap proyek yang menyertakan aplikasi `polls` dalam [`INSTALLED_APPS`](/id/1.11/ref/settings/#std-setting-INSTALLED_APPS).

Modul `_private.py` tidak akan tersedia sebagai perintah pengelolaan.

Modul `closepoll.py` mempunyai hanya satu persyaratan -- itu harus ditentukan sebuah kelas `Command` yang memperpanjang [`BaseCommand`](#django.core.management.BaseCommand) atau satu dari [subclasses](#ref-basecommand-subclasses) nya.

> **Tulisan berdiri sendiri**
>
> Penyesuaian pengelolaan perintah adalah khususnya berguna untuk menjalankan tulisan berdiri sendiri atau untuk tulisan yang secara berkala dijalankan dari panel kendali UNIX crontab atau Windows  scheduled tasks.

Untuk menerapkan perintah, sunting `polls/management/commands/closepoll.py` untuk kelihatan seperti ini:

```
from django.core.management.base import BaseCommand, CommandError
from polls.models import Question as Poll

class Command(BaseCommand):
    help = 'Closes the specified poll for voting'

    def add_arguments(self, parser):
        parser.add_argument('poll_id', nargs='+', type=int)

    def handle(self, *args, **options):
        for poll_id in options['poll_id']:
            try:
                poll = Poll.objects.get(pk=poll_id)
            except Poll.DoesNotExist:
                raise CommandError('Poll "%s" does not exist' % poll_id)

            poll.opened = False
            poll.save()

            self.stdout.write(self.style.SUCCESS('Successfully closed poll "%s"' % poll_id))
```

> **Note**
>
> Ketika anda menggunakan pengelolaan perintah dan berharap untuk menyediakan keluaran tempat tuts, anda harus menulis ke `self.stdout` dan `self.stderr`, daripada mencetak ke `stdout` and `stderr` secara langsung. Dengan menggunakan proxi ini, dia menjadi lebih mudah untuk mencoba penyesuaian perintah anda. Catat juga bahwa anda tidak butuh mengakhiri pesan dengan karakter baris baru, dia akan ditambahkan otomatis, meskipun anda menentukan parameter `ending`:
>
> ```
> self.stdout.write("Unterminated line", ending='')
> ```

Perintah penyesuaian baru dapat dipanggil menggunakan `python manage.py closepoll <poll_id>`.

Cara `handle()` mengambil satu atau lebih `poll_ids` dan mengatur `poll.opened` ke `False` untuk masing-masing. Jika pengguna memberi petunjuk tiap jejak pendapat yang tidak ada, sebuah [`CommandError`](#django.core.management.CommandError) akan muncul. Atribut `poll.opened` tidak ada dalam [tutorial](/id/1.11/intro/tutorial01/) dan telah ditambahkan ke `polls.models.Question` untuk contoh ini.

## Menerima argumen pilihan

`closepoll` yang sama dapat dengan mudah dirubah untuk menghapus jejak pendapat yang diberikan daripada menutupnya dengan menerima tambahan pilihan baris perintah. Penyesuaian pilihan ini dapat ditambahkan dalam cara [`add_arguments()`](#django.core.management.BaseCommand.add_arguments) seperti ini:

```
class Command(BaseCommand):
    def add_arguments(self, parser):
        # Positional arguments
        parser.add_argument('poll_id', nargs='+', type=int)

        # Named (optional) arguments
        parser.add_argument(
            '--delete',
            action='store_true',
            dest='delete',
            default=False,
            help='Delete poll instead of closing it',
        )

    def handle(self, *args, **options):
        # ...
        if options['delete']:
            poll.delete()
        # ...
```

Pilihan (`delete` dalam contoh kami) tersedia dalam pilihan parameter perintah dari cara penanganan. Lihat dokumentasi Python [`argparse`](https://docs.python.org/3/library/argparse.html#module-argparse) untuk lebih tentang penggunaan `add_argument`.

Dalam tambahan untuk dapat menambahkan penyesuaian pilihan baris perintah, semua [management commands](/id/1.11/ref/django-admin/) dapat menerima beberapa pilihan awal seperti [`--verbosity`](/id/1.11/ref/django-admin/#cmdoption-verbosity) dan [`--traceback`](/id/1.11/ref/django-admin/#cmdoption-traceback).

## Pengelolaan perintah dan lokal

Secara awal, cara [`BaseCommand.execute()`](#django.core.management.BaseCommand.execute) menonaktifkan terjemahan karena beberapa perintah dikemas dengan Django melakukan beberapa tugas (sebagai contoh, membangun isi pengguna muka dan mengumpulkan basisdata) yang membutuhkan bahasa deretan karakter proyek-netral.

Jika, untuk beberapa alasan, penyesuaian pengelolaan perintah anda butuh menggunakan lokal yang tetap, anda harus secara manual mengaktif dan menonaktifkannya dalam cara [`handle()`](#django.core.management.BaseCommand.handle) anda menggunakan fungsi disediakan oleh dukungan kode I18N:

```
from django.core.management.base import BaseCommand, CommandError
from django.utils import translation

class Command(BaseCommand):
    ...

    def handle(self, *args, **options):

        # Activate a fixed locale, e.g. Russian
        translation.activate('ru')

        # Or you can activate the LANGUAGE_CODE # chosen in the settings:
        from django.conf import settings
        translation.activate(settings.LANGUAGE_CODE)

        # Your command logic here
        ...

        translation.deactivate()
```

Kebutuhan lainnya mungkin bahwa perintah anda dengan mudah harus menggunakan kumpulan lokal dalam pengaturan dan Django harus dijaga dari penonaktifannya. Anda dapat mencapainya dengan menggunakan pilihan [`BaseCommand.leave_locale_alone`](#django.core.management.BaseCommand.leave_locale_alone).

Ketika bekerja pada skenario yang digambarkan diatas, perhatikan akun yang sistem pengelolaan perintah khususnya harus sangat waspada tentang berjalan dalam lokal yang tidak seragam, jadi anda mungkin butuh untuk:

- Pastikan pengaturan [`USE_I18N`](/id/1.11/ref/settings/#std-setting-USE_I18N) selalu `True` ketika menjalankan perintah (ini adalah contoh bagus dari potensial masalah berasal dari sebuah lingkungan waktu berjalan dinamis dimana perintah Django menghindari begitu saja dengan menonaktifkan terjemahan).
- Tinjau kode dari perintah anda dan kode dipanggil untuk perbedaan perilaku ketika lokal dirubah dan dinilai dampaknya pada perkiraan kebiasaan dari perintah anda.

## Pengujian

Informasi pada bagaimana untuk mencoba penyesuaian pengelolaan perintah dapat ditemukan dalam [dokumen percobaan](/id/1.11/topics/testing/tools/#topics-testing-management-commands).

## Menimpa perintah

Django mendaftarkan perintah siap-pakai dan kemudian mencari untuk perintah dalam [`INSTALLED_APPS`](/id/1.11/ref/settings/#std-setting-INSTALLED_APPS) secara memutar. Selama pencarian, jika sebuah nama perintah menggandakan sebuah perintah sudah terdaftar, perintah baru yang ditemukan ditimpa dahulu.

Dengan kata lain, untuk menimpa sebuah perintah, perintah baru harus memiliki nama sama dan aplikasinya harus sebelum menimpa aplikasi perintah dalam [`INSTALLED_APPS`](/id/1.11/ref/settings/#std-setting-INSTALLED_APPS).

Perintah pengelolaan dari aplikasi pihak-ketiga yang telah tidak sengaja ditimpa dapat dibuat tersedia dibawah sebuah nama baru dengan membuat perintah baru di satu dari aplikasi proyek anda (diurutkan sebelum aplikasi pihak-ketiga dalam [`INSTALLED_APPS`](/id/1.11/ref/settings/#std-setting-INSTALLED_APPS)) yang mengimpor `Command` dari perintah ditimpa.

## Obyek perintah

#### `class BaseCommand`

Kelas dasar dari mana semua pengelolaan perintah akhirnya berasal.

Gunakan kelas ini jika anda ingin mengakses semua mekanisme yang mengurai argumen baris perintah dan bekerja kode apa untuk dipanggil dalam tanggapan; jika anda tidak butuh merubah kebiasaan apapun, pertimbangkan menggunakan satu dari [subclasses](#ref-basecommand-subclasses) nya.

Mensubkelaskan kelas [`BaseCommand`](#django.core.management.BaseCommand) membutuhkan bahwa anda menerapkan cara [`handle()`](#django.core.management.BaseCommand.handle).

### Atribut

Semua atribut dapat di setel dalam kelas turunan anda dan dapat digunakan dalam [subclasses](#ref-basecommand-subclasses) [`BaseCommand`](#django.core.management.BaseCommand).

#### `BaseCommand.help`

Deskripsi singkat dari perintah, dimana akan ditampilkan di pesan bantuan ketika pengguna eksekusi perintah `python manage.py help <command>`.

#### `BaseCommand.missing_args_message`

Jika perintah anda menentukan argumen penempatan wajib, anda dapat menyesuaikan pesan kesalahan yang dikembalikan dalam kasus argumen yang hilang. Awalnya adalah keluaran oleh [`argparse`](https://docs.python.org/3/library/argparse.html#module-argparse) ("terlalu sedikit argumen").

#### `BaseCommand.output_transaction`

Sebuah boolean menunjukkan apakah perintah keluaran pernyataan SQL; jika `True`, keluaran akan otomatis dibungkus dengan `BEGIN;` dan `COMMIT;`. Nilai awal adalah `False`.

#### `BaseCommand.requires_migrations_checks`

> **New in Django 1.10**

Sebuah boolean; jika `True`, memerintahkan mencetak sebuah peringatan jika pengaturan perpindahan pada cakram tidak cocok dengan perpindahan di basisdata. Sebuah peringatan tidak mencegah perintah dari penjalanan. Nilai awal adalah `False`.

#### `BaseCommand.requires_system_checks`

Sebuah boolean; jika `True`, seluruh proyek Django akan diperiksa untuk masalah potensial sebelum menjalankan perintah. Nilai awal adalah `True`.

#### `BaseCommand.leave_locale_alone`

A boolean indicating whether the locale set in settings should be preserved
during the execution of the command instead of translations being
deactivated.

Nilai awal adalah `False`.

Make sure you know what you are doing if you decide to change the value of
this option in your custom command if it creates database content that
is locale-sensitive and such content shouldn't contain any translations
(like it happens e.g. with [`django.contrib.auth`](/id/1.11/topics/auth/#module-django.contrib.auth) permissions) as
activating any locale might cause unintended effects. See the [Management
commands and locales](#id1) section above for further details.

#### `BaseCommand.style`

Sebuah atribut instance yang membantu membuat keluaran bewarna ketika menulis ke `stdout` atau `stderr`. Sebagai contoh:

```
self.stdout.write(self.style.SUCCESS('...'))
```

Lihat [Syntax coloring](/id/1.11/ref/django-admin/#syntax-coloring) untuk mempelajari bagaimana merubah papan warna dan melihat gaya tersedia (gunakan versi huruf besar dari "roles" yang digambarkan dalam bagian itu).

Jika anda melewati pilihan [`--no-color`](/id/1.11/ref/django-admin/#cmdoption-no-color) ketika menjalankan perintah anda, semua pemanggilan `self.style()` akan mengembalikan deretan karakter asli tidak bewarna.

### Cara

[`BaseCommand`](#django.core.management.BaseCommand) mempunyai beberapa cara yang dapat dikesampingkan tetapi hanya cara [`handle()`](#django.core.management.BaseCommand.handle) harus diterapkan.

> **Menerapkan constructor dalam subkelas**
>
> Jika anda menerapkan `__init__` dalam subkelas anda dari [`BaseCommand`](#django.core.management.BaseCommand), anda harus memanggil `__init__` dari :class:BaseCommand:
>
> ```
> class Command(BaseCommand):
>     def __init__(self, *args, **kwargs):
>         super(Command, self).__init__(*args, **kwargs)
>         # ...
> ```

#### `BaseCommand.add_arguments(parser)`

Titik masukan untuk menambahkan pengurai argumen untuk menangani argumen baris perintah dilewati ke perintah. Penyesuaian perintah harus menimpa metode ini untuk menambah kedua argumen penempatan dan pilihan yang diterima oleh perintah. Memanggil `super()` tidak dibutuhkan ketika pengsubkelasan secara langsung `BaseCommand`.

#### `BaseCommand.get_version()`

Mengembalikan versi Django, yang seharusnya benar untuk semua perintah Django siap pakai. Perintah pasokan-pengguna dapat menimpa metode ini untuk mengembalikan versi mereka sendiri.

#### `BaseCommand.execute(*args, **options)`

Coba untuk menjalankan perintah ini, melakukan pemeriksaan sistem jika dibutuhkan (sebagai pengendalian oleh [`requires_system_checks`](#django.core.management.BaseCommand.requires_system_checks) attribute). Jika perintah muncul sebuah [`CommandError`](#django.core.management.CommandError), Dia dicegat dan dicetak ke stderr.

> **Memanggil perintah pengelolaan di kode anda**
>
> `execute()` jangan dipanggil secara langsung dari kode anda untuk menjalankan sebuah perintah. Lebih baik gunakan [`call_command()`](/id/1.11/ref/django-admin/#django.core.management.call_command).

#### `BaseCommand.handle(*args, **options)`

Logika sebenarnya dari perintah. Subkelas harus menerapkan cara ini.

Dia mungkin mengembalikan sebuah deretan karakter Unicode yang akan dicetak ke `stdout` (dibungkus oleh `BEGIN;` dan `COMMIT;` jika [`output_transaction`](#django.core.management.BaseCommand.output_transaction) adalah `True`).

#### `BaseCommand.check(app_configs=None, tags=None, display_num_errors=False)`

Gunakan kerangka sistem pemeriksaan untuk memeriksa keseluruhan proyek Django untuk masalah potensial. Masalah serius muncul seperti sebuah [`CommandError`](#django.core.management.CommandError); peringatan dikeluarkan ke stderr; pemberitahuan kecil dikeluarkan pada stdout.

Jika `app_configs` dan `tags` keduanya `None`, semua pemeriksaan sistem dilakukan. `tags` dapat menjadi daftar dari etiket pemeriksaan, seperti `compatibility` atau `models`.

### Subkelas `BaseCommand`

#### `class AppCommand`

Sebuah pengelolaan perintah yang mengambil satu atau lebih label aplikasi terpasang sebagai argumen, dan melakukan sesuatu dengan masing-masing dari mereka.

Daripada menerapkan [`handle()`](#django.core.management.BaseCommand.handle),  subkelas harus menerapkan [`handle_app_config()`](#django.core.management.AppCommand.handle_app_config), yang akan dipanggil sekali untuk setiap aplikasi.

#### `AppCommand.handle_app_config(app_config, **options)`

Melakukan tindakan perintah untuk `app_config`, yang akan menjadi sebuah instance [`AppConfig`](/id/1.11/ref/applications/#django.apps.AppConfig) terhubung ke sebuah label aplikasi yang diberikan pada baris perintah.

#### `class LabelCommand`

Sebuah pengelolaan perintah yang mengambil satu atau lebih argumen (label) yang berubah-ubah pada baris perintah, dan melakukan sesuatu dengan masing-masing dari mereka.

Daripada menerapkan [`handle()`](#django.core.management.BaseCommand.handle),  subkelas harus menerapkan [`handle_label()`](#django.core.management.LabelCommand.handle_label), yang akan dipanggil sekali untuk setiap label.

#### `LabelCommand.label`

Sebuah string menggambarkan argumenberubah-ubah dilewatkan ke perintah. String digunakan dalam penggunaan teks dan pesan kesalahan dari perintah. Awalan pada `'label'`.

#### `LabelCommand.handle_label(label, **options)`

Melakukan tindakan perintah untuk `label`, yang akan menjadi deretan karakter seperti yang diberikan pada baris perintah.

### Perintah pengecualian

#### `exception CommandError`

Kelas pengecualian mengindikasikan sebuah masalah selama menjalankan perintah pengelolaan.

Jika pengecualian ini muncul selama peerjalanan dari pengelolaan perintah dari sebuah perintah baris tempat tuts, dia akan ditangkap dan dirubah menjadi pesan kesalahan tercetak yang bagus ke aliran keluaran yang sesuai (yaitu, stderr); sebagai sebuah hasil, memunculkan pengecualian ini (dengan sebuah gambaran yang mudah dimengerti dari kesalahan) adalah jalan yang dipilih untuk menunjukkan bahwa sesuatu telah salah dalam menjalankan sebuah perintah.

Jika sebuah pengelolaan perintah dipanggil dari kode melalui [`call_command()`](/id/1.11/ref/django-admin/#django.core.management.call_command), itu terserah kamu untuk menangkap pengecualian ketika dibutuhkan.
